Tips Lolos Beasiswa Tesis & Disertasi LPDP
31/03/2016
❗❗❗❗NEURON AWARD NEWS ❗❗❗❗
10/04/2016

TOEFL ITP

IDM (Internal Discussion for MITI KM) #2

Tanggal: 23 Maret 2016

Pemateri: Ayub, S.Pd.I (Awardee LPDP)

Tema: TOEFL Institutional Testing Program (ITP)

 

Sharing “Tips dan Trik Sukses TOEFL ITP”

 

IDM (Internal Discussion for MITI KM) yang kedua kali ini membahas tentang TOEFL (Test of English as a Foreign Language) ITP (Institutional Testing Program) yang merupakan salah satu jenis TOEFL PBT (Paper Based Test). TOEFL ITP berguna sebagai salah satu syarat untuk berbagai jenis beasiswa, salah satunya LPDP. Untuk LPDP, skor TOEFL ITP untuk magister dalam negeri minimal 500, sedangkan untuk magister luar negeri minimal 550.

TOEFL ITP terbagi atas tiga sesi. Yang pertama adalah listening section. Di sesi ini, kita akan mendengarkan sebuah percakapan, dan kemudian akan ada narator yang bertanya tentang isi percakapan tersebut. Tips untuk sesi ini adalah fokus dengan apa yang diucapkan oleh orang kedua di percakapan tersebut, karena biasanya pertanyaan yang muncul adalah mengenai ucapan orang kedua tersebut. Namun, yang paling penting adalah bukan fokus pada tips tersebut, melainkan lakukanlah pembiasaan dalam mendengar percakapan bahasa inggris. Kita bisa berlatih listening dari mendengarkan lagu, film, atau lecture di YouTube. Bahkan akan lebih bagus lagi jika kita mendengarkan lecture yang sesuai dengan bidang kita masing-masing. Carilah lecture tersebut di YouTube di channel kampus top dunia. Namun, terkadang ada baiknya juga jika kita mendengarkan topik lain di luar bidang kita masing-masing.

Sesi kedua adalah reading section. Saran saya adalah kita harus melakukan pembiasaan dalam membaca teks bahasa Inggris. Jika kita menulis sebuah paper, sebisa mungkin buatlah 80% referensinya berbahasa Inggris. Jika selama ini paper yang kita buat sudah mencapai 80% referensi berbahasa Inggris, kita bisa meningkatkannya menjadi 98%. Tips lain untuk reading section adalah, jika ada suatu tulisan yang panjang, carilah topik dari setiap paragraf terlebih dahulu, lalu langsung lihatlah ke soal—apakah yang ditanyakan. Jangan habiskan waktu dengan membaca teliti satu teks penuh karena hal tersebut kurang efektif.

Kemudian, sesi yang ketiga adalah tentang structure. Di sesi ini, kita diuji tentang kemampuan grammar kita. Bagian yang pertama adalah “fill the blank”. Di bagian itu, terdapat kalimat yang tidak lengkap, lalu kita disuruh untuk melengkapi kalimat tersebut. Bagian kedua adalah “spot the error”. Di bagian tersebut, kita diminta untuk mencari kata atau struktur yang salah dalam kalimat. Kuncinya adalah pastikan bahwa dalam suatu kalimat terdapat subject dan verb nya. Dalam structure ini, kita harus sering berlatih agar dapat mengerti dan memakai kalimat yang baik dan benar.

TOEFL populer di Amerika Serikat. Namun, kebanyakan kampus di Eropa mensyaratkan pelamar untuk menggunakan IELTS sebagai syarat masuk universitas. Universitas-universitas luar negeri rata-rata mensyaratkan TOEFL IBT (Internet Based Test), bukan TOEFL ITP. Namun, TOEFL ITP bisa kita jadikan sebagai latihan pemanasan sebelum mengambil tes TOEFL IBT yang notabene lebih variatif dan mahal, sehingga disayangkan bila nilai TOEFL IBT-nya kurang memuaskan jika tidak berlatih dahulu.

Demikianlah sharing tentang TOEFL ITP dari Saudara Ayub, S.Pd I. Semoga bermanfaat.

-Ditulis oleh Fitria Dewi Larassuci, S.Ked. (Staf Dept HLN MITI KM 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now