Inisiasi Pengusaha Muda Lewat Start Up Boot Camp RCDC MITI
April 12, 2013
MITI Presentasikan Konsep Sosioteknopreneurship di AISC-Taiwan
May 24, 2013

MITI Jalin Kerjasama dengan Mahasiswa Indonesia di Taiwan

Taichung, 27 April 2013 – Bersamaan dengan diadakannya  konferensi tingkat internasional di Taiwan yang diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (FORMMIT) dan Indonesian Committee of Transfer Technology in Taiwan (IC3T), Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) dan Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Klaster Mahasiswa (MITI-KM) menginisiasi kerjasama dan kemitraan dengan dua lembaga penyelenggara yakni FORMMIT dan IC3T yang dilakukan dengan penadatanganan nota kesepahaman pada tanggal 27 April 2013.

Penandatanganan nota kesepahaman ditandatangani oleh beberapa perwakilan, diantaranya Dr. Warsito P. Taruno sebagai Ketua MITI, Ummy Syarifah sebagai Sekretaris Umum MITI Klaster Mahasiswa, Tri Cahyo Wibowo sebagai Ketua FORMMIT, dan Alfi Syahri sebagai Ketua IC3T.

Isi dari nota kesepahaman tersebut mencakup kesepakatan untuk membangun sinergisitas antara peneliti dan ilmuwan yang tengah menimba ilmu di luar negeri dengan para aktivis MITI,  khususnya dalam penerapan teknologi tepat guna. Selain itu, harapannya dengan adanya kerjasama ini, MITI bersama FORMMIT dan IC3T mampu mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan masyarakat Indonesia serta meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam peningkatan daya saing Indonesia.

253272_10201182931642345_22949656_n

FORMMIT didirikan pada 4 Maret 2006. FORMMIT diawali dari mailing list NTUST (Forum Silaturahmi NTUST) yang kemudian berkembang menjadi FOSIL MMIT (Forum Silaturahmi Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan) dengan harapan didorong bahwa perlunya media untuk bertukarpikiran dalam kegiatan antar sesama Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan. Sedangkan, Indonesian Committee of Transfer Technology in Taiwan (IC3T) merupakan organisasi yang terdiri dari para profesional Indonesia yang sedang menuntut pendidikan serta penelitian di Taiwan. Tujuannya adalah untuk menjembatani transfer teknologi dari Taiwan ke Indonesia.

Adapun, acara konferensi tersebut  berlangsung pada 27 – 29 April 2013 di Asia University, Taichung, Taiwan ini diikuti oleh 140 peserta dan pembicara dari berbagai Negara, seperti Indonesia, Taiwan, Jepang, Malaysia, Vietnam, dan beberapa Negara Asia lainnya. Acara yang bertemakan “Fostering Growth in Knowledge-Based Economy through Techno-preneurship: Building a Platform for a Smooth Transformation of Innovative Technology to Business”. Harapannya kegiatan konferensi ini menjadi pemicu untuk meningkatkan keefektifan percepatan dan memperluas peluang techno-preneurship di kalangan mahasiswa dan akademisi, tutur Burniadi Moballa, ketua panitia konferensi AISCT ini. (Humas MITI)