Gambaran Pelaksanaan Seleksi Beasiswa LPDP
26/03/2016
Tips dan Trik Sukses TOEFL ITP
05/04/2016

Bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat dan karuniaNya alhamdulillah jari jemari ini kembali seirama dengan ide dan gagasan yang berlintasan di pikiran. Karena sesungguhnya ketika keduanya sedang tidak  satu frekuensi, sebanyak apapun gagasan, secemerlang apapu ide yang terlintas tidak akan berbuah rangkaian kalimat indah yang  yang tersambung dalam paraghraf yang padu yang kemudian mampu menginspirasi, memotivasi, mendorong para pembaca.

Kali ini saya mau berbagi pengalaman proses seleksi beasiswa tesis LPDP Kemenkeu RI dari awal hingga akhir. Sebelum mulai saya ingin memastikan terlebih dahulu bahwa para pembaca khususnya yang sedang studi pascasarjana mengetahui salah satu program beasiswa dari LPDP yakni beasiswa tesis dan disertasi selain beasiswa studi dalam dan luar negeri, serta beasiswa riset inovatif dan produktif.

Apa dan bagaimana jenis beasiswanya, saya sertakan link informasi dari sumbernya langsung agar dapat dipahami dengan jelas oleh para pembaca sekalian. Monggo bisa di baca secara lengkapdisini.

Setelah Anda memahami apa dan bagaimana prosedur untuk mendaftar beasiswa tersebut saya mau  menyampaikan beberapa hal berikut terutama berkaitan dengan proses pengiriman berkas pendaftarannya.

Pertama, karena semua prosesnya menggunakan proses upload berkas, maka hal pertama harus Anda siapkan adalah kesiapan Anda untuk berinteraksi dengan internet dan semuanya, termasuk proses scan dan upload dokumen, bagi sebagian orang tentu proses ini menyita waktu dan pikiran, namun disitulah seni perjuangannya.

Kedua, harus Anda pahami bahwa proses upload dokumen adalah proses penting yang harus benar-benar Anda perhatikan. Jangan sampai ada dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai format yang ditentukan oleh LPDP. Sebagai contoh untuk surat pendaftaran, format anggaran, rekomendasi dari pimpinan pascasarjana, semuanya harus sesuai format, karena LPDP sudah menyiapkan formatnya. Ketika mengurusi berkas dan minta tandatangan pak direktur pasca, petugas administrasinya bilang “dokumen jenengan beda dengan pelamar yang lain, punya jenengan lebih lengkap dan detail”, termasuk pembimbing saya juga memberikan komentar yang kurang lebih sama. Karena pada saat yang sama ada beberapa teman kelas saya yang mendaftar dan meminta tanda tangan dan rekomendasi dari pembimbing yang sekaligus kaprodi saya.

Ketiga, jangan bermain-main dengan batas waktu upload dokumen, pastikan Anda mengapload sebelum hari H, keuntungannya ada 2 diantaranya dipastikan Anda tidak telah mengirimkan berkas, kedua biasanya trafic yang akses websitenya dihari-hari terakhir suka membludak, kadang banyak yang gagal upload berkas dan sayang dokumen yang sudah di urus sana sini tidak dapat diuploadkan.

Keempat, memang yang namanya tahap wawancara paling menentukan, konon dapat bocoran dari salah satu interviewer LPDP katanya adminsitrasi bobotnya 40% dan sisanya pada saat wawancara. Namun demikian jangan sepelekan yang 40% tadi karena itu kunci utama Anda dapat membuka peluang yang lebih besar ketika seleksi interview. Sebagai gambaran dari 6 teman saya yang daftar hanya 2 yang lolos seleksi administrasi, sedangkan pada saat wawancara dari 5 yang tidak lolos hanya 1 orang.

