Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
13/10/2013
IDUL ADHA 1434 H
14/10/2013

Semarang (MITI KM News) – Sabtu, 12 Oktober pukul 08.00 merupakan momentum berharga bagi Unitas RKIM (Riset dan Karya Ilmiah) UB, Lembaga Riset Fakultas Se-Brawijaya (ARSC Fakultas Teknologi Pertanian, LSIM Fakultas Kedokteran, K-RISMA Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, BEM VOKASI, REST Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, FONETIK Fakultas Ilmu Budaya, CHERR Fakultas Teknik, RITMA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan DEPIMVET Program Kedokteran Hewan), SIM UNS, KEMENRISET BEM KM UNDIP, NASAFOR (Nano Sains Forum), dan MITI KM (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia Klaster Mahasiswa) JADIY. Pasalnya, pada pukul 08.00, merupakan waktu kedatangan Unitas RKIM UB di Universitas Diponegoro, Semarang. Kedatangan ini merupakan sebuah kedatangan yang diniati dengan bersungguh-sungguh untuk mencari ilmu, sehingga perjalanan dari Kota Malang menuju Undip Kampus Tembalang di Semarang menjadi tidak terasa.

NASAFOR yang merupakan salah satu perkumpulan teknologi nano tingkat mahasiswa ini sangat terkenal karena beberapa alat yang ditemukannya. Salah satu alat yang diciptakan NASAFOR adalah alat pemanas air alat pemanas air yang berfungsi sebagai pembunuh bakteri, penjernih, dan pemanas untuk skala rumah tangga. Alat yang diciptakan tersebut berhasil memasukkan beberapa anggota NASAFOR dalam acara PIMNAS di UNRAM.

Acara dibuka mulai pukul 08.15 dengan sambutan dari Bapak Agus Subagiyo, Pembantu Dekan I FSM (Fakultas Sains Matematika) Undip. Acara yang berlangsung sampai sore hari dibuka dengan khidmat oleh Bapak Agus dengan bacaan Basmalah. Kemudian dilanjutkan dengan materi dan sharing kelembagaan, dan nano. Materi kelembagaan disampaikan oleh Khoirul Adib selaku Menteri Riset BEM KM UNDIP, dan Izzur Rozabi selaku Direktur Unitas RKIM. Materi nano disampaikan oleh Imam selaku Ketua NASAFOR.

Materi kelembagaan dan nano dilanjutkan dengan diskusi yang cukup seru dan membuat peserta terus saling menggali informasi dari masing-masing universitas. Pertanyaan dari Universitas Brawijaya tentang Program Kerja (proker) Kemenriset BEM KM UNDIP yakni Indonesia Berinovasi merupakan salah satu proker andalan mereka menjadikan Universitas Brawijaya tergerak untuk mengadopsi proker ini. Sementara itu, beberapa pertanyaan dari Universitas Diponegoro kepada Direktur RKIM tidak terlampau jauh dari sekilas tentang PKM dan PIMNAS. Hal ini menunjukkan citra Universitas Brawijaya masih sangat bagus dalam PKM dan PIMNAS. Acara dilanjutkan dengan sharing Nano dan Kelembagaan SIM UNS sampai pukul 14.30.

Setelah melaksanakan shalat ashar, acara dilanjutkan dengan materi tentang MITI Klaster Mahasiswa yang disampaikan oleh Koordinator Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Muhammad Khafidh. M. Khafidh menyampaikan banyak sekali informasi tentang MITI KM yang membuat banyak sekali peserta tertarik dengan MITI. Banyak sekali profil tokoh-tokoh MITI yang disampaikan oleh M. Khafidh, salah satunya adalah profil Bapak Warsito, Ketua MITI. Salah seorang anggota Unitas RKIM UB yang berasal dari Fakultas Kedokteran berkomentar, “MITI lebih maju daripada orang-orang Kedokteran. Kami belum bisa menemukan alat untuk menyembuhkan kanker, tapi Ketua MITI sudah menemukannya, padahal beliau bukan orang MITI.” Pertemuan tersebut dijadikan sebagai lecutan kepada dirinya sendiri agar bisa terus berkontribusi mengembangkan spesialisasinya.

Dewan pakar MITI lainnya yang disampaikan oleh M. Khafidh adalah Bapak Nurul Taufiqurrahman yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Nano Indonesia. Tidak diragukan lagi betapa nano merupakan teknologi baru yang digeluti oleh orang-orang yang berfikir visioner.

Pada pertemuan itu pula, M. Khafidh menyampaikan betapa pentingnya spesialisasi ilmu di satu bidang. Banyak orang-orang MITI yang sukses karena ilmu yang mereka dalami. Pertemuan dengan perwakilan MITI KM menjadi sebuah semangat untuk rombongan dari UB karena semangat berinovasi yang disampaikan oleh M. Khafidh merupakan sebuah semangat baru bagi Unitas RKIM UB.

M. Khafidh juga menyampaikan betapa terbukanya ketika ada KSU (Kelompok Studi Universitas) seperti RKIM untuk menjalin mitra dengan MITI. Tidak hanya itu, KSF (Kelompok Studi Fakultas) seperti rombongan dari UB lainnya, bisa juga menjalin mitra dengan MITI. [ANP-MIF]

Comments are closed.

Buy now