Rapat Koordinasi Wilayah Sulawesi Zona 3 Makassar
20/02/2017
Surat Keputusan Ketua Umum tentang Kepengurusan 2017-2019
01/03/2017

Purba Purnama, pria kelahiran tegal, 10 Juni 1982 yang biasanya disapa bang Purba merupakan alumni dari Universitas Indonesia (S1) dan Korea Institute of Science and Technology (S2 dan S3). Bang Purba bisa dikatakan berasal dari keluarga dengan pendapatan ekonomi menengah kebawah, akan tetapi dengan penuh semangatnya untuk mencapai mimpi-mimpinya, kini beliau berprofesi sebagai dosen di Universitas Sampoerna sekaligus sebagai Business Development Manager di PT. Vanadia Utama. Selain itu, bang purba juga telah mempunyai 4 hak paten yaitu 2 di Korea dan 2 di US.

Alasan bang purba kuliah ke luar negeri simple saja yaitu karena perkembangan teknologi Indonesia jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara diluar. Hampir semua bidang teknologi kita jauh tertinggal dibanding negara tetangga seperti singapura, malaysia, thailand. Apalagi dibandingkan dengan eropa, amerika, jepang. Bahkan dengan korea yang pada era 60-an jauh lebih miskin dibandingkan Indonesia. Menurut bang Purba kuliah diluar negeri itu bukan hanya habiskan waktu kalian study di LN hanya untuk di kelas/lab. atau bahkan hanya sekedar dengan niat jalan-jalan gratis yang dibiayai. Akan tetapi, Fokuslah pada tujuan akhir kalian. Tentunya ketika ambil kuliah S2 – S3 pun harus dengan perencanaan yang matang. Jangan hanya karena ingin sebuah prestige. Sekarang beliau menggeluti bidang biopolimer, polimer yg akan digunakan di masa depan sebagai pengganti polimer dari petroleum. Biopolimer bisa dikembangkan untuk medical application seperti untuk pengganti pen, dental implant dll yang biocompatible dibandingan dari bahan metal.

Mengapa harus Korea? Bang purba beranggapan bahwa terkadang banyak mahasiswa berfikir dengan negara/kampus top didunia. Tetapi buat beliau lebih baik menjadi ikan besar di kolam kecil, daripada harus menjadi ikan kecil di kolam besar. Dia tidak ingin orang mengenalnya karena kampus atau institusi, Tapi dia lebih ingin orang mengenalnya dalam kapasitas dan pencapaian sendiri. Berbicara hak paten, beliau beranggapan bahwa paten itu didasari oleh sesuatu yang belum pernah ada, sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda. Yang tentunya bermanfaat untuk dunia. Pelajari bidang secara komprehensive sehingga kita bisa mengetahui mana yang sudah ada dan belum ada. Dari situlah bisa dilihat ide-ide apa yang bisa menjadi patent kelak.

Prinsip bang purba rejeki sudah ada yang atur. Gagal itu biasa. Yang luar biasa adalah ketika kita bangkit untuk move on dari kegagalan. Untuk naik kelas harus melewati ujian. Anggap kegagalan itu sebagai pengingat dari Allah bahwa kita memang belum layak mendapatkan apa yang kita impikan.Yang terbaik bagi kita, belum tentu itu yang terbaik menurut Yang Maha Kuasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now