Kelima, hal lain yang tidak kalah penting dalam tahap ini adalah orisinalitas ide dan topik kajian penelitian Anda, pastikan harus memenuhi unsur kebaruan, keurgenan, dan keefeltifan dalam menyelesaikan masalah yang sedang dikaji serta dampak dan kontribusinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Keenam, pembuatan essay juga penting untuk diperhatikan, saran pertama saya untuk essay pelamar beasiswa tesis sebaiknya masih terkait dengan topik penelitiannya. Dari LPDP memberikan 3 tema utama yang dapat Anda pilih dan kembangkan sesuai dengan topik penelitian atau disiplin ilmu Anda, berikut ketiga temanya :

  1. Meningkatkan daya saing/nilai tambah produk dan/atau jasa nasional, dan/atau;
  2. Menyelesaikan permasalahan masyarakat dan bangsa, dan/atau;
  3. Memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya.

Essay saya kemarin, saya pilih yang ketiga yakni tentang kontribusi hasil riset saya bagi pengembanagn ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya (yang berminat dengan essaynya boleh hubungi saya).

Next bagaimana tips lolos seleksi interview?

Sejujurnya saya sempat nerveus ketika menghadapi proses seleksi interview, walaupun saya sendiri beberapa kali pernah menginterview orang lain, namun kegugupan saya tersebut saya manfaatkan untuk banyak bertanya kepada para awardee LPDP yang lain, termasuk menemui salah satu interviewer (beliau bukan interviewer beasiswa tesis tapi beasiswa studi lanjut magister dan doktor, bahkan yang tidak saya lewatkan adalah berselancar di dunia maya membaca cerita awardee yang sudah lebih dulu mengikuti proses seleksinya baik yang kemudian lolos sampai akhir maupun yang menceritakan kegagalannya. Dari sana saya banyak belajar tentang yang harus disiapkan agar lolos dan harus dihindari agar tidak gagal.

Berikut beberapa tips dan beberapa pertanyaan yang masih saya ingat dari para interviewer.

1. Sebelum Anda hadir dilokasi dan jadwal interview, pastikan Anda sering membuka email untuk mengetahui informasi terbaru dari LPDP, barangkali saja ada perubahan jadwal dan pengelompokan nama Anda.
2. Berselancarlah untuk mengetahui gambaran teknis dari para pendaftar lainnya, baik yang menceritakan kisah suksesnya maupun hal-hal yang membuatnya tidak lolos, semua penting untuk dipahami agar Anda tidak melakukan kesalahan saat wawancara.
3. Pastikan semua dokumen yang  Anda upload dibawa pada saat interview, karena sebelum interview ada proses verifikasi dokumen terlebih dahulu. Saat verifikasi dokumen juga sangat mungkin Anda ditanya-tanya tentang dokumen anda oleh petugasnya, so persiapkan jawaban terbaiknya.
4. Pada saat mau masuk ruang verifikasi dokumen, Anda harus melakukan presensi dengan cara scan barcode pada kartu peserta yang sudah Anda download melalui akun LPDP Anda, so pastikan diprint dengan kualitas print terbaik, biasanya pihak LPDP akan mengingatkan tentang hal ini, baik via email maupun via SMS.
5. Pada waktu verifikasi dokumen pastikan dokumennya sudah ditata rapi dan disiapkan dalam satu map khusus untuk memudahkan Anda.
6. Jadwal verifikasi dan interview sangat mungkin maju dan boleh jadi mundur dari jadwal, so datang lebih awal itu saran terbaik saya dan jangan meninggalkan tempat sampai semua prosesnya selesai. Jam proses verifikasi saya kemarin maju beberapa puluh menit. Namun jadwal interviewnya tepat waktu sesuai jadwal.
7. Ketika mau hadir ke tempat interview, saran saya gunakan pakai yang sopan dan rapi, boleh pakai dasi boleh juga hanya kemeja atau batik lengan panjang agar terlihat elegan. Tampilkan pesona terbaik jangan lupa pakai parfum agar Anda merasa percaya diri.
8. Dalam rangka memaksimalkan ikhtiar bagi cowok tidak salah kalau potong rambut supaya rapi, karena kebanyakan interviewer juga pakaiannya rapi so kita juga mestinya begitu.
9. Waktu mau interview Anda jangan grogi, toh yang interview juga manusia, walaupun mereka bergelar doktor atau profesor, calm aja, semuanya akan baik yang penting Anda siap.
10. Berikut gambaran proses interviewnya:

  1. Jumlah interviewer ada 3 orang biasanya 2 laki-laki dan tu perempuan yang bertindak selalu psikolog,
  2. Yang menginterview saya, 1 profesor, 1 doktor dan 1 psikolog yang juga doktor kalau tidak salah.
  3. Satu dari 3 interviewer akan mempersilakan Anda duduk dan mulai mengenalkan diri dan 2 interviewer lainnya.
  4. Seingat saya interviewer tidak mengenalkan dari kampus mana mereka berasal, hanya memperkenalkan peran masing-masing dari mereka.
  5. Selanjutnya interviewer tersebut meminta ijin untuk mereka semua percakapan anda dengan mereka, hal itu bertujuan untuk barang bukti dan dokumentasi audio sebagai bahan pertimbangan dan kroscek oleh pihak LPDP
  6. Selanjutnya mulai interview, pertanyaan pertama langsung masuk ke topik penelitian, kurang lebih begini pertanyaannya “Boleh dijelaskan tentang penelitian saudara”
  7. Kemudian ditanya tempat, dan waktu penelitiannya. Ditanya juga tentang pendalaman masalah yang sedang kita teliti. Sebagai contoh pertanyaan dari ibu psikolog tentang masalah belajar siswa, “boleh dijelaskan kembali masalah yang dihadapi oleh siswa dalam rancangan penelitian sodara”, saya tidak menduga bahwa beliau akan bertanya tentang topik penelitian, saya kira psikolog hanya mengamati dan bertanya tentang personal saya, ternyata tidak, entah apa yang beliau mau sebenarnya saya juga kurang paham, mungkin karena beliau tertarik dengan topik kajian saya atau memang ada maksud lain dari beliau. Yang pasti siapan dan apapun pertanyaan yang diajukan, Anda wajib memberikan jawaban terbaik.
  8. Jawaban terbaik adalah jawaban yang lugas dan tepat, tidak bertele-tele, namun tetap dengan adab komunikasi yang baik, seperti tidak memotong ketika mereka sedang bertanya atau menyampaikan argumennya.
  9. Intervier yang guru besar bertanya tentang penelitian saya menggunakan bahasa inggris dan beliau minta saya menjawabnya dengan bahasa Inggris juga (tapi tenang pertanyaannya tidak susah kok, asal Anda dapat menangkap maskudnya).
  10. Pertanyaan lain dari psikolog, kurang lebih begini bunyinya “sekarang kan saudara sudah tidak ada kuliah teori dikampus, lalu apa saja aktivitas saudara selain mengerjakan penelitian ini?” nah disini butuh jawaban yang berupa kontribusi dan kesibukan Anda, maka jawab saja secara jujur, misalnya Anda memiliki program pengabdian masyarakat, atau Anda aktif di organisasi, aktif di Karang Taruna, mengajar TPA, pemerhati dan aktivis lingkungan, pokoknya semua peran Anda dimasyarakat baiknya Anda sampaikan. Nanti kalau ada jawaban yang menarik perhatian mereka, biasanya mereka akan menyusul pertanyaan, seperti yang diajukan kepada saya “boleh dijelaskan lebih detail apa saja peran saudara di organisasi yang sedang saudara ikuti saat ini”.
  11. Kata kunci pada pertanyaan tersebut (poin k) adalah jawaban jujur dengan peran baik Anda, kalau Anda punya aktivitas/kebiasaan yang kurang baik, saran saya tidak perlu disampaikan, misalnya “selain mengerjakan tesis, saya biasa nongkrong di cafe sama teman-teman, atau misalnya tidur-tiduran, nonton bola hingga pagi hari, main PS, dan lain-lain” dugaan saya jawaban tersebut akan menjatuhkan point Anda di mata intervier.
  12. Pertanyaan terakhir dari psikolog lagi yakni tentang plan jangka panjang Anda, saya ditanya dengan pertanyaan berikut “Setelah saudara menyelesaikan program magister, apa rencana saudara selanjutnya”. Pertanyaan ini juga memerlukan jawaban yang strategis namun tetap logis dan realistis. Barangkali beberapa jawaban berikut bisa menjadi alternatif:

1)     Selepas studi S2 saya berencana mau ambil S3 pada bidang ilmu yang sama, karena bla bla bla (lebih baik kalau Anda memberikan jawaban yang detail, misalnya mau S3 dimana, kapan, mengapa disana)

2)     Selepas S2 saya akan kembali ke lembaga tempat saya bekerja sesuai kesepakaatan awal (jika Anda sebelumnya sudah bekerja)

3)     Selepas S2 saya akan menjadi dosen dan ilmuwan dalam bidang disiplin ilmu saya, karena bla bla bla,

4)     Selepas S2 saya akan berwirausaha dan mengembangkan ekonomi masyarakat tempat saya tinggal karena ….. (jika memang ada kecenderungan bidang ilmu Anda dekat dengan dunia wirausaha, intinya jangan sampai Anda menjawab dengan jawaban berikut “hmmm, saya masih bingung mau ngapain bu, mudah-mudahan ada kampus atau sekolah atau perusahaan yang mau menerima saya”, kalau jawabannya begitu bersar kemungkinan nama Anda akan dicoret, karena Anda tidak memiliki visi hidup yang baik, hal tersebut sangat bertolak belakang dengan visi misi LPDP sebagai pencetak SDM yang unggul dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik.

11. Ada satu hal yang melenceng dari dugaan saya, yakni tentang budgeting, saya menduga akan ditanya-tanya tentang budgeting ternyata tidak semua interviewer menanyakan hal tersebut. Namun ada juga beberapa teman saya yang ditanya. So sebaiknya tetap dipersiapkan. Walaupun ternyata saya baru tahu selepas lolos, ada proses perundingan lagi tentag rancangan anggaran biaya (RAB) oleh pihak LPDP kepada penerima beasiswa.

Demikian sharing pengalaman saya seputar proses seleksi beasiswa tesis LPDP, semoga bermanfaat. Hal yang perlu Anda ingat adalah LPDP akan meloloskan Anda sebagai awardee LPDP dengan syarat :

  1. Berani mendaftarkan diri Anda (ini syarat pertama). Kalau Anda malas-malasan ya jangan harap Anda bisa jadi awardeenya.
  2. Memiliki visi hidup yang jelas dan visi kontribusi untuk bangsa, ini harus dibuktikan dengan peran-peran kecil yang sudah Anda rintis dari kemarin hingga hari ini dan akan konsisten esok dan kemudian hari.
  3. Aktif memberikan peran yang berarti bagi lingkungan Anda saat ini baik untuk keluarga, masyarakat sekitar, organisasi, rekan-rekan mahasiswa, dll
  4. Memiliki jiwa kepemimpinan yang baik.

Nb :

Kalau boleh jujur sebenarnya saya sempat ragu dan pesimis bisa lolos tahap wawancara, karena jumlah alokasi waktu 40 menit untuk interview selesai dalam waktu 18-20 menit, sementara saya lihat beberapa pendaftar lain ada yang lebih dari 30 menit. Ditambah lagi saya merasa masih banyak yang mau saya sampaikan tapi keburu berakhir interviewnya. Namun dengan ikhtiar yang terakhir yakni do’a dan nazar alhamdulillah akhirnya lolos dan sekarang sedang mengerjakan projek penelitiannya. Mohon doanya agar lancar dan barokah ya, aamiin YRA.

Yogyakarta, 22 Maret 2016

Jam 19.00-21.18 WIB.

Sumber: http://encesurahman.blogspot.co.id/2016/03/tips-lolos-beasiswa-tesis-lpdp-kemenkeu.html

===========================================================

Ence Surahman, S.Pd merupakan Ketua Umum MITI KM 2016, S2 Tekonologi Pendidikan UNY, awardee beasiswa Tesis LPDP. Bagi yang mau konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi email [email protected] atau via DM twitter @encesurahman boleh juga via pesan ke Fb Ence Surahman Kedua.

18 Comments

  1. aprianti says:

    mohon maaf sebelumnya jika sudah mengganggu, saya aprianti mahasiswa pasca undip prodi pomosi kesehatan.
    jika Anda mengizinkan boleh kah saya meminta contoh essay Anda?
    terimakasih

  2. Nuryani says:

    terima kasih sudah mau berbagi pengalaman…semoga di tambahkan semangat, dan pantang menyerah sehingga urusan anda dilancarakan sama Allah SWT. amiiin……(*_*)

  3. Maryam says:

    Subhanalloh beruntung sekali ya anda….tapi bolehkah sy minta contoh essainya. Sy sih bukan org sience…tapi sy agamis..sy cuma ingin tau cara penyusunannya ajah. Terima kasih.

  4. Suardi says:

    Ceritanya sangat menginspirasi saya semakin yakin untuk apply,. Tapi kalau boleh bisa tidak saya melihat contoh file essainya terimakasih. Salam dari suardi mahasiswa pasca UNM Makassar

  5. citra dewi says:

    makasih mas informasinya bermanfaat sekali.saya sekarang sedang nyusunproposal dan berencana mau mengajukan pada bln februari tahun depan.

  6. inda idris says:

    terima kasih sudah mau berbagi, inspirasi sekali…rencananya saya juga mau mengajukan beasiswa ini mudah2an rezeki.

  7. Nisa says:

    Maaf saya ingin menanyakan, apakah tidak ada LGD?

  8. Hotdiana Nababan says:

    Terima kasih telah berbagi. Bolehkah saya mendapatkan contoh esainya

  9. Susanti says:

    terima kasih sudah berbagi informasi, semoga penelitiannya sesuai harapan dan pasti berkontribusi untuk pendidikan Indonesia. aamiin…

  10. rinwantin says:

    terimakasih share experience nya Kak,
    kalau semisal saya masih di semester 2 dan belum menyelesaikan semua teori kelas apa bisa ya?

  11. ratismar says:

    trimakasih banyak atas informasinya….menispirsi skli,,,

  12. Mohon maaf comment di sini tidak masuk ke notifikasi saya, bagi yang minat essaynya bisa hub via email seperti beberapa pembaca yang lain, terimakasih

    Ence Surahman

  13. Asif Ali Zamzami says:

    Assalamualaikum, sungguh sangat menginspirasi artikelnya.
    perkenalkan saya Ali, saat ini sedang studi pascasarjana di NTUST Taiwan. Apabila diperkenankan, saya bermaksud meminta contoh essay seperti yang di tawarkan diatas .
    Terimakasih,

    Ali

  14. Faqih says:

    Bro, sy rencana mau ikut seleksi ne. Kasi contoh outline jadwal penelitian desertasi dong..kan sy belum tau bulan apa biasanya kegiatan penelitian itu dimulai. Trus di buku pedoman sy blm liat ada persyaratan untuk menyertakan budgeting..apa harus dibikin ya? trmks.

  15. weri says:

    assalamualaikum terima kasih imunya.saat saya bingung mau menulis apa dengan essay yg akan saya buat,coba cari sana sini contoh dan pengalaman alhamdulillah ketemu sama blog ini.bisa dong ya kirimin contoh essaynya krn essay saya ambil tema yg sama

  16. Assalamualaikum… terimakasih atas tulisan nya sangat memotivasi…
    Saya mahasiswi pps UIN jambi,, jika di perkenankan bolehkah saya melihat contoh essay nya.. terimkasih

  17. rani says:

    ass. terimakasih sudah mau berbagi dan ini sangat bermanfaat bagi sy yang berencana untuk mendaftar beasiswa tesis.
    jika tidak keberatan sy ingin melihat essay saudara sebagai referensi penyususnan essay sy.
    terimakasih sebelumnya.
    wass.

  18. Elwitri Silvua says:

    Sangat menginspirasi sekali. maaf, saya boleh lihat contoh essaynya?
    saya ingin melihat cara penulisannya.
    terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now