Tips Wawancara Beasiswa
08/10/2017
Inilah Acara Unggulan UKM Cendekia Unsyiah
19/10/2017

Sabtu (14/10) Bina Wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara (Binwil Jabalnusra.red) menyelenggarakan acara Youth Summit 2017 sebagai salah satu agenda besar dari MITI KM. Youth Summit merupakan suatu acara yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap riset dan isu isu terkini sebagai upaya untuk memajukan Indonesia. Tahun ini Binwil Jabalnusra menggandeng mitra UKM FP Penalaran Universitas Trunojoyo Madura sebagai tuan rumah acara. Youth Summit sendiri terdiri dari dua acara utama yaitu Call for Paper dan Seminar Nasional. Sebanyak 9 tim dari 7 perguruan tinggi di Indonesia berpartisipasi dalam babak final call for paper adapun pada seminar nasional jumlah peserta mencapai 460 orang.

Suasana seminar nasional

“Teknologi Berbasis Energi Terbarukan sebagai Tantangan dan Peluang Pemuda menuju Pembangunan Berkelanjutan” merupakan tema yang diusung  Youth Summit tahun ini dengan mengundang pemateri diantaranya Prof. Dr. (HC) Dahlan Iskan, Dr. Edi Sukur, M.Eng, Andreas Senjaya, dan Koko Joni, M.Eng. Dalam seminar tersebut para pemateri banyak menjelaskan gambaran teknologi masa kini dan masa depan serta bagaimana peluang dan tantangan pengembangan teknologi di Indonesia.

Dr. Edi Sukur, M.Eng dalam paparannya menjelaskan bahwa Indonesia memiliki luas wilayah yang setara dengan sebagian Benua Eropa (dari UK sampai Swiss), China, US, dan Amerika Latin (barat-timur). Indonesia juga memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang besar, akan tetapi sebagian besar tidak diolah di dalam negeri sehingga belum mendatangkan kesejahteraan. Beliau juga menambahkan bahwa tidak mudah mengembangkan hasil penelitian sampai memiliki dampak ekonomi di masyarakat.

“Mengembangkan teknologi hingga memiliki dampak ekonomi di masyarakat ada beberapa tahapan, yakni riset dasar- riset terapan – bang teknologi genetik – bang teknologi komersial. Berhasil mengembangkan riset di kampus saja tidak cukup untuk bisa memiliki dampak di masyarakat”, ucap Dr. Edi Sukur M.Eng yang juga menjabat sebagai Sekretaris MITI Pusat itu. Lebih lanjut beliau menuturkan bahwasannya faktor non teknis jauh lebih penting daripada faktor teknis. “Meyakinkan masyarakat tentang teknologi yang kita kembangkan jauh lebih sulit daripada menciptakan teknologi itu sendiri. Masyarakat seringkali tak terlalu antusias dengan teknologi baru. Oleh karena itu penerapan teknologi haruslah dari masyarakat ke masyarakat bukan dari orang lain diluar masyarakat.”

Materi dari Koko Joni, M.Eng

Potensi SDA Indonesia yang melimpah juga disampaikan oleh pemateri kedua yaitu Koko Joni, M.Eng. Dalam presentasinya, dosen teknik elektro Universitas Trunojoyo Madura ini lebih menyoroti masalah energi terbarukan. Menurut beliau Indonesia kaya akan sumber energi terbarukan seperti panas bumi, air, dan laut. Namun pengembangan energi terbarukan di Indonesia masih mengalami beberapa kendala. “Kendala utamanya adalah mesin penyimpanan energi terbarukan itu mahal. Selain itu banyak masyarakat yang tidak memahami manfaat energi terbarukan sehingga pusat energi yang telah dibangun banyak yang rusak dan tidak terjaga.”

Selain energi terbarukan, teknologi yang saat ini berkembang pesat adalah teknologi informasi. Hal inilah yang menjadi inti materi yang disampaikan oleh Andreas Senjaya. Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia ini membuktikan bahwa teknologi adalah tools yang luar biasa dalam menciptakan potensi. Salah satu pencapaian beliau adalah berdirinya IGrow. Dalam perjalanannya, IGrow telah mampu membantu pemberian modal kepada petani untuk meningkatkan hasil pertaniannya.

“IGrow ini terbentuk karena melihat keadaan petani saat ini dimana kesejahteraan petani terhambat oleh adanya keterbatasan akses pasar dan akses modal. IGrow berusaha memecahkan masalah ini dengan menjadi platform yang menghubungkan petani, pemilik lahan, dan pemilik modal dengan sistem bagi hasil. IGrow mencari pembeli bahkan sebelum memulai penanaman dengan jaringan yang dimiliki.” Beliau menambahkan bahwa dunia ke depan akan sangat bergantung pada teknologi. Hal itu terbukti dari fakta yang menunjukkan bahwa perusahaan terbesar dunia saat ini dikuasai oleh perusahaan berbasis teknologi.

Materi dari Andreas Senjaya

Seminar Nasional ditutup oleh pemateri dari Prof. Dr. (HC) Dahlan Iskan yang memberikan pemaparan menarik tentang prediksi teknologi masa depan. “Kita tahu, saat ini hampir semua bidang telah bersentuhan dengan teknologi. Namun, bidang yang lambat perkembangannya adalah pendidikan. Dari dulu sampai sekarang dunia pendidikan tak banyak berubah. Pendidikan belum bisa mensejahterakan. Dosen memperlakukan mahasiswanya sama. Padahal mereka berbeda, sehingga banyak orang kehilangan waktu dan kesempatan.” Menanggapi hal tersebut, beliau memprediksi akan ada suatu teknologi yang mengejutkan di masa depan dimana siswa tidak lagi diajar oleh manusia, melainkan suatu robot artificial intelligent teacher. “Saya memprