Launching Lembaga Penalaran & Penelitian Ilmiah Mahasiswa (LP2IM) UNIMED
03/06/2014
Ramadhan 1435 H
28/06/2014

Banjarbaru [MITI KM News] –  Melihat ke depan dengan optimis, Indonesia akan mampu menjadi seperti bagsa-bangsa besar di dunia. Kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah, di darat dan di laut harus dikelola serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kepada pemudalah harapan itu disandarkan. Generasi penyelamat Indonesia. Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan, pepatah ini sudah lazim kita dengar dalam berbagai forum. Bisa kita lihat seksama dalam grafik struktur penduduk Indonesia seperti disajikan pada berikut:

xxGambar 1. Bonus demografi harus dikelola secara optimal untuk menghasilkan generasi emas Indonesia 2045.
(sumber http://edukasi.kompasiana.com/2014/04/23/menabur-bibit-generasi-emas-melalui-beasiswa-lpdp-648819.html)

Usia produktif (productive age) tiap tahunya akan selalu merangkak naik dan akan terulang pada abad berikutnya. Kesempat generasi tersebut juga dering dikenal generasi Emas. Sekarang Generasi Emas sebagian besar masih bersetatus pelajar/mahasiswa. Beberapa tahun kemudian pelajar dan mahasiswa tersebut menjadi penentu kemajuan serta persaingan bagsa Indonesia di tingkat Dunia. Jumlah generasi emas ini merupakan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif. Generasi emas harus diselamatkan, karena kalau tidak maka hal ini malah akan menambah beban bagi bangsa kita. Mari kita selamatkan Indoesia dan melihat Indonesia tersenyum!

Oleh sebab itu MITI Klaster Mahasiswa sebagai mita pelajar/mahasiswa untuk bekerjasama saling mengakselerasi perkembangan di bidang profesi dan akademik. melalui berbagai program pendukung, salah satuhnya adalah kunjungan pengurus wilayah kepada perguruan tinggi. Unit Kegiatan Mahasiswa Teknologi tepat Guna FMIPA Universitas Lambung mangkrat (unlam) berkesempatan sebagai tuan rumah pertemuan antara lembaga profesi akademik di sekitar unlam. Ketua TTG FMIPA Unlam  (Resfi E. S) dan ketua panitia (Khairiah) beserta seluruh panitia sangat bersemangat dalam mensukseskan acara ini supaya berjalan dengan baik.

Acara tersebut bernama MITI Klaster Mahasiswa goes to campus. Berbagai mahasiswa ikut berpartisipasi dalam kegaitan ini. Misalnnya dari perwakilan Unit kegiatan Mahasiswa Tingkat Fakultas, maupun tingkat Universitas. Perwakilan perguruan tinggi lain juga berpartisipasi dalam acara ini seperti dari lembaga profesi akademik di IAIN Antasari Banjarmasin yaitu Antasari cendekia.

Selain mempertemukan antar lembaga profesi akademik, acara ini juga menghadirkan narasumber doktor lulusan S3 Chiba University, japan. Narasumber tersebut adalah bapak Dr. Eng. Rodiansono S.Si., M.Si. Semangat narasumber dalam menyampaikan materi sangat terasa meresap kedalam jiwa peserta. Berbagai pengalaman dalam menempuh pendidikan dari tingkatan pendidikan beliau sampaikan. Kisah narasumber ini hampir mirip dengan ketua MITI bapak Dr. Waristo. Beliau sama-sama berasal dari pedesaan, kemudian dengan kegigihan dan semangat mencari ilmuanya mereka berhasil menempuh pendidikan hingga ke negeri sakura. Ternyata bukan negeri jepang saja yang sudah beliau kunjungi, pun begitu pula dengan ketua MITI.

