Tips mengisi pendaftaran online LPDP (Administrasi)
20/06/2016
How to Win LPDP Scholarship for Overseas Master Degree
11/07/2016

Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya dalam wawancara beasiswa paling kece di tanah air yaitu LPDP. Terhitung sudah hampir 2 tahun lalu saya menjalani seleksi beasiswa LPDP ini. Pada saat itu tanggal 18 november 2014 saya mengupload semua berkas yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan administrasi beasiswa ini. Setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi saatnya melanjutkan ke tahap seleksi substansi. Saya melaksanakan seleksi substansi di Gedung Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Karena peserta yang cukup banyak maka seleksi dilaksanakan selama 3 hari. Saya mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan wawancara pada hari pertama dan Leaderless Group Discussion (LGD) pada hari kedua. Mungkin teman-teman semua sudah mengetahui bahwa tahap seleksi substansial ini merupakan seleksi yang paling ketat dimana akan ada 3 seleksi yang dilakukan pada tahap ini yaitu wawancara, LGD, dan essay on the spot. Dua tahun lalu pada saat saya melaksanakan seleksi substansial ini belum ada yang namanya essay on the spot. Essay yang saya tulis hanyalah essay yang diupload pada saat seleksi administrasi. Akan tetapi pada saat ini saya hanya akan membahas pengalaman saya dan sedikit memberikan tips tentang salah satu seleksi substansi yaitu wawancara.

Siapkan jawaban terbaik pada pertanyaan yang sering keluar

Wawancara merupakan hal yang paling saya khawatirkan karena saya kadang merasa grogi berbicara di depan dewan juri secara formal. Di seleksi ini akan ada 3 orang juri yang akan bertanya selama kurang lebih 45 menit. Pada saat itu saya memiliki banyak teman yang sudah pernah mendaftar beasiswa LPDP dan melewati proses wawancara. Jadi saya memiliki pemikiran untuk bertanya kepada beberapa teman saya segala hal tentang wawancara seperti bagaimana proses wawancara berlangsung, pertanyaan apa saja yang keluar, dan durasi berapa lama, pakai baju apa baiknya, dll. Akhirnya setelah bertanya kepada 5 teman, saya mendapatkan daftar pertanyaan yang sering di tanyakan dewan juri. Kemudian saya mencoba untuk memetakan pertanyaan mana yang pasti keluar dalam proses wawancara dan mana yang situasional. Namun pada saat wawancara, dari sekian banyak list pertanyaan yang saya himpun, yang keluar hanya dua yaitu “kenapa kamu milih universitas A?” dan “Kedepannya kamu mau jadi apa?” mungkin kedua pertanyaan tersebut sering keluar di wawancara tapi jangan dijadikan patokan, karena pertanyaan pada saat wawancara semua tergantung interviewersnya. Secara general hal-hal yang ditanyakan kepada saya pada saat wawancara adalah mengenai pengalaman kita tentang wirausaha, kepemimpinan, dan rasa cinta kepada indonesia, bagaimana peran dan pengabdian kita ketika kita lulus kuliah nantinya dan juga INTEGRITAS pada saat wawancara saya sempat bingung makna dari integritas yang membuat proses wawancara terdiam selama 30 detik, akhirnya saya jawab sebisanya saja dengan menggabungkan makna kesetiaan dan keistiiqomahan.

Ketika berhadapan dengan pewawancara cobalah tatap matanya, yakinkan mereka bahwa kita memiliki konsep perubahan yang berguna bagi indonesia kedepan (contoh: tim sepak bola indonesia kan kalahan tuh, bagi lulusan jurusan olahraga bisa minta disekolahkan kepelatihan ke Inggris, atau spanyol yang tim sepakbolanya keren2 supaya bisa mengangkat kualitas sepakbola di Indonesia). Pokoknya perubahan yang nantinya dapat dirasakan dan diukur.

Jawab setiap pertanyaan dengan jujur

Pada saat wawancara juga diharuskan menjawab dengan jujur apa adanya. Kejujuran sangatlah penting karena dalam proses wawancara ini, LPDP sebenarnya ingin melihat diri kita lebih dalam dari pada hanya membaca essay yang kita buat. Daftar pertanyaan sebenarnya juga banyak yang berasal dari essay yang kita buat. Pada saat wawancara, saya merasa pertanyaan-pertanyaan yang dewan juri sampaikan sudah saya jawab semua pada essay yang saya buat, namun mereka tetap menanyakannya. Mungkin mereka ingin memastikan bahwa essay yang kita buat benar-benar original. Menurut informasi yang saya dapatan, komposisi dewan juri ketika wawancara berlangsung adalah 2 orang professor dan 1 orang psikolog. Tentu saja kehadiran psikolog ini pasti untuk menggali sisi pribadi kita dan juga dapat melihat apakan jawaban yang diberikan oleh pelamar merupakan jawaban yang jujur atau mengada-ada.

Bersikaplah tenang dan berpikir rasional

Dengan hadirnya sosok psikolog didalam dewan juri, pastinya banyak pertanyaan yang mengarah pada kehidupan pribadi si pelamar. Tidak sedikit saya melihat orang yang matanya berkaca-kaca ketika keluar dari ruang wawancara. Pada saat wawancara, saya ditanya mengenai keluarga saya, hubungan dengan orang tua dan adik, bahkan saya ditanyai pertanyaan yang sangat spesifik seperti: “Ketika kamu sedang menonton acara TV favorit mu, tiba-tiba adik kamu ingin menonton acara TV lain. Apa yang akan km lakukan?”. Disini saya harus bersikap bijaksana. Jawaban yang terbaik yang bisa saya pikirkan pada saat itu adalah: “Tentusaja saya akan mengalah untuk untuk adik saya dan berpindah ke TV yang lain karena saya memiliki 2 TV”. Saya tidak tahu apakah jawaban itu memuaskan dewan juri atau tidak namun saya hanya berpikir rasional dan mencoba menyelesaikan masalah tanpa timbul masalah lain. Saya bersyukur saya tidak terbawa emosi pada saat wawancara berlangsung karena pertanyaan-pertanyaan pribadi yang ditujukan ke saya tidak terlalu dalam. Namun, banyak juga teman saya yang di tanyai mengenai pacar, mungkin keberlangsungan LDR ketika di tinggal kuliah di luar negeri, hubungan degan suami/istri, lalu kemungkinan apabila mendapat jodoh ketika proses studi berlangsung dll yang dapat membuat emosional. Persiapkanlah mental dirimu utuk selalu bersikap tenang dan rasional dalam menjawab setiap pertanyaan.

Demikianlah beberapa tips sederhana dari saya dalam menghadapi seleksi wawancara LPDP. Semoga bisa bermanfaat. Terima kasih.

by Jeffry Darmawan (Staff HLN)

1 Comment

  1. eko susanto says:

    inspiring sekali mas jef,,,, insya allah saya menyusul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now