Sekretaris Umum MITI, Dr. Edi Sukur, M.Eng Berbagi Ilmu di UNTIRTA
12/10/2015
Masyarakat Jogja Peringati Hari Pangan Sedunia Melalui Gerakan Go Pangan Lokal
19/10/2015

7

Jakarta [MITI KM News] – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Dunia, Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Klaster Mahasiswa beserta pihak-pihak yang terdiri dari Komunitas Pangan Lokal, Indonesia Bangun Desa (IBD), Himpunan Mahasiswa Perserikatan Petani Indonesia (HMPPI), pengusha Lapis Bogor, praktisi pangan lokal Dr. Susiani Purbaningsih beserta timnya, Kelompok Studi Universitas (KSU) UNJ, Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), IPB, UI, beberapa media partner dan masyarakat umum warga Jakarta dengan jumlah massa kampanye mencapai ratusan orang menggelar kampanye simpatik “Local Food Day” pada hari Minggu (18/10) dari Shulter Bank Indonesia (BI) sampai dengan Patung Kuda dan kembali ke trotoar Kementerian ESDM untuk menghadiri bazar pangan lokal. Aksi kampanye dilaksanakan serentak di 10 kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Kendari, Semarang, Palangkaraya, Yogyakarta, Medan, Bengkulu, Makassar, Riau dan Gorontalo. Aksi tersebut merupakan puncak dari serangkaian kegiatan Go Pangan Lokal MITI yang diawali dengan kegiatan kampanye media sosial, Talkshow Go Pangan Lokal, Open Recruitment Sahabat GPL dan Survei nilai TKDN makanan lokal selain nasi.

IMG_20151018_104349_1

Aksi kampanye yang terbuka untuk umum dengan berbagai rangkaian acara, seperti aksi kampanye simpatik, bagi pangan lokal gratis, orasi kedaulatan pangan, pembacaan puisi dan bazar produk olahan pangan lokal. Kampanye ini merupakan wujud keprihatinan dan kepedulian MITI Klaster Mahasiswa dengan menggandeng berbagai lembaga keilmuan kampus untuk mensosialisasikan dan mengkampanyekan upaya pelestarian pangan lokal serta mendukung penuh terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia.

IMG_20151018_080010

Ketua Panitia Gerakan Go Pangan Lokal Jakarta Muhamad Nikmatullah menjelaskan kegiatan tersebut serentak dilaksanakan di sepuluh kota besar di Indonesial, antara lain: Medan, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Kendari, Palangkaraya, Riau, Bengkulu, Gorontalo, dan Makassar. Menurut dia, selain untuk mengenalkan bahan pangan selain beras, kampanye tersebut bertujuan mengubah budaya mengonsumsi makanan masyarakat dengan pangan lokal yang lebih sehat dan bergizi. “Kita makan tidak harus dari beras, tapi bisa dari singkong, jagung, kedelai, sagu dan ragam bahan pangan lokal lainnya. Apabila kita hanya mengandalkan beras, maka Indonesia akan selalu mengimpor. Selain itu, tujuan aksi ini juga sebagai momentum pengingat bagi masyarakat dimana ada satu hari khusus untuk membeli dan mengkonsumsi pangan lokal ” terangnya. Padahal, lanjut Muhamad Nikmatullah setiap daerah di Indonesia memiliki banyak jenis makanan tradisional yang bergizi tinggi. [NIK/MIF]

Comments are closed.

Buy now