SWU “Share With Us” Edisi Kedua MITI Klaster Mahasiswa
20/12/2013
Program Hibah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) MITI 2014
31/12/2013

Panitia & Peserta berfoto bersama Dr. Edi Sukur

Samarinda [MITI KM NEWS] – Ada yang berbeda di auditorium Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (UNMUL). Pada hari itu terlihat ramai mahasiswa dari berbagai fakultas mengisi gedung tersebut bahkan beberapa terlihat mengenakan jaket almamater selain UNMUL. Ada apakah gerangan? Berdasarkan spanduk yang sudah terlihat sejak masuk gerbang UNMUL, ternyata keramaian tersebut dikarenakan sedang dilaksanakannya rangkaian kegiatan Temu Wilayah Kalimantan MITI KM dalam tajuk Cendekia Fair 2013 yang diselenggarakan oleh MITI KM feat UKM Lesehan Cendekia Universitas Mulawarman.

Rangkaian Kegiatan Cendekia Fair 2013 ini sebenarnya telah dimulai sejak satu bulan sebelumnya, yaitu Sayembara Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional dengan tema “Merangkai Teknologi/Sistem Yang Ramah Lingkungan Untuk Masyarakat Indonesia”. Ada  45 tim yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam ajang kompetisi ini yang kemudian berdasarkan penilaian dari juri terpilih 5 tim finalis yang diundang ke UNMUL untuk mengikuti babak final untuk mempresentasikan hasil karya mereka dihadapan dewan juri. Acara puncak Cendekia Fair 2013 ini berlangsung selama dua hari, dengan agenda pada hari pertama adalah Seminar IPTEK, Workshop Karya Tulis Ilmiah dan presentasi finalis Sayembara Karya Tulis Ilmiah. Sedangkan untuk hari kedua diisi dengan Seminar Beasiswa dan Training Lembaga Akademis.

Sebelum acara Seminar Iptek dimulai pada hari pertama, kegiatan diawali dengan acara pembukaan Cendekia Fair 2013. Dengan dipandu oleh MC bilingual, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang, acara pun dimulai pada pukul 09.00 WITA. Setelah pembukaan dengan mendengarkan tilawah Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Doa, sambutan pertama disampaikan oleh ketua panitia, Ahmad Efendi. Mahasiswa Fakultas Farmasi UNMUL tersebut menyampaikan perihal penyelenggaraan kegiatan mulai dari masa persiapan hingga hari H, dan juga pasca kegiatan selesai. Sambutan berikutnya disampaikan oleh M. Zia Anggiawan, Koordinator Wilayah Kalimantan MITI KM yang dalam hal ini mewakili Ketua MITI KM yang tidak berkesempatan menghadiri kegiatan tersebut. Setelahnya sambutan disampaikan oleh Bapak Widi Sunaryo, M.Si.,Ph.D sebagai perwakilan dari Rektorat sekaligus membuka Cendekia Fair 2013 secara resmi. Acara dilanjutkan dengan Grand Launching UKM Lesehan Cendekia Universitas Mulawarman yang disampaikan oleh Andi Asri. Hari Sabtu yang jatuh pada tanggal 14 Desember 2013 tersebut akan menjadi hari bersejarah bagi UKM Lesehan Cendekia ini karena di hari inilah akan dicatat sebagai hari lahirnya UKM yang bergerak dalam pengkajian dan penelitian tersebut.

Seminar IPTEK yang bertemakan “Pendayagunaan IPTEK Untuk Kesejahteraan Masyarakat” disampaikan oleh Dr. Edi Sukur. Direktur PT Edwar yang menyelesaikan pendidikan S1 – S3 nya di Jepang tersebut banyak menyampaikan perihal urgensi pengembangan teknologi di Indonesia. Latar belakang kenapa ia pulang ke Indonesia dan membangun perusahaan bersama Pak Warsito adalah dalam rangka ingin menunjukkan bahwa Indonesia pun mampu untuk bersaing di bidang teknologi dalam kancah dunia international. Hal ini ditunjukkan dari nama perusahaan yang ia dirikan-“Edwar”, selain menunjukkan akronim pendirinya yaitu Edi dan Warsito, Edwar juga bisa disarikan dari kata “aid” yang berarti “suci” dan “war” berarti “perang”, sehingga Edwar bisa juga diartikan dengan Perang Suci untuk memajukan IPTEK di Indonesia. Dr. Edi Sukur yang akrab disapa Sensei juga banyak menjelaskan tentang hasil-hasil penelitian yang dilakukan yang memberi kebermanfaatan terhadap masyarakat, seperti teknologi  pembunuh sel kanker yang telah banyak dirasakan kebermanfaatannya oleh banyak orang, khususnya penderita kanker. Kemudian beliau juga berpesan agar kita jangan terlalu instan dalam menyelesaikan masalah melalui IPTEK tetapi harus ditelaah dulu secara komprehensif perumusan masalahnya sehingga tercipta teknologi tepat guna untuk menyelesaikan masalah tersebut. Begitulah kaidah riset adanya, melalui tahapan saintifik, sehingga hasil produk riset tidak asal-asalan tetapi sebagai solusi atas problematika yang ada dalam masyarakat.

