MITI: Belajar Sistem Inovasi dari Swedia
December 5, 2014
P2M MITI Semarang Gunakan Teknologi Modified Atmosphere Packaging (MAP) untuk Tingkatkan Masa Simpan Jamur Tiram
December 22, 2014

P2M MITI Lampung Kembangkan Usaha Ulat Hongkong

Budidaya ulat hongkong

Budidaya ulat hongkong

Bandar Lampung (miti.or.id) — Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) melalui departemen Riset Interdisipliner dan pendayagunaan IPTEK kembali melaksakan Program Pemberdayaan Masyarakat (P2M dengan tema Science, Technology, and Innovation (STI) for Sustainable  Development (Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi untuk Pembangunan Berkelanjutan). Program ini diharapkan mampu  membantu  masyarakat  setempat  dalam  rangka meningkatkan  kesejahteraan  dan  taraf  hidup,  serta  lebih  jauh ke depan dalam membentuk  masyarakat  yang  mandiri  dan  produktif,  menjadi bagian  dari  solusi  dan  berpartisipasi  aktif  dalam  membangun  negeri. Program ini merupakan  kegiatan  pemberdayaan  masyarakat  yang  dilakukan sejak tahun 2009 untuk  mengaplikasikan teknologi  tepat  guna  yang  digerakkan  oleh  mahasiswa  bersama  masyarakat.  Kegiatan  ini  bersifat  filantropi  dan  bottom  up  (tema  diusulkan  oleh  kelompok  mahasiswa).  Pelaksanaan pengajuan proposal sekali dalam setahun dengan proses seleksi secara terbuka.

Program P2M MITI tahun 2014 ini diikuti oleh perwakilan berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Tim pemenang yang terpilih dan berhak mendapat pendanaan sebesar Rp 5.000.000 melalui proses seleksi ketat dari total  123  usulan proposal yang masuk ke sekretariat MITI,  kemudian menghasilkan 28  proposal  yang lolos di tahap  administrasi awal.  Dari 28 proposal tersebut kemudian diseleksi dan divalidasi oleh juri, dan akhirnya menyisakan 5 tim yang memenuhi standar dan kualifikasi sebagai pemenang HIBAH P2M MITI 2014 menurut dewan juri.

Universitas Lampung merupakan salah satu peraih program pemberdayaan masyarakat (P2M) MITI 2014 dengan program yang diusulkan oleh Lugito, Maulana Malik, dan Muhamad Agung Hendrayatnto. Ketiga mahasiswa tersebut adalah mahasiswa fakultas Pertanian Universitas Lampung didampingi oleh Ir. Solihin, M.P.

Program pemberdayaan masyarakat yang diusulkan oleh tim  P2M MITI KM Unila adalah pembiakan ulat hongkong (Tenebrio molitor), yang dikenal sebagai ulat tepung. Secara ekonomis ulat ini memiliki nilai positif khususnya ketika dalam fase larva. Kandungan nutrisi yang tinggi pada ulat tersebut yaitu sekitar 48% protein dan 40% energi. Selain itu, permintaan akan pakan alami ini cenderung populer ditambah dengan jumlah pembudidaya yang masih sedikit menjadi peluang yang sangat menjajikan untuk menambah nilai ekonomis. Ulat dalam bentuk larva dibeli di pasar burung. Larva ulat yang dijual berukuran 1-2 cm dan membutuhkan waktu satu bulan untuk menjadi kumbang. Kumbang ulat hongkong ditempatkan pada wadah plastik. Kandungan nutrisi yang tinggi dari ulat hongkong sangat baik sebagai sumber protein untuk burung kicauan dan ikan hias karena akan membantu meningkatkan kualitas ikan dan burung. Adapun cara penyajiannya, ada yang diberikan ketika ulat masih berwarna putih atau diberikan dalam bentuk ulat hongkong kering tergantung dari kebiasaan pemilik hewan peliharaan memberikannya.

Tim P2M MITI Lampung 2014

Tim P2M MITI Lampung 2014

Hingga saat ini tim Unila telah melaksanakan pembiakan larva hinga menjadi kumbang. Permintaan pasar terhadap ulat hongkong sangat baik karena penjualan di pasar  cukup banyak. Pembiakan terus dikembangkan agar dapat memenuhi permintaan pasar yang kian meningkat. Tim P2M sangat solid dengan membagi tupoksi kinerja dari tim agar dapat dilakukan dengan seimbang. (OF/DWH)

 

Gb 1. Pendamping dan tim

      Gb 2. Pendamping bersama dosen pembimbing P2M Universitas Lampung