TEMWIL Jabalnusra Dalam Rangkaian Acara Seminar & Lokakarya IPTEK Mahasiswa
17/01/2014
Pengumuman Kelulusan Seleksi Administrasi MPC 2014
25/01/2014

Kendari [MITI KM NEWS] – Penguatan lembaga kemahasiswaan merupakan salah satu program Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia Klaster Mahasiswa (MITI KM) periode 2013/2014 yang paling urgen untuk dilaksanakan. Program yang dikemas dalam Temu Wilayah MITI tiap regional ini dilaksanakan pada rentang waktu November 2013 hingga Februari 2014. Termasuk pula diantaranya yaitu Temu Wilayah MITI KM regional Sulawesi yang dilaksanakan pada 13-14 Januari 2014 tepatnya dilaksanakan di bagian tenggara Pulau Sulawesi, Universitas Halu Oleo, Kendari.

892784_592596020795250_1925525676_o

Kegiatan yang mengusung tema “Masyarakat Ilmiah untuk Indonesia Madani” tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Pekan Ilmiah LSIP 2013 yang merupakan kegiatan rutin setiap tahun oleh Lingkar Studi Ilmiah Penalaran FKIP Universitas Halu Oleo (LSIP FKIP UHO). Pertemuan dua item program tersebut terjabar dalam beberapa item kegiatan, di antaranya: Seminar Nasional Sosiotechnopreneurship, Workshop Beasiswa Dalam dan Luar Negeri, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional dan Lomba Tulis Esai Nasional tingkat Mahasiswa, Lomba Karya Tulis Ilmiah Regional Sultra dan Lomba Tulis Esai Regional Sultra tingkat siswa, Training Kelembagaan Akademik, Training Riset, Sarasehan Wilayah, dan Diskusi kewilayahan. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan suplemen yang didesain guna membangkitkan semangat keilmiahan, khususnya pada ranah kelembagaan akademik dan penalaran yang berada pada region Sulawesi.

Bertolak dari Bandara Haluoleo, Kendari, menuju tempat kegiatan, pengurus MITI yang diwakili oleh Head of Regional Advisory Department, Rhestu Isworo, S.TP. dan Head of Fund Raising (FR) Department, Ahmad Ufuwan, SE. menemani pertemuan pertama peserta temwil dalam Sarasehan Wilayah yang dilaksanakan Kamis malam, 12 November 2013 pukul 20.30 WITA di Penginapan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sultra. Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan kampus dari penjuru Sulawesi, di antaranya: Universitas Hasanudin Makassar, STIKES Nani Hasanudin Makassar, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Dayanu Ikhsanudin Bau-Bau, Universitas Sembilan belas November Kolaka, STIKES Mandala Waluya Kendari, STAIN Sultan Kaimudin Kendari, Universitas Muhammadiyah Kendari, dan sebagai tuan rumah Universitas Halu Oleo Kendari. Acara yang berlangsung akrab ini merupakan momen perkenalan masing-masing perwakilan kampus sebagai calon mitra bersama pengurus MITI KM yang hadir.

Hari pertama kegiatan, tepat pada hari Jum’at, 13 November 2013, dilangsungkan pembukaan yang bertempat di Aula FMIPA Universitas Halu Oleo. Mengawali pembukaan, tim Laskar Sastra UHO tampil dengan alat musik gambus yang diiringi dengan alunan pantun khas Kabupaten Muna (Kabanti) dilanjutkan dengan Musikalisasi Puisi karya Amir Hamzah “Padamu Jua” menghibur para peserta yang tampak mulai memadati tempat kegiatan. Melewati beberapa sambutan, bunyi dentuman gong pun menandai Temu Wilayah Sulawesi MITI KM dan Pekan Ilmiah LSIP 2013 telah dibuka.