Setelah istirahat, sholat dan makan, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Karya Tulis Ilmiah oleh Pak Fajar Prasetya, yang juga merupakan salah satu Dewan Pembina UKM Lesehan Cendekia. Beliau menyampaikan bagaimana menumbuhkan semangat dalam menulis dan meneliti karena tanpa ada semangat dan niat mustahil penelitian dan tulisan dapat diselesaikan walau memiliki segudang teori. Selain itu juga disampaikan bagaimana memunculkan ide-ide dalam meneliti, yang semuanya berawal dari kepekaan terhadap masalah yang ada disekitarnya. Sejatinya riset hadir untuk menyelesaikan permasalahan, kepekaan dalam menemukan masalah menjadi awal untuk bisa memunculkan tema-tema penelitian. Pak Fajar yang juga dosen Unmul ini juga menyampaikan teori-teori dalam menyusun kepenulisan dalam penelitian. Sehingga setelah acara ini selesai para peserta workshop diharapkan memiliki semangat dan motivasi tinggi untuk menulis dan meneliti, yang kemudian juga diikuti dengan pemahaman bagaimana menyusun karya tulisnya tersebut secara baik dan benar.

Agenda pada hari pertama diakhiri dengan presentasi Finalis Sayembara Karya Tulis Ilmiah, yang pada kesempatan kali ini 5 tim finalis tersebut berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta (2 tim), Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Medan dan Sekolah Tinggi Sangata. Masing-masing peserta penyampaikan karya tulis mereka dalam durasi waktu 15 menit dan dilanjutkan tanya jawab dengan dewan juri. Presentasi finalis KTI ini dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh peserta seminar dan audience pun diberi kesempatan untuk bertanya jika masih tersedia waktu lebih. Para finalis menampilkan karya mereka dengan baik dan ide-ide yang ditunjukkan juga brilliant sehingga hal ini tentunya sedikit menyulitkan juri siapa yang layak untuk menjadi pemenang. Bagaimanapun juga tetaplah harus dipilih 3 yang terbaik dari mereka yang berhak untuk mendapatkan hadiah senilai 3 juta rupiah untuk juara I, 2 juta rupiah untuk juara II dan 1 juta rupiah untuk juara III. Pengumuman pemenang disampaikan saat acara penutupan Cendekia Fair 2013 pada besok harinya.

Memasuki hari kedua Acara Puncak Cendekia Fair 2013, sedari pagi terlihat peserta sudah ramai berdatangan ke Auditorium Fakultas Kehutanan, tidak sabar untuk mengikuti agenda hari kedua. Pada hari kedua ini acaranya adalah Seminar Beasiswa bersama Pak Toni Dwi Susanto, Ph.D., Talkshow Pengalaman Beasiswa dan Training Lembaga Akademis pada siang harinya. Pak Toni yang telah mengecap memperoleh beasiswa di lebih 5 negara ini banyak memberikan motivasi dan inspirasi kepada para peserta seminar. Karena memang semuanya berawal dari motivasi dan keyakinan itu sendiri, tidak akan mungkin bisa menggapai cita-cita mendapatkan beasiswa jika tidak ada motivasi dan keyakinan untuk mampu mencapainya. Kemudian, dengan profesinya yang juga sebaga reviewer beasiswa Dikti, Pak Toni banyak memberikan bocoran-bocoran serta tips-tips bagaimana agar bisa lolos dalam tahap seleksi untuk memperoleh beasiswa. Juga disampaikan bagaimana dengan baik dan benar mempersiapkan persyaratan-persyaratan dalam mengajukan beasiswa dan juga bagaimana kiat sukses interview seleksi beasiswa tersebut. Semua disampaikan dengan mengasyikkan karena diselingi oleh cerita-cerita lucu pengalamannya saat berjuang memperoleh beasiswa dulunya.

