Rapat Koordinasi Wilayah Jakarta-Banten-Jawa Barat (JABAJA)
14/04/2017
“How to get high score in TOEFL”
18/04/2017

 

Kamis, 6 April 2017. Universitas Riau Cendekia (URC) dan Almadani FISIP UR mengadakan seminar “Intellectual Event of Universitas Riau Cendekia (IEURC). IEURC merupakan seminar untuk para mahasiswa yang mengangkat tema “Exploring The Potential of Universitas Riau’s Students Towards Global Competitiveness”. Antusias yang cukup tinggi terlihat dari jumlah peserta yang hadir bisa melebihi target, bahkan juga ada beberapa peserta yang berasal dari luar Universitas Riau. Seminar ini dikemas dalam bentuk talkshow dan teleconference dengan pembicara dari dalam dan luar Universitas Riau. Muhammad Abrar dan Melisa Adrian, merupakan mahasiswa berprestasi Universitas Riau yang diundang menjadi pembicara talkshow. Turut diundang pula Ibu Alfa Frisa Septania yang merupakan Ketua PCMI Riau. Pada sesi teleconference IEURC bekerja sama dengan MITI KM, menghadirkan Bapak Adnan Arafani dan Ibu Lymdia.

Acara dibuka oleh sambutan Wakil Rektor III Bapak DR. Syapsan SE, ME. Bidang kemahasiswaan dan alumni. Beliau sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan semacam ini. “Acara ini merupakan contoh kegiatan yang sangat bagus sebab di era globalisasi mau tidak mau suka tidak suka kita harus mempunyai softskill bahasa asing yang terutama bahasa Inggris karena merupakan bahasa internasional”. Beliau juga menyampaikan bahwa dewasa ini, mahasiswa harus mempunyai skill berkomunikasi dan berbahasa yang mumpuni. Memasuki era MEA, kemampuan komunikasi menjadi skill utama ketika memasuki dunia kerja maupun untuk melanjutkan kuliah di luar negeri.

Dalam pelaksanaannya, tiga pemateri sesi pertama talkshow  menyampaikan materi  mengenai competitiveness, student exchange dan volunteer. Mereka menyampaikan bahwa selama menjadi mahasiswa, kita harus aktif untuk mengikuti berbagai kompetisi, baik tngkat nasional maupun internasional. Mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk mengikuti berbagai macam exchange, tentunya dengan syarat bahasa inggris dan nilai toefl yang mumpuni.

Dua pemateri teleconference menyampaikan materi mengenai pentingnya studi ke luar negeri. Materi pertama disampaikan adalah Bapak Adnan Arafani, pengurus MITI KM 2017-2019 yang saat ini melanjutkan studi S2 di Malaysia. Beliau berhasil melanjutkan studi S2 di Malaysia serta mendapat beasiswa LPDP. Beliau menyampaikan bahwa untuk dapat berkuliah ke luar negeri, ada 2 persiapan yang harus dilakukan. Pertama, Ikhtiar Bumi. Ikhtiar bumi disini maksudnya adalah mempersiapkan sebaik mungkin hal-hal  untuk melanjutkan S2 luar negeri apalagi jika menginginkan kuliah dengan beasiswa. Hal umum yang perlu dipersiapkan antara lain : berbagai berkas administrasi (pendaftaran, sertifikat bahasa, dsb) mental, kesehatan fisik, dan pengetahuan mengenai budaya di luar negeri. Kedua Ikhtiar langit, maksudnya adalah dengan tetap harus berdoa kepada Tuhan setelah ikhtiar bumi kita lakukan sebaik mungkin.

Pemateri kedua teleconference adalah Ibu Lymdia mahasiswa S2 di Jerman. Beliau menyampaikan berbagai pengalamannya selama kuliah di Jerman. Beliau juga menyampaikan bahwa di Jerman, mahasiswa harus aktif untuk bertanya saat kuliah berlangsung. “Tanyakan saja semua hal yang tidak dimengerti pada saat dosen menjelaskan mau berbobot atau tidak” ujar beliau.

Seminar ini dilaksanakan dengan tujuan agar para mahasiswa dapat menggunakan Bahasa Inggris secara baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari serta dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi era globalisasi. Semoga dengan adanya seminar ini, mahasiswa UR khususnya lebih termotivasi untuk menggali potensi diri mereka dan lebih bersemangat untuk bersaing di era global. (EL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now