MITI Jalin Kerjasama dengan Mahasiswa Indonesia di Taiwan
May 24, 2013
Gerakan “Go Pangan Lokal” Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia
May 24, 2013

MITI Presentasikan Konsep Sosioteknopreneurship di AISC-Taiwan

Taichung, 28 April 2013 – Delegasi MITI yang diwakili oleh Ummy Syarifah (Bidang Pemberdayaan) dan Riska Ayu Purnamasari (Bidang Kajian dan Kebijakan) mempresentasikan makalah berjudul “The Application of Socio-Technopreneurship Concept on Research Community and Development Centre Program (RCDC)” dalam The First Annual International Scholars Conference in Taiwan 2013 (AISCT 2013). Acara konferensi tingkat Internasional tersebut diselenggrakan oleh Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (FORMMIT) dan Indonesian Committee of Transfer Technology in Taiwan (IC3T).

AISCT 2013 yang berlangsung pada 27 – 29 April 2013 di Asia University, Taichung, Taiwan ini diikuti oleh 140 peserta dan pembicara dari berbagai Negara, seperti Indonesia, Taiwan, Jepang, Malaysia, Vietnam, dan beberapa Negara Asia lainnya. Acara yang bertemakan “Fostering Growth in Knowledge-Based Economy through Techno-preneurship: Building a Platform for a Smooth Transformation of Innovative Technology to Business” dibagi menjadi 9 bidang peminatan diantaranya; (1) Budaya, Linguistik dan Studi Perubahan Sosial, (2) Ekonomi, Manajemen dan Bisnis, (3) Elektronik, Kontrol Otomatisasi, Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, (4) Material dan Industri, (5) Infrastruktur dan Energi Terbarukan, (6) Perubahan Iklim dan Manajemen Bencana, (7) Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan, (8) Pertanian dan Agribisnis, serta (9) Kesehatan dan Farmasi.

Makalah yang dipresentasikan oleh delegasi MITI masuk dalam bidang peminatan Budaya, Linguistik dan Studi Perubahan Sosial. RCDC sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan MITI selama 2 tahun. RCDC adalah unit khusus untuk menangani penerapan teknologi tepat guna dan penerapan inovasi dalam kaitannya dengan komunitas yang terdiri pemberdayaan masyarakat membentuk new business yang didampingi oleh mahasiswa atau alumni di seluruh Indonesia. RCDC menyalurkan potensi mahasiswa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat program pemberdayaan yang berbasis teknologi tepat guna serta potensi lokal daerah dalam sebuah bisnis menuju kemandirian desa.

Sosioteknoprener bukanlah kegiatan yang sifatnya filantropi semacam hibah yang langsung diberikan kepada masyarakat tanpa adanya monitoring dan evaluasi serta pendampingan masyarakat. Sosio teknoprener juga bukan comdev yang datang ke satu tempat membawa “sesuatu” yang baru dengan menghabiskan dana yang ada. Tetapi sosioteknopreneur itu adalah sebuah usaha dengan melibatkan keikutsertaan masyarakat yang memiliki target utama profit yang digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Sosioteknoprener merupakan konsep yang diterapkan di RCDC untuk membangun kegiatan ekonomi bersama masyarakat lebih efektif dalam meningkatkan taraf hidup, kemandirian finansial masyarakat di suatu desa. Program ini berupaya untuk menggabungkan kegiatan wirausaha pemuda untuk memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan aplikasi teknologi tepat guna, inovasi dan potensi daerah. (Humas MITI).