Innovator Forum “Teknologi Tepat Guna untuk Akselerasi Industri & Wirausaha Lokal”
06/10/2015
Bersama Wujudkan Ketahanan Pangan Lokal Indonesia
12/10/2015

7

Gorontalo [MITI KM News] – Bertempat di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo pada hari Sabtu tanggal 10 Oktober 2015l, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo bekerjasama dengan Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Klaster Mahasiswa mengadakan talkhow membahas tentang Teknologi Pangan Lokal dengan tema “Pemanfaatan Teknologi dalam Mendukung Pangan Lokal Sebagai Daya Saing Bangsa. Menghadirkan tiga Pemteri dari latar belakang yang berbeda: Pemerintah, akademisi dan praktisi. Kegiatan yang dihadiri tidak kurang dari 250 peserta ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran dan perhatian pemerintah mengenai pangan lokal, peran akademisi dalam mendukung pengembangan pangan lokal serta seberapa pentingnya teknologi dalam menunjang pangan lokal serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga pangan lokal.

_MG_0241

Dalam sambutannya ada pembukaan acara Presiden BEM Universitas Gorontalo, Ahmad Hiola, menyatakan bahwa BEM sangat sepakat dengan gerakan GPL dengan tujuan agar mahasiswa sebagai generasi penerus mampu menghadapi MEA dengan inovasi dan tentunya untuk kemajuan daerah Gorontalo. Seiring dengan pernyataan Presiden BEM Universitas Gorontalo, Gubernur Gorontalo, diwakili oleh Kepala Badan Pusat Ketahanan Pangan Gorontalo dalam sambutannya sekaligus membuka acara mengatakan bahwa pangan menyangkut kebutuhan dasar manusia dan wajib dipenuhi oleh negara dan pemerintah. Defenisi ketanahanan pangan UU no 12 thn 2012 terasa berat untuk dipenuhi karena pangan bukan hanya berbicara tentang kestersediaan makanan saja. Disamping itu, saat ini Gorontalo tengah menghadapi kemarau yang berdampak pada turunnya daya beli masyarakat. Karena rata-rata masyarakat di Gorontalo 80% petani maka pemerintah menerapkan beberapa kebijakan dalam menghadapi musim kemarau ini, diantaranya: kebijakan operasi pasar, cadangan beras pemerintah sebanyak 100 ribu ton yg diperuntukkan untuk wilayah yg mengalami kekeringan. Dari sisi pangan kita masih didominasi beras, padahal beras bukan satu-satunya kebutuhan pangan. Pangan bukan hanya tersedia tapi harus bergizi dan terjangkau oleh masayarakat.

Talkshow yang menghadirkan  Prof. Dr. Nelson Pomalingo, M.Pd dalam pemaparannya mengatakan bahwa problematika bangsa salah satunya adalah ketahanan pangan. Banyak pangan yang kita impor, beras, sapi, rempah-rempah lainnya masih impor. Artinya produksi pangan kita belum memenuhi. Adapun kategori gizi buruk, Gorontalo rangking 24 dari 34 provinsi, artinya pangan kita tidak baik. Salah satu upaya produktivitas adalah mendorong segala sektor, bukan hanya di pertanian saja, tapi harus melirik perternakan karena dahulu Gorontalo pernah mensuplai ternak ke kalimantan. Bapak Dlpl. Ing. MM. Hendi Sukamso sebagai seorang peneliti mengungkapkan pentingnya teknologi tepat guna karena produk-produk pangan dan hasil pertanian bersifat mudah rusak, produk yang mudah rusak tersebut biasa diolah menjadi aneka produk bahan olahan yang aman, awet, layak dikonsumsi manusia, sehingga tidak akan terjadi kehilangan atau pemborosan.

Kegiatan ini nantinya akan berlanjut pada tanggal 18 Oktober 2015 dengan kampanye bertajuk Local Food Day yang serentak dilaksanakan di 10 kota besar lainnyal. [ZUL/MIF]

 

Comments are closed.

Buy now