
Ilmuwan Indonesia di Luar Negeri Dukung MITI Klaster Mahasiswa Garap Comdev
January 11, 2013
Tim UGM Juarai Kompetisi MITI Paper Challenge
March 18, 2013Beragam aktivitas pemberdayaan masyarakat (community development atau comdev) menjadi salah satu program yang didasarkan dari misi yang diemban oleh MITI, yakni memberi sumbangan pemikiran dan berpartisipasi dalam upaya menyelesaikan permasalahan bangsa dan negara yang berkaitan dengan pengembangan dan pemanfaatan iptek. Program comdev tersebut dilakukan para mahasiswa melalui Hibah MITI ataupun tim yang dibentuk langsung oleh MITI melalui Research and Community Development Centre (RCDC).
RCDC merupakan unit kerja yang khusus menangani aplikasi teknologi tepat guna dan aplikasi inovasi dalam kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat yang beranggotakan para mahasiswa di seluruh Indonesia.
Sejarah RCDC
Lahirnya RCDC diawali dari kegiatan Training Riset Comdev (TRC) yang diselenggarakan di UGM pada tanggal 9-10 Oktober 2010. Training tersebut dihadiri oleh kurang lebih 90 mahasiswa yang berasal dari kampus Jateng dan DIY (JaDIY). Melihat antusiasme peserta dan sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut maka dibentuklah tim follow-up TRC yang berasal dari alumni panitia TRC dan Liaison Officer (LO) Departemen Riset dan Comdev MITI kluster mahasiswa wilayah Jadiy (Jateng-DIY). Semula tim ini hanya berfungsi sebagai tim follow-up kegiatan TRC di wilayah Jadiy yang beranggotakan 5 orang. Tim ini mulai melakukan ekspansi ke kampus untuk membentuk kluster riset comdev yang siap diterjunkan ke masyarakat. Ekspansi pertama dilakukan ke kampus UNY dan UGM dan terbentuk 5 kluster riset-comdev yang siap melaksanakan kegiatan comdev di Gunung Kidul, Yogyakarta.
Pada saat Raker MITI Klaster Mahasiswa pada bulan Februari 2011 di Bandung, RCDC disahkan sebagai unit khusus sebagai bentuk join program antara Departemen Riset Interdisipliner (RI) dan Departemen Pendayagunaan Iptek (PI) MITI kluster Mahasiswa, yang berperan untuk menjembatani pengembangan riset dan comdev mahasiswa di masyarakat. Selanjutnya RCDC melebarkan jaringanya dengan membentuk RCDC di beberapa wilayah yakni Jadiy, Jabalnusra, Jabaja, dan Sumatera dengan dibentuk penanggungjawab RCDC di wilayah tersebut. Para perintis RCDC berperan sebagai RCDC Pusat (RCDC-P) yang bertugas menjadi fasilitator dan konsultan bagi RCDC wilayah (RCDC-W). Untuk lebih memudahkan monitoning oleh RCDC-P, maka dibentuklah pula struktur RCDC-sub wilayah di tingkatan kota dimana letak kampus berada, seperti RCDC sub wilayah Depok, RCDC sub wilayah Bandung, RCDC sub wilayah Semarang, RCDC sub wilayah Solo, dst.
Seiring dengan berkembangnya RCDC yang cukup pesat di tahun 2011 dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mendapat dana pelaksanaan, maka hal ini sempat menjadikan para pengurus Departemen RI dan PI MITI kluster Mahasiswa yang juga tergabung dalam struktur RCDC baik pusat maupun wilayah, harus membagi perhatian dan tenaga ekstra untuk keduanya. Untuk menghadapi perkembangan yang terus dilakukan oleh RCDC di tahun-tahun berikutnya dan guna memaksimalkan monitoring serta efisiensi kerja, maka terhitung sejak tahun 2012, RCDC tidak lagi memiliki garis komando di MITI mahasiswa.
Proses evaluasi dan monitoring, termasuk garis komando untuk RCDC mulai tahun 2012 berada dibawah MITI innovation center (MIC) MITI Pusat. MIC merupakan lembaga pelaksana bagi MITI Pusat yang menjalankan fungsi transfer teknologi, inkubasi dan pengembangan daerah. Melalui bidang RGD (Regional Development), MIC memberikan sebuah konsep dalam mengaplikasikan program Community Development yang dihasilkan dari fokus kajian pemetaan potensi daerah. Program ini juga dilaksanakan berdasarkan pengumpulan data dan laporan aplikasi program yang telah terlaksana melalui usulan strategis penerapan Community Development di Indonesia. Adapun tujuan akhir dari program pengembangan masyarakat yang dilakukan RCDC ini adalah untuk memanfaatkan potensi daerah yang dapatmeningkatkan kemandirian dan taraf hidup masyarakat dari desa tempat pelaksanaan program yang dijadikan Desa Inovasi Mandiri (DIM).
Tujuan RCDC
RCDC dibentuk untuk mengakomodasi potensi mahasiswa yang sangat besar sebagai agent of change yang memiliki idealisme dan semangat untuk melakukan perubahan, dan sebagai iron stock yang memiliki potensi keilmuanuntuk menjadi para pelopor intelektual. Potensi ini diarahkan dan dikembangkan untuk dapat dikontribusikan kepada masyarakat, sehingga terjadi sinergi antara mahasiswa sebagai civitas akademika yang memiliki tanggung jawab terhadap pemberdayaan masyarakat dengan masyarakat itu sendiri.
RCDC ini juga dibentuk sebagai sebuah respon atas kebutuhan masyarakat akan inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan mengaitkan antara potensi daerah, kebutuhan lokal, potensi mahasiswa, pemberdayaan masyarakat, inovasi dan upaya peningkatan kesejahteraan, maka RCDC ini menggerakkan roda kegiatan-kegiatannya. Dengan sinergi antara potensi-potensi yang ada diharapkan RCDC menjadi salah satu komunitas yang dapat memberikan kontribusi berarti terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berujung pada meningkatnya martabat Indonesia sebagai bangsa.