Panitia & Peserta berfoto bersama Dr. Edi Sukur

Panitia & Peserta berfoto bersama Dr. Edi Sukur

Selesai pemaparan dan motivasi dari Pak Toni, masih dengan tema yang sama tapi dengan format yang berbeda acara dilanjutkan dengan sesi Talkshow Pengalaman Beasiswa. Ada 4 narasumber yang dihadirkan yaitu Pak Toni sendiri, Sensei  Edi Sukur dan dua orang dosen dari UNMUL yaitu Pak Widi Sunaryo dan Ibu Nurhasanah. Dengan dipimpin oleh moderator yaitu Ketua Lesehan Cendekia, dialog berlangsung hangat dan menginspirasi. Dari masing-masing narasumber menceritakan bagaimana pengalaman mereka saat memperoleh beasiswa, mulai dari usaha untuk mendapatkan beasiswa, hingga bekerja part time di negeri orang. Dari audience pun berebutan untuk bisa menyampaikan pertanyaan kepada masing-masing narasumber, namun sayang karena keterbatasan waktu tidak semua peserta yang bisa dilayani. Sesi talkshow yang menginspirasi ini ditutup dengan closing statement dari masing-masing narasumber yang semakin memberikan motivasi kepada para audience untuk mulai mempersiapkan diri meraih mimpi memperoleh beasiswa yang diingini.

Setelah penyerahan cenderamata kepada masing-masing narasumber seminar & talkshow beasiswa, disampaikan hasil pemenang Sayembara Karya Tulis Ilmiah yang langsung disampaikan oleh salah satu Dewan Juri, Juara I diraih oleh dari Tim UNY, juara II dari Unimed dan Juara III dari UNS. Masing-masing mereka berhak untuk hadiah sebesar 3 juta rupiah untuk juara I, 2 juta rupiah dan 1 juta rupiah bagi juara II dan III. Setelah hiruk pikuk pengumuman pemenang lomba tersebut, juga disampaikan perkenalan MITI KM melalui video company profile MITI KM oleh Korwil Kalimantan MITI KM M. Zia Anggiawan. Selanjutnya disosialisasikan agenda-agenda MITI KM dalam rangkaian kegiatan Gebyar Inovasi Pemuda Indonesia (GIPI) yang acara puncaknya akan diselenggarakan di UGM, Yogyakarta pada bulan Maret nanti.

Memasuki agenda terakhir dari Temwil Kalimantan dalam tajuk Cendekia Fair 2013 ini, yaitu Training Lembaga Akademis yang disampaikan oleh Suci Latifah, Staff Departemen Jaringan dan Kemitraan MITI KM. Kegiatan ini hanya teruntukan bagi pengurus lembaga akademis di sekitaran kampus Universitas Mulawarman, yang terdiri dari Kelompok Studi Universitas, Kelompok Studi Fakultas dan juga Himpunan Mahasiswa Jurusan. Suci Latifah yang saat mahasiswanya pernah menjadi Wakil Direktur Forces IPB tersebut menyampaikan tentang urgensi lembaga akademis di kampus, jenis-jenis lembaga akademis, tahap pendirian dan perkembangan lembaga akademis, hingga penjelasan tentang elemen-elemen pokok yang harus ada dalam lembaga akademis. Antusias peserta terlihat dengan banyaknya peserta yang bertanya kepada pembicara lulusan IPB tersebut. Tidak hanya bertanya, peserta juga bercerita tentang berbagai problematika yang ada dalam lembaganya dan meminta masukan kepada Suci agar pengelolaan lembaganya menjadi lebih baik dan ideal. Selain menyampaikan secara teoritis bagaimana pengelolaan lembaga akademis yang baik, Suci juga sharing tentang pengalamannya saat mengelola lembaga Forces IPB ketika  masih mahasiswa dulu, sehingga para peserta pun memiliki gambaran lebih jelas bagaimana mengelola lembaga yang baik. Di akhir sesi Training Lembaga Akademis ini juga disampaikan beberapa informasi mengenai agenda-agenda dan layanan dari Departemen Hubungan Luar Negeri MITI KM.

Setelah Training Lembaga Akademis tersebut, dilanjutkan dengan Penandatanganan MOU Kemitraan antara MITI KM dengan lembaga akademis yang ada di Kalimantan. Pada Temwil Kalimantan 2013 ini, MITI KM secara resmi bermitra dengan 6 Lembaga Akademis yang berasal dari Universitas Mulawarman dan IAIN Antasari Banjarmasin.

Tepat pada pukul 16.00 WITA, secara resmi Temu Wilayah Kalimantan MITI KM dalam tajuk Cendekia Fair 2013 resmi ditutup oleh Korwil Kalimantan MITI KM. Dua hari yang berkesan tersebut diakhiri dengan sesi foto-foto para Peserta, Panitia dan perwakilan Pengurus MITI KM.

Majulah MITI KM..!!! Jayalah IPTEK Indonesia..!!! [MZA/MIF]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now