How to get Turkiye Burslari Scholarship
22/02/2018
Fatahillah Researchers for Science Humanity (Fresh) UIN Jakarta 2018 Adakan Launching Klinik Riset Bersama MITI KM
23/02/2018

“Share with Us (SWU)” kembali hadir dalam ruang diskusi online dengan tema “Jurnal Ilmiah: Referensi Pengetahuan Jaman Now”. SWU yang ke-4 yang dimoderatori oleh Aprilia Handayani, S. Pd mengupas tentang jurnal yang bisa dijadikan rujukan dalam menulis karya-karya ilmiah berkualitas. Untuk menciptakan karya ilmiah dengan kualitas baik, maka sumber jurnal yang dirujuk harus baik kualitasnya. Tema ini didiskusikan bersama seorang pakar yang telah berpengalaman di “dunia jurnal”, Ali Rahmat, S. P. M. App.Sc., kandidiat doktor di Gifu University, Jepang.
‘Kak Ali’ begitu beliau disapa, memaparkan bahwa jurnal ilmiah adalah publikasi berkala yang ditujukan untuk memajukan dunia ilmu pengetahuan (sains), biasanya dengan melaporkan penelitian terbaru. Penulisnya adalah ilmuwan aktif seperti mahasiswa, peneliti, professor dan jurnalis profesional. Karena ini merupakan jurnal ilmiah, maka harus memenuhi syarat sebagai tulisan yang ilmiah, yaitu logis, sistematis, objektif, lengkap, lugas, seksama, jelas, kebenarannya dapat diuji, terbuka, berlaku umum, menggunakan bahasa ilmiah dan bahasa tulis yang lazim, serta tuntas dalam pembahasan masalah. Kak Ali juga menginformasikan jenis-jenis jurnal ilmiah berdasarkan Ristekdikti secara detail, baik jurnal nasional maupun internasional. Selain itu, Kak Ali juga mengenalkan tentang Jurnal Predator, jurnal yang diterbitkan dengan tujuan utamanya adalah bisnis untuk menghasilkan uang bagi penulis jurnal, meskipun harus mengabaikan etika ilmiah.
Program diskusi rutin dari Departemen RIPI MITI KM ini dibanjiri dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Seperti yang ditanyakan Ria, mahasiswa Universitas Bung Hatta, akan banyak sekali jurnal yang berkaitan dengan teori yang dicari, lalu bagaimana cara melihat bahwa teori tersebut benar-benar kredibel. Kak Ali membagi tipsnya yaitu dengan mencari jurnal terbaru, sebagai pengembangan paling muktahir dan terindex Scopus atau Web of Science, karena kualitasnya bagus. Berkaitan dengan kualitas, salah satu peserta menanyakan tentang Q1-Q6 pada standar tata kelola jurnal nasional. Kak Ali menyampaikan bahwa Q1-Q6 menunjukkan tingkatan kualitas juranl dari pengelolaan hingga kualitas tulisan artikel-artikelnya. Semakin kecil Q-nya (Q1) kualitasnya semakin baik dan semakin selektif dalam menerima tulisan yang akan dipublikasi. Penjelasan ini disambung oleh pertanyaan dari peserta lainnya, “Bagaimana cara mengetahui jurnal itu Q1 atau Q lainnya?”. Kak Ali menyatakan bahwa jarang homepage yang menunjukkan tingkatan Q-nya. Jika Scopus, Kak Ali mengarahkan untuk membuka web scimago.org, kemudian cari nama jurnalnya dan akan ada keterangan Q pada jurnal tersebut.
Diskusi yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Februari 2018 dengan 244 peserta ini berjalan dengan suasana antusiasme yang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari pertanyaan yang diajukan kepada pembicara dalam jumlah yang cukup banyak. Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga berasal dari mahasiswa berbagai kampus, sebagai insan cendikia yang sangat akrab dengan karya-karya ilmiah. Oleh karena itu, dengan adanya diskusi ini dapat menambah wawasan tentang jurnal ilmiah yang akan mempengaruhi kualitas tulisan-tulisan ilmiah ke depannya. (rh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now