Masa Depan Mobil Listrik Tergantung Komitmen Pemerintah
August 3, 2012
Edwar Tech Ikuti Pameran Ritech 2012
August 9, 2012

Membangun Soliditas, MITI Gelar Buka Puasa Bersama

Guna meningkatkan soliditas dan silaturahim antar-anggota dan pengurus, Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) baru-baru ini menggelar buka puasa bersama di RM H. Paijo, Serpong, Tangsel. Acara yang berlangsung Sabtu, (4/8) tersebut dihadiri tak kurang dari 60 anggota dan pengurus bersama keluarga mereka. Dari jajaran pengurus hadir anggota Dewan Pembina Dr.Sohibul Iman dan Dr. Mulyanto, selain Ketua Umum Dr Warsito, Sekjen Dr Tjahjo Pranoto serta beberapa ketua bidang lainnya.
Acara dipandu Dr Agus Fanar Syukri dan dimulai dengan tilawah Alqur’an. Sambutan pertama datang dari tuan rumah acara Dr Warsito selaku ketua umum MITI. Dalam sambutannya, Dr Warsito mengingatkan peran anggota MITI yang tak hanya memberikan kontribusi bagi perkembangan keilmuan yang ditekuninya, namun juga kontribusi dalam membangun bangsa ini melalui kiprahnya baik secara personal maupun kelembagaan lewat organisasi MITI.
Selanjutnya, sambutan berikutnya disampaikan anggota Dewan Pembina Dr Sohibul Iman. Menurutnya, sekat-sekat alumni yang demikian beragam di kalangan anggota MITI sudah selayaknya dihilangkan agar tidak menjadi kendala dalam beraktivitas dan memberikan kontribusinya bagi lembaga serta bangsa. Sebab, lanjutnya, ego alumni dapat menghambat hubungan yang terjadi antar-anggota satu sama lain. Selain itu, Dr Sohibul Iman menyoroti pentingnya regenerasi yang sudah muncul dari anak-anak anggota MITI. Banyak dari mereka mengikuti jejak ayah-bundanya menekuni bidang keilmuan sains dan teknologi yang selama ini sudah dijalani kedua orangtuanya.
Acara diakhiri dengan kuliah ramadhan yang disampaikan anggota dewan Pembina Dr Mulyanto. Dalam paparannya, Dr Mulyanto menyoroti masih adanya sikap ambigu dari umat Islam terhadap ayat-ayat Alquran. Menurutnya, banyak orang yang takut melanggar ayat-ayat kauniyah, yang jelas-jelas sudah terbukti di alam ini. Sementara, untuk ayat-ayat qauliyah belum sepenuhnya umat Islam memiliki keyakinan yang sama dengan keyakinan kepada ayat-ayat kauniyah.
‘’Kita lebih yakin dan percaya kepada kebenaran gravitasi yang dijelaskan Alquran dan dibuktikan teori Newton daripada kebenaran untuk menyantuni anak yatim, fakir miskin atau berbakti kepada kedua orangtua. Sikap ini jelas harus dihilangkan agar kita benar-benar menempatkan diri sebagai hamba-hamba-Nya yang bertakwa,’’ jelas Mulyanto.
Acara buka puasa bersama ini dijadikan momentum pula oleh sebagian besar anggota MITI untuk mengenalkan keluarganya masing-masing kepada anggota atau pengurus yang lain. (humas miti)