1397432_592594610795391_803620732_o

Workshop Beasiswa merupakan kegiatan pembuka dalam acara ini. Peserta yang berjumlah sekitar 100 mahasiswa adalah peserta dari beberapa kampus, sekolah, dan lembaga kepemudaan yang ada di Sulawesi Tenggara. Titisari Dian Pertiwi, S.Pi., M.Sc. selaku pemateri tunggal dalam workshop ini fokus pada pembahasan seputar beasiswa di luar negeri khususnya di beberapa negara Eropa dan Asia. Alumni S2 Double Degree Universitas Brawijaya dan National Sun Yat Sen University, Kaohsiung, Taiwan, ini memamparkan materi yang diberi judul “Let’s Study Abroad”. Materi ini berisikan tentang tips-tips untuk memperoleh beasiswa, jenis beasiswa, termasuk memerikan gambaran tentang keseimbangan hidup ketika berada di luar negeri sebagai pelajar maupun sebagai pekerja. Workshop ini diakhiri dengan menyinergiskan peluang lanjut kuliah ke luar negeri dengan salah satu program dari Hubungan Luar Negeri (Head of International Relation (IR) Department)  MITI KM yaitu Youth Connecting. Semangat mengikuti program tersebut terlihat dengan beberapa pertanyaan dari peserta workshop untuk mengetahui link dari program yang dimaksud.

Pasca Shalat Jum’at berjamaah di Masjid La Ode Malim UHO, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari peserta Temu Wilayah Sulawesi MITI KM yang berpusat di Aula FMIPA UHO dan kelompok kedua terdiri dari peserta LKTIN tingkat mahasiswa dan LKTIR tingkat Siswa SMA/MA yang dipusatkan di Aula FKIP UHO.

Training Kelembagaan Akademik dan Training Riset mengisi agenda siang hari peserta Temwil. Bertindak sebagai pemateri pertama yaitu  Ahmad Ufuwan, SE dalam Training Kelembagaan. Training ini mencakup materi analisis SWOT terkait pembentukan lembaga akademik, pengelolaan lembaga akademik, serta peningkatan sumber daya anggota sebagai tonggak utama lembaga akademik di kampus. Materi singkat yang berlangsung sekitar 60 menit dihidupkan dengan dengan pembentukan tiga kelompok yang membahas masing-masing permasalahan yang diberikan. Waktu yang sangat singkat tersebut dianggap masih kurang oleh para peserta diskusi mengingat banyaknya persoalan yang dialami oleh kampus yang bersangkutan. Hal ini disebabkan karena masih banyaknya kampus yang belum memiliki lembaga akademik disertai kurangnya sumber daya anggota yang mumpuni di setiap kampus yang ada.

Upaya peningkatan kualitas itupun dilanjutkan dengan kegiatan training riset yang disampaikan oleh Rhestu Isworo, S.TP.  sebagai Koordinator Pembinaan Wilayah MITI KM. Riset yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas mahasiswa dijelaskan secara terperinci guna meningkatkan budaya riset, output riset, pengelolaan jaringan riset, hingga pada tataran aplikasi atau pengabdian masyarakat. Pendanaan penelitian pun tak luput dari paparan materi training ini, termasuk di dalamnya adalah Pekan Kreativitas Mahasiswa dan Hibah Tahunan MITI.

Sejalan dengan kedua training tersebut, di Aula FKIP UHO, tak kurang dari 40 peserta LKTI bersiap melakukan persentase. Finalis tingkat mahasiswa berasal dari Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Pertanian Bogor, dan 2 tim dari Universitas Brawijaya. Adapun Finalis tingkat Siswa SMA/MA berasal dari SMAN 2 Raha, MAN Kolaka, dan 3 tim dari SMAN 2 Kendari. Persentase LKTI yang mengususng tema “Eksistensi Budaya Lokal menuju Kemandirian Bangsa” ini berlangsung cukup menarik dengan beberapa produk-produk penelitian yang sengaja dibawa oleh peserta dalam persentase tersebut. Tiga juri yang mengawal presentase ini adalah Dr. Hj. Sri Wahyuni, M.Si., Dr. Kadir, M.Pd., dan Dr. Amirudin Rahim, M.Hum. yang merupakan dosen dan peneliti di Universitas Halu Oleo.

