Seminar Nasional Teknologi Kimia Aplikatif di Institut Pertanian Bogor
23/11/2013
Penandatanganan MoU Mewarnai Temwil MITI Jateng-DIY
09/12/2013

Pemonev dan ketua tim Hibah (Sitti Kardina) beserta masyarakat Desa Pon berfoto bersama di akhir kegiatan monev

Serdang Bedagai [MITI KM News] – “Pengelolaan Limbah Sekam Padi Menjadi Zeolit 4a Sebagai Bahan Pembangun Deterjen Ramah Lingkungan”, begitulah judul salah satu tim pemenang Hibah MITI 2013 dari Universitas Negeri Medan, yaitu Sitti Kardina, Maria Sarah, Aprilia Handayani, Julia Mardhiya dan Tri Wulan Sari. Pada hari Minggu, 24 November 2013, dilaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) akhir program Hibah MITI 2013 yang diwakili pengurus MITI Klaster Mahasiswa, yaitu Andre Kurniawan dan Min Fadli Darain di Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara yang merupakan tempat pelaksanaan program Hibah ini.

Selama kurang lebih 3 jam pemonev berada di lokasi, tampak antusias dari puluhan ibu-ibu mempraktekkan cara pembuatan deterjen dari bahan-bahan yang telah disediakan. Menurut Ketua Tim Hibah, Sitti Kardina, sekam padi yang pada awalnya merupakan bahan penghasil Zeolit 4a diganti dengan abu dari pembakaran batu bata. Hal ini melihat karena susahnya pengolahan sekam padi menjadi abu yang membutuhkan pembakaran pada suhu  di bawah 5000 C. Namun lanjutnya, hal ini tidak masalah karena intinya adalah baik abu sekam padi maupun abu pembakaran batu bata sama-sama mengandung Zeolit 4a.

Ibu-ibu peserta program sedang membuat deterjen

Ibu-ibu peserta program sedang membuat deterjen

Penggunaan Zeolit 4a merupakan pengganti STPP (Sodium Tri Poly Phosphate) dalam pembuatan deterjen. Deterjen yang dijual di pasaran pada umumnya mengandung bahan pembangun STPP yang dapat membentuk eutrofikasi di permukaan air yang menyebabkan hewan di dalam air tidak mendapatkan oksigen dan STPP menyuburkan tanaman gulma enceng gondok yang menyebabkan danau kekeringan bahkan bisa berubah menjadi daratan. Beda dengan penggunaan STPP, penggunaan Zeolit 4a ini ramah lingkungan karena Zeolit 4a dapat didispersi di dalam air. Limbah deterjen dengan pembangun Zeolit 4a dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman palawija.

Pemonev dan ketua tim Hibah (Sitti Kardina) beserta masyarakat Desa Pon berfoto bersama di akhir kegiatan monev

Pemonev dan ketua tim Hibah, Sitti Kardina beserta masyarakat Desa Pon berfoto bersama di akhir kegiatan monev

Dengan adanya program Hibah MITI ini, masyarakat sekitar dapat terbantu berupa peningkatan ekonomi karena hasil dari pembuatan deterjen ini dapat dipasarkan. Program Hibah MITI ini adalah bagian dari komitmen dan kontribusi MITI untuk membangun Indonesia melalui community development (comdev). 

Pada akhir kegiatan, ketika pemonev menanyakan kepada salah seorang ibu tentang harga dari sebungkus deterjen “colek” dengan berat 250 gram yang akan dipasarkan, ibu tersebut dengan senangnya menjawab: “dua ribu per bungkus dek”. [MIF]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now