MENGENAL LEBIH DEKAT BEASISWA LPDP (3)
03/06/2018
Buka Berkah, Share Your Blessings
11/06/2018

Scholarship Discussion HLN MITI KM

Edisi April 2018

Pemateri:

            Via Apriyani

  1. Alumni Universitas Indonesia
  2. Master candidate in Lund University, Sweden
  3. Awardee LPDP Scholarship 2017

 

Melanjutkan pendidikan ke lebih tinggi merupakan impian setiap pemuda, baik dalam negeri maupun diluar negeri. Melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi merupakan salah satu cita-cita bangsa sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945 Pasal 31 Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya. Salah satu bentuk dukungan dari pemerintah Indonesia kepada Para Pemuda yang mempunyai impian melanjutkan pendidikan adalah memberikan beasiswa studi yang sering dikenal dengan Beasiswa Magister & Doktor dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Beasiswa Magister & Doktor dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) sasaran bantuan program beasiswa ini adalah Warga Negara Indonesia yang berkemampuan akademik dan kepemimpinan yang tinggi dan lolos proses seleksi untuk melaksanakan studi pada program Magister dan Doktor dalam negeri maupun luar negeri. LPDP 2017 tahun ini hanya menggelar 2 kali periode yakni untuk LPDP Dalam Negeri 1 kali dan Luar Negeri 1 kali. Kuota LPDP pada dasarnya tidak ada batasan asal teman-teman lolos semua seleksi dan sesuai dgn nilai-nilai  LPDP.

Adapun jenis Beasiswa LPDP :

  • BPI REGULER
  • Magister Doktoral
  • Spesialis Kedokteran
  • Tesis Disertasi
  • BPI AFIRMASI

  • Masyarakat yang berasal dari daerah perbatasan dan/atau daerah tertinggal.
  • Masyarakat yang sedang mengabdikan diri pada institusi pemerintahan di daerah perbatasan dan/atau daerah tertinggal.
  • Alumni penerima beasiswa Bidikmisi.
  • Masyarakat berprestasi dari keluarga miskin.
  • Individu yang berprestasi dalam bidang Olimpiade Sains, Teknologi, Olah Raga dan Seni/Budaya di tingkat Nasional maupun Internasional.

Tips : Pahami booklet dengan baik dan persiapkan kelengkapan berkas secara rinci. Semua penjelasan mengenai beasiswa LPDP beserta persyaratan administrasi telah dijelaskan secara rinci melalui booklet. Bisa di download di www.lpdp.kemenkeu.go.id.

SELEKSI ASSESSMENT ONLINE (AO) : Tes Psikometri Online           

(Tahap seleksi ini baru diperkenalkan oleh LPDP pada tahun 2017. Jadi pada saat panitia mengirimkan sekilas mengenai bentuk tesnya, sama sekali tidak ada panduan dari awardee terdahulu. Hanya banyak membaca literatur terkait jenis tesnya).

Berdasarkan email yang dikirimkan panitia, kurang lebih teman-teman harus mengerjakan 2 jenis asesmen yakni:

  1. VMI (Values and Motives Inventory) adalah sebuah asesmen yang memberikan profil mengenai nilai-nilai dan motivasi yang menentukan seberapa besar energi atau upaya yang akan dikeluarkan seseorang di tempat kerja. Asesmen ini terdiri dari 122 item dan biasanya diselesaikan dalam waktu ±20 menit.

Bentuk soal dan pilihan jawaban tes VMI. Pada test ini terdapat 5 pilihan jawaban yang bersifat tetap untuk semua pernyataan.

Contoh:

Seseorang harus patuh terhadap peraturan perundang-undangan.

  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Ragu-ragu
  4. Tidak setuju
  5. Sangat tidak setuju

 

  1. 15FQ+ (Fifteen Factors Questionnaire Plus) adalah sebuah kuesioner yang dirancang untuk melihat gambaran umum kepribadian seseorang. Tidak ada jawaban benar atau salah dalam menjawab kuesioner ini. Kuesioner ini terdiri dari 200 pertanyaan. Tidak ada batasan waktu namun umumnya orang-orang menyelesaikannya dalam waktu ±30 menit.

Bentuk soal dan pilihan jawaban test 15FQ+. Pada test ini terdapat 3 pilihan jawaban yang bersifat conditional disesuaikan dengan pertanyaan.