Malam harinya yang disertai dengan gerimis hujan, kegiatan dilanjutkan dengan beberapa sharing information terkait kelembagaan MITI sebagai calon mitra lembaga akademik yang hadir. Beberapa informasi yang disampaikan tersebut terkait peluang bermitra dengan MITI dan item-item program MITI yang dapat diikuti secara personal oleh peserta terkait pengembangan IPTEK di Indonesia.

Hari kedua, Sabtu, 14 Desember 2014, agenda temwil pun diisi dengan Seminar Nasional Sosiotechnopreneurship oleh Dr. Ing. Muhammad Abdul Kholiq, M.Sc. sebagai perwakilan dari MITI dan Syam Rahadi, S.Pt., MP. sebagai perwakilan P2KPN UHO. Sebagian peserta ikut berpartisipasi dalam kegiatan dengan berbagi cerita tentang entreprenur yang digelutinya selama di kampus maupun rencana-rencana mereka ke depan. Seminar ini pun menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk mengembangan entrepreneur di bidang teknologi guna peningkatan IPTEK di Indonesia.

Guna melengkapi informasi seputar blue print MITI KM periode 2013/2014, pasca seminar diadakan sosialisasi program MITI KM di tahun 2014 yang dicanangkan oleh departemen yang ada di MITI KM. Acara pun dianjutkan dengan pengumuman hasil LKTI tingkat siswa dan mahasiswa. Hardika Dwi Hermawan dkk. selaku perwakilan Universitas Negeri Yogyakarta dan Dedhy Setyadi selaku perwakilan SMAN 2 Kendari tampil sebagai juara I LKTI tmasing-masing pada tingkat mahasiswa dan siswa SMA. Pengumuman ini juga menandai penutupan Pekan Ilmiah LSIP 2013 dan Temu Wilayah Sulawesi MITI KM secara formal.

Agenda field trip yang direncanakan ba’da dzuhur sempat tertunda satu jam karena hujan deras yang mengguyur Kota Kendari. Field trip pun dilaksanakan pukul 14.00 WITA dengan tujuan rumah makan. Sinonggi sebagai salah satu dari empat makanan khas Sultra yang dicanangkan Pemkot Kendari dalam program Cinta Sikkato (Sinonggi, Kasuami, Kambuse, Kabuto) menjadi santapan makan siang bersama. Makanan yang terbuat dari sagu yang diaduk dengan campuran air hangat ini sempat membuat peserta terselek karena belum terbiasa dengan tekstur sinonggi yang khas. Meskipun demikian, mayoritas peserta yang masih satu pulau tersebut tampak menikmati hidangan dengan lahap yang dicampur dengan Pallu Mara dan Sayur Bening.

Sempat berfose bersama di Tugu Persatuan Kota Kendari dan shalat berjama’ah di Masjid Agung Al Kautsar, field trip berakhir di pusat oleh-oleh khas Kendari. Malam harinya pun kembali diisi dengan diskusi wilayah berkenaan dengan kondisi lembaga akademik  tiap kampus dan upaya pembentukan lembaga akademik pada kampus-kampus yang belum memiliki lembaga akademik. Turut hadir juga pada malam itu, Dr. Ing. Muhammad Abdul Kholiq, M.Sc. untuk berbagi cerita tentang pengalaman kuliah S1 hingga S3 ke luar negeri serta setitik motivasi untuk tetap membangun negeri meskipun harus menimbah ilmu ke luar negeri.

1492514_592595154128670_1796223238_o

Dua hari yang terlewati dengan penuh persaudaraan tersebut semoga tetap melecut semangat untuk membangun negeri khususnya dalam mengembangkan keilmuan dan budaya ilmiah di Indonesia. [RES/MIF]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now