
Berbagi Inspirasi di Momen Rakernas MITI Klaster Mahasiswa 2016
January 26, 2016
MITI Laksanakan Serangkaian Kegiatan Promotion Innovation and Technology-Pilot Project Scheme, Galeri Inovasi Teknologi
February 12, 2016
Diskusi mengenai pengembangan UMKM bersama (dari kiri ke kanan); Nuri Ikawati, M.A. (Dompet Dhuafa), Femina Sagita Borualogo, Ph.D. (Yayasan Perak), Alen Suci Marlina (Dept. Pengembangan UMKM Bank Indonesia), Georg Villinger (Steinbeis Jerman), dan Juliatyn Hulawa, S.E. (CEO Sagela Ikan Rowa)
“UMKM memiliki peranan yang sangat penting di dalam perekonomian suatu negara.”, ucap Ir. Wawan Bayu Prasetya Wibawa, mewakili Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, Kementerian Ristek Dikti dalam sesinya sebagai keynote speaker untuk mengawali acara Networking Workshop 2-Grand Launching GIT, di Menara Top Food, Rabu, 10 Februari 2016.
UMKM merupakan aktor yang paling rentan dari proses integrasi regional dan biasanya memiliki akses informasi dan layanan yang terbatas dalam mempersiapkan kebutuhan pasar. Dalam kondisi yang paling kritis sekalipun, industri UMKM tetap dapat bertahan. Untuk itu, Kemristek Dikti sangat mendukung adanya usaha untuk memajukan perekonomian Indonesia melalui program penguatan inovasi dalam mendukung pengembangan UMKM.
Georg Villinger, pakar transfer teknologi, intermediasi, dan komersialisasi teknologi dari Steinbeis, Jerman, memaparkan bahwa permasalahan pemanfaaan teknologi di lapangan adalah masih belum terintegrasinya riset produk yang ada di universitas dengan kebutuhan industri. “Ini saatnya UMKM di Indonesia beralih dari supply orientation menuju demand orientation melalui penelitian tematis”.
Dr. Warsito P. Taruno selaku ketua dari Masyarakat Ilmuwan dan teknolog Indonesia (MITI) menyampaikan pentingnya mendorong dan menjadikan riset, ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi, inovasi dan komersialisasi teknologi di dalam UMKM. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan tersebut, diperlukan adanya jejaring interaksi antara berbagai komponen di dalam sistem, yaitu pemerintah dan lembaga baik di tingkat daerah maupun pusat, pihak swasta/ industri, para ahli dan peneliti di universitas dan juga organisasi masyarakat.
Sebagai sebuah NGO yang bergerak dalam bidang transfer ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, MITI mengambil peran dalam menjembatani penerapan inovasi dari para ilmuwan agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui platform Galeri Inovasi Teknologi (GIT), MITI melakukan kegiatan intermediasi untuk UMKM dan ilmuwan.

Salah satu produk pangan lokal yang dipamerkan di expo produk lokal, oleh salah satu dari 11 UMKM yang membuka stand pameran di acara Networking Workshop 2
GIT merupakan platform intermediasi antara ilmuwan dan UMKM, guna pengembangan usaha dan penerapan inovasi, yang ditargetkan dapat membantu permasalahan yang dialami UMKM. Tujuannya, untuk mempromosikan akses inovasi berbasis kebutuhan dan layanan transfer teknologi melalui jejaring layanan online dan offline, serta kolaborasi yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM.
Platform GIT ini, telah dijadikan salah satu percontohan untuk meningkatkan kapasitas inovasi di negara-negara wilayah ASEAN. Didukung oleh GIZ (German Corporation for International Cooperation), GIT mempertemukan pemerintah, lembaga donor, ilmuwan dan pelaku UMKM. GIT diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi UMKM, sekaligus mempertemukan antara kebutuhan industri dengan hasil penelitian dari para ilmuwan di universitas dan lembaga penelitian. (RW)