Contoh:

  • Orang mengenal anda sebagai orang yang kreatif/imaginatif?
  1. Benar
  2. ? (ragu-ragu/tidak tahu)
  3. Salah

 

  • Apakah anda seringkali mengeluh atas pelayanan publik yang tidak baik?
  1. Sering
  2. Kadang-kadang
  3. Jarang

 

  • Pertanyaan random

Kura-kura adalah hewan yang paling cepat di dunia?

  1. Benar
  2. ? (ragu-ragu/tidak tahu)
  3. Salah

 

Untuk pertanyaan tertentu, ada yang berulang. Pada dasarnya, hal ini dilakukan untuk menguji konsistensi dari teman – teman, apakah memang jawaban yang diberikan jujur berdasarkan nilai-nilai yang dianut ataupun kepribadian sesungguhnya dari teman-teman. Selain itu, dalam ketentuan waktu secara umum yang diberikan untuk mengerjakan kedua tes tersebut adalah 1 jam. Walaupun dalam salah satu tes yakni 15FQ+, menjelaskan tidak ada batasan waktu tapi sebaiknya dikerjakan sesuai dengan ketentuan umum.

TIPS : Jawab apa adanya sesuai dengan kepribadian teman-teman, bukan jawaban yang terlihat baik untuk dipilih ataupun menggambarkan kepribadian yang diinginkan. Sebelum tes, hendaknya meminta pandangan teman-teman terdekat dan keluarga terhadap kalian. Ini efektif untuk lebih mengenal diri kita sendiri. Tidak ada yang benar dan salah. Teman-teman mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menurut panitia, yang lolos seleksi AO adalah karakter yang sesuai dengan nilai-nilai LPDP. Tapi tidak ada penjelasan lebih lanjut untuk itu. Tesnya masih baru jadi penilaiannya masih tertutup. Meskipun, berdasarkan literatur VMI dan 15FQ+ memang terdapat istilah low score dan high score, namun tidak berarti hal tersebut menjadi panduan bagi LPDP untuk memilih peserta yang lolos.

 

SELEKSI SUBSTANSI : Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing.

Setelah lolos seleksi AO, teman-teman berhak untuk mengikuti tes substansi yang terdiri dari:

  • On the spot essay writing (EOTS)

Saat tes, peserta mendapatkan kertas soal berisi 2 topik, yang salah satunya harus dipilih sebagai topik esai, terdiri dari:

  1. Jobstreet : Pencari kerja lebih menyukai perusahaan lokal daripada global.
  2. Survei UNESCO yang melansir minat baca orang Indonesia hanya 0,001%. Yang artinya dari 1000 penduduk, hanya ada 1 orang yang mau membaca.

Waktu mengerjakan 30 menit. Diawasi oleh 2 panitia dan 1 penilai.

  • Leaderless Group Discussion (LGD)

Kelompok LGD yang beranggotakan 8 orang harus melakukan diskusi berdasarkan narasi yang diberikan di sebuah kertas yang telah disediakan. Waktu membaca narasi sekaligus diskusi adalah sekitar 45 menit. Ada juga kertas disediakan untuk membuat catatan dan ini dikumpul. Diawasi oleh 2 psikolog sebagai tim penilai. Diskusinya dilakukan tanpa leader, namanya saja leaderless. (tanpa moderator dan notulen) karena semua anggota sama kedudukannya.

TIPS : Secara umum untuk EOTS dan LGD adalah perbanyak baca berita nasional/lokal baik di koran ataupun artikel dari web yang kredibel, termasuk juga menonton berita di TV. Kemudian setelah itu, membuat pemetaan masalah dan solusi untuk setiap permasalahan, kemudian merancang solusi berdasarkan background keilmuan, kalau misalnya topik tidak bisa diberikan solusi dari segi keilmuan, bisa dari segi umum/bidang lain. Untuk LPDP 2017, saat itu topiknya juga diambil dari masalah lokal di daerah-daerah tertentu. Namun juga ada beberapa yang berasal dari topik esai LPDP 2016. 

Secara khusus untuk EOTS, harus belajar cara menulis yang baik dan benar. Biasakan banyak membaca karya ilmiah di jurnal nasional/internasional, belajar cara menulis yang solutif dan menarik untuk dibaca. Untuk LGD, perbanyak latihan diskusi bersama teman-teman. Belajar berargumen sendiri dengan timer dan belajar mimik di depan cermin. Intinya harus percaya diri dan perhatikan hal-hal kecil misalnya ketika teman berpendapat harus dihargai dengan diperhatikan dan didengarkan, bukan sibuk dengan kertas catatannya ataupun menulis tidak jelas padahal teman sedang bicara. Proporsi waktu diskusi kalo bisa didiskusikan sebelum masuk ruangan, agar tidak ada yang lebih menonjol satu sama lain.

  • Wawancara

Semua pertanyaan interviewer pada umumnya didasarkan pada esai yang telah ditulis dan diupload saat seleksi administratif dan juga mengalir berdasarkan jawaban yang kita ucapkan. Yakni terdiri dari :

  1. Kontribusiku Bagi Indonesia: Kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan untuk masyarakat/lembaga/instansi/profesi komunitas.
  2. Sukses Terbesar dalam Hidupku
  3. Rencana Studi

Pada saat sesi wawancara terdapat 3 interviewer, dengan komposisi 1 psikolog dan 2 dosen. Waktu wawancara beragam, bisa cepat atau lama tergantung dari interviewernya.

 

TIPS : Sebaiknya mempersiapkan pertanyaan dan jawaban dari setiap esai yang ditulis sebagai bekal wawancara. Buat simulasi wawancara, dimana teman-teman bisa menempatkan diri sebagai interviewer ataupun sebagai peserta. Latihan menjawab dengan tepat dan efektif. Pengalaman waktu wawancara, rata-rata interviewer menginginkan jawaban yang spesifik dengan contoh bukan jawaban yang umum dan abstrak. Belajar cara membangun komunikasi yang baik. Cara amannya sebelum LGD perbanyak latihan berargumen dalam waktu 1-2 menit untuk setiap sesi. Lebih dari itu  pasti anda akan di cap dominan oleh psikolognya bukannya baik tapi ini bisa jadi bumerang karena tidak menghargai orang lain buat berpendapat juga (karena dibatasi waktu jadi teman-teman harus susun strategi biar semua anggota tim dapat kebagiaan berargumen).

QUESTION AND ANSWER

Q: (1). Benarkah dalam LPDP ada skor-skor tertentu yang harus dicapai untuk tiap-tiap jurusan yang dipilih, misalnya untuk jurusan manajemen harus mencapai skor 900 baru bisa lulus sementara untuk jurusan teknik hanya butuh skor 750? (2). Apakah mahasiswa penerima bidikmisi S1 dengan IPK di bawah 3.5  juga termasuk ke dalam afirmasi LPDP? (3). Lebih gampang yang mana tes LPDP dalam negeri atau luar negeri?

A: (1). Kalau kamu sudah melewati proses seleksi substansi, kamu juga berhak mengetahui nilainya melalui laman ini http://e-ppid.kemenkeu.go.id/. Sistem scoring memang ada dalam seleksi LPDP dalam artian ada minimum passing grade yang harus dilampaui, passing grade untuk setiap jurusan berbeda. (2). Berdasarkan buku panduan LPDP terbitan 8 Feb 2017, tertulis syarat LPDP afirmasi jalur alumni bidik misi memiliki IPK minimum 3,5. (3). Jika dilihat dari beberapa persyaratan, maka lebih mudah untuk tujuan kampus dalam negeri. Sebagai contoh untuk IELTS syarat minimum dalam negeri hanya 6,0, luar negeri 6,5. Dan LPDP juga mempertimbangkan perbandingan biaya yang harus dikeluarkan utk membiayai awardee dalam dan luar negeri.

 

Q: Bagian kolom apa kontribusi yang telah kamu lakukan untuk Indonesia, saya kurang mengerti. bagaimana kalau kita belum ada kontribusi yang cukup berdampak besar? Apakah dengan mengikuti organisasi itu termasuk? mohon arahannya dalam pengisian essay ini.

A: Kontribusi disini konteksnya yang sudah kita lakukan di masa lalu, sekarang atau akan dilakukan di masa depan. Tentunya yang relevan dengan bidang yang akan ditekuni. Aktif di organisasi juga bisa kamu tuliskan di esai ini, misal jika ingin mengambil jurusan ilmu lingkungan maka yang akan saya tonjolkan adalah pengalaman kontribusi saya ketika aktif menjadi anggota organisasi lingkungan kota depok, kami berhasil menyelenggarakan kegiatan …….. dst (tulis bagian success story dan apa peran kamu disitu). Untuk kontribusi yang sedang dilakukan sekarang bisa tuliskan bidang pekerjaan sekarang yang berdampak bagi Indonesia atau masyarakat luas. Misal saya bekerja sebagai konsultan lingkungan AMDAL dan telah atau sedang terlibat dalam beberapa proyek pembangunan (pembangunan pelabuhan atau irigasi) di wilayah x yang mana memang dibutuhkan oleh masyarakat setempat, dan dalam proses pembangunannya harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

 

Q: Apakah ada ketentuan negara tujuan mana saja yang boleh menggunakan beasiswa LPDP? Misal, saya ingin S2 di Timur Tengah tapi dengan LPDP.

A: Ada, kamu bisa cek di buku daftar perguruan tinggi tujuan lpdp (ada di website LPDP). Pastikan kampus tujuanmu terdaftar disitu, karna ada beberapa kampus/negara yang di blacklist oleh LPDP. Namun ada juga pengalaman teman saya tujuan Chalmers University tidak ada di list LPDP, tapi setelah dikonfirmasi ke CSO LPDP ternyata ada kesalahan input data yang seharusnya univ tersebut masuk daftar LPDP.

 

Q: Gimana cara konsisten belajar bahasa Inggrisnya? Berapa lama mempersiapkan TOEFL?

A: Maaf karna saya tesnya IELTS jadi ceritanya tentang IELTS. Persiapan sebelum tes IELTS versi saya, belajar sendiri dulu untuk tau tipe tes IELTS seperti apa dan nyusun strategi cara belajar yang efektif, setelah itu saya sempat ikut program intensif IELTS selama 2 minggu di IDP Jakarta belajar dengan native speaker. Lalu mantapkan lagi dengan belajar mandiri (latihan simulasi soal) sebelum real test. Supaya konsisten, niatkan dengan lurus di awal, tujuan apa yang mau kamu capai.

 

Q: Bagaimana cara mendapatkan LoA?

A: Lihat di website kampus yang mau kamu tuju, tiap negara/kampus punya ketentuan admission yang berbeda. Catat keydates, lihat di bagian requirements, lalu ke bagian teknis cara mendaftar (biasanya diminta untuk buat akun, isi beberapa form data, dan upload dokumen penting)

 

Q: Apakah ada persyaratan khusus atau seperti apa dan ditujukan kepada siapa saja untuk syarat rekomendasi? Misal yang barus lulus dan belum bekerja.

A: Surat rekomendasi sebaiknya yang sudah mengenal dekat kamu (bisa dosen, dosbing, kaprodi, ketua organisasi terkenal yang pernah kamu terlibat aktif didalamnya), sebab di format surat tsb nanti ditanyakan hal-hal seperti sudah berapa lama mengenal kamu, dalam kapasitas apa, sampai diminta menilai kamu menurut kriteria tertentu.

 

Q: (1) Untuk mendaftar LPDP apakah wajib harus mendapatkan LOA dari kampus yang dituju? (2) Apakah alasan Anda mendaftar ke Swedia, bukan negara lain?

A: (1). Sebaiknya iya, agar pada saat di wawancara pada seleksi substansi kamu sudah punya poin lebih dibanding teman-teman lainnya dan korespondensi dengan profesor/supervisor yang ingin kita lamar menjadi pembimbing tesis juga penting dilakukan (pengalaman saya pada saat wawancara ditanya seperti ini). (2). Karna Swedia terkenal dengan tata kelola lingkungan hidup yang baik, dan tertarik juga mempelajari prinsip sustainability dalam mengelola SDA dan lingkungan yang sudah sangat baik diterapkan disana.

“Menempuh pendidikan tinggi dapat menjadi bekal kita dalam berlomba-lomba memberikan kebermanfaatan bagi banyak orang. Luruskan niat dan selalu libatkan Allah dalam setiap usaha menuntut ilmu. Terutama utk teman-teman perempuan disini yang berniat melanjutkan studi ke jenjang yg lebih tinggi, Jangan pernah takut bermimpi atau membatasi diri untuk belajar dan berkarya. Menjadi perempuan berpendidikan berarti kita turut membangun kemajuan peradaban bangsa”.

Oleh Jamaluddin (Staff HLN MITI KM)

#Scholarship Discussion

#New Hope New Contribution

#HLN MITI KM

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now