Kemudian narasumber menyampaiakn  inti materi yaitu “urgensi profesional akademik”. Materi ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Salah satu pembahasan yang disampaiak adalah tentang QC2R (Qualification, Competition, Contribution and Recognition). Apabila QC2R terdapat pada seseorang, maka orang tersebut menjadikanya nilai lebih daripada orang lain.

x

Gambar 2. Slide Narasumber tentang QC2R

Q adalah Qualification, hal ini akan didapatkan dari proses pembelajaran. Seperti proses pembelajaran mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga pendidikan tingkat perguruan tinggi dan seterusnya. C adalah Competition, penjelasan ini berkaitan dengan bidang keahlian yang dimiliki. Misalnya apabila mahasiswa perikanan dan kelautan maka ia dapat memiliki dan ahli dalam mensikapi bidang yang dimilikinya, atau pun pada mahasiswa keguruan, maka ia harus dapat berbagi ilmu yang didapatnya kepada orang lain, mapun lingkunganya. C yang ke-dua adalah Contribution, kemanfaatan ini adalah wujud dari ke-ahlian yang dimiliki seseorang, seperti mahaisiswa jurusan pangan, maka ia sebaiknya dapat memberikan kontribusi melalui bidang yang dimilikinya untuk kemajuan bangsa dalam bidang pangan. Selanjutnya adalah R yaitu Recognition, pemaparan ini berkaitan dengan pengakuan dari pihak laingkungan sekitar maupun lingkungan yang lebih luas lagi. Sebenarnya QC2R saling berkaitan antara satu dengan yang lain, apabila generasi emas Inodesia banyak yang peduli dengan QC2R pada dirinya, makka bukan mimpi lagi Indonesia menjadi bagsa ini setingkat dengan bangsa besar lainnya.

Sebagai dosen dan kepala program studi kimia FMIPA Universitas Lambung Mangkurat beliu melihat semua mahasiswa memiliki potensi masing-masing, dan memiliki kesempatan yang sama dalam meraih impian dan cita-cita. Siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkanya, man jadda wajada!

Inti acara yang kedua adalah diskusi panel yang disampaiakan oleh pengurus wilayah. Ada dua pengurus wilayah yang menjadi pembicara yaitu, pengurus BINWIL (bina wilayah) Meta Ria Wati dan pengurus RIPI (Riset Interdisipliner dan Pemberdayagunaan Iptek) Ahmad Faizal Fajar Sunarma. Mereka berdua memaparkan tentang “optimalisasi manajemen kelambagaan”. 

xxxGambar 3. Diskusi panel oleh pengurus MITI Klaster Mahasiswa 

Diawali dengan pemutaran video Kick Andy tentang bapak Dr. Warsito ketua MITI dan video profil MITI Kalaster mahasiswa peserta semakin antusias dalam serangkaian acara ini. Dengan berbagai keterbatasan ternyata bapak Dr. Warsito tidak menyurutkan semangatnya dalam memberikan kontribusi terbaiuknya untuk bangsa ini. Setelah itu Fajar dari RIPI MITI KM menperkenalkan tentang MITI kepada para peserta yang hadir mulai dari latar belakang, struktur kepengurusan MITI KM dan Program Kerja MITI KM dilanjutukan Meta memaparkan tentang menejemen kelembagaann khususnya kelembagaan profesi akadmik. Para pemateri diskusi panel juga saling memberikan masukan kepada lembaga profesi akademik supaya menjadi perkumpulan yang bermanfaat dan lebih baik.

Berbarengan dengan acara tersebut, perwakilan dari Inovasi Unlam (Forum Inovasi Mahasiswa)  mensosialisaikan forum tersebut kepada para peserta. Forum ini adalah UKM tingkat universitas yang baru dirintis oleh beberapa mahasiswa yang luar bisa dan ingin berkontirbusi dalam bidang profesi akadmeik. Ketua forum ini adalah mariati, mahasiswi ini aktif ikut kompetisi dalam berbagai tingkat. Kedepanya forum ini akan banyak manfaat dan memberikan kesempatan bagi mahassiwa atau UKM yang bergabung denganya untuk mengasah kemampuan dalam bidang keahliannya.

Semoga dengan terselengggaranya acara ini membuka wawasan mahasiswa akan pentingnya dunia profesi akadmik. Khususnya untuk berkontribusi terhadap bangsa ini dan menyelamatkanya dari berbagai pengaruh negatif. Serta untuk Indonesia yang lebih baik. [AFF/MIF]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now