Cara Membuat Paspor dan Visa
01/05/2016
Langkah dan Semangat Baru Sumbagsel
27/05/2016

IDM (Internal Discussion for MITI KM) #3

Tanggal: 24 April 2016

Pemateri: Ahmad Ataka Awwalur Rizqi (Awardee of Presidential Scholarship LPDP—Mahasiswa Doktoral di Bidang Robotika di King’s College London, Inggris)

Tema: TOEFL Internet Based Test (IBT)

 

“TOEFL Internet Based Test”

 toefl

IDM (Internal Discussion for MITI KM) ketiga kali ini membahas tentang TOEFL (Test of English as a Foreign Language) IBT (Internet Based Test). Secara umum, untuk kuliah di luar negeri, ada dua macam sertifikat bahasa yang diakui: TOEFL IBT dan IELTS. Ada beberapa kesamaan dan perbedaan di antara keduanya. TOEFL IBT umumnya dipakai di kampus-kampus US (United States), sedangkan IELTS umumnya diakui di UK dan Australia. Kita akan coba bedah TOEFL IBT. Pertama, sesuai namanya, TOEFL IBT ini berbasis internet. Seluruh tes akan menggunakan komputer yang disediakan di lokasi tes.

Ada empat komponen di dalamnya: Reading, Listening, Writing, dan Speaking. Perbedaan IBT dengan tes TOEFL pada umumnya, tidak terdapat sesi grammar/structure pada IBT karena sebenarnya grammar akan terlihat otomatis di tes Writing maupun Speaking. TOEFL IBT memang fokus pada kemampuan bahasa inggris aktif yang dituntut di dunia akademis. Oleh karena itu, di IBT, ada dua komponen yang tidak dijumpai pada TOEFL ITP, yaitu Writing dan Speaking.

Tema-tema pada reading, recording, maupun topik yang digunakan dalam TOEFL IBT pun umumnya dekat dengan dunia akademis kampus, seperti obrolan dengan dosen, obrolan dengan sesama mahasiswa, kuliah dari dosen kelas, interaksi dengan karyawan kampus, dan sebagainya.

Untuk skor, TOEFL IBT memiliki rentang skor antara 0-120. Masing-masing komponen mempunyai skor maksimal 30, sehingga total skornya menjadi 120. Untuk komponen reading dan listening, umumnya tidak jauh berbeda dengan TOEFL pada umumnya. Pada tes reading, kita akan diminta menjawab soal yang berkaitan dengan teks yang disediakan. Mayoritas soal-soalnya berupa pilihan ganda meskipun ada juga beberapa soal yang meminta kita untuk memilih tiga jawaban benar diantara enam pilihan. Ada juga tipe soal yang meminta kita untuk mengklasifikasikan beberapa pilihan jawaban ke dalam dua kelompok berdasarkan bacaan yang diberikan.

Untuk soal listening, kita akan menjawab pertanyaan berdasarkan rekaman/recording yang disediakan. Untuk TOEFL IBT, kita akan diberi headset untuk mendengarkan suara. Rekaman suara tidak bisa diputar ulang. Di sesi speaking, kita akan diminta menyampaikan gagasan sesuai yang diminta soal. Suara kita akan direkam dan nantinya akan dinilai oleh tim ahli TOEFL IBT. Ada juga soal speaking yang akan menyediakan bacaan dan rekaman, kemudian kita diminta untuk membandingkan atau mengomentari isi keduanya secara verbal. Untuk speaking, yang perlu diperhatikan adalah delivery (cara penyampaian), language use (keragaman bahasa), dan topic development (konten jawaban). Untuk aksen yang digunakan, IBT tidak mengharuskan kita untuk memakai aksen US. Aksen yang digunakan bebas, dan berlaku untuk kosakata yang berbeda antara US dan UK. Hal Ini berlaku juga pada bagian writing.

Untuk tema writing, kita akan diminta untuk membuat essay singkat mengenai suatu permasalahan. Ada juga bagian yang meminta kita untuk mendengarkan suatu ceramah/kuliah dari dosen, kemudian kita diminta untuk memberi respon kritis lewat tulisan.

Seluruh tes akan diadakan di satu lokasi yang sama. Setiap peserta akan diberikan komputer lengkap dengan headset dan microphone. Sebelum tes dimulai, peserta juga diberi kesempatan untuk mencoba rekaman dan microphone. Di komputer yang digunakan, juga tersedia software khusus yang akan membantu kita melewati seluruh proses tes dari awal sampai akhir. Segala permasalahan teknis sudah masuk daftar antisipasi oleh penyedia tes karena sudah dinilai layak oleh ETS ( Education Testing Service) sehingga tak perlu khawatir jika listrik mati dan sebagainya.

Untuk skor minimal TOEFL IBT pada penerimaan universitas, tergantung pada universitas dan program studi yang dituju. Saran dari saya, jika ingin tes TOEFL atau IELTS, lebih baik fokus kepada tes yang akan dituju karena karakteristik soalnya agak berbeda antara kedua tes tersebut.

Untuk tips belajar bahasa inggris dari saya, biasakanlah menggunakan bahasa inggris secara aktif dan terus menerus, misalnya membaca banyak buku berbahasa inggris, menonton film tanpa subtitle, menulis dalam bahasa inggris di blog, dan mengadakan English day di rumah, lab, dan indekos. Semakin sering digunakan, insya Allah kemampuan bahasa Inggris kita akan semakin baik.

Sebelum diakhiri, saya ingin mengutip kata-kata dari alm. KH Sahal Mahfudz berikut: “Menjadi baik itu mudah. Dengan hanya diam saja, maka yang tampak adalah kebaikan. Yang sulit itu menjadi bermanfaat, karena memerlukan perjuangan.” Semoga kita semua memilih untuk berjuang menjadi sebaik baiknya manusia yang menebar manfaat untuk sesama.

Sekian IDM #3 kali ini. Semoga bermanfaat.

 

Disadur oleh Fitria Dewi Larassuci—Staf HLN MITI KM 2016

 

1 Comment

  1. terimaksih info tentang : Ini TOEFL Internet Based Test sangat bermanfaat.
    semoga website ini terus menyajikan info, berita, dan artikel yang menarik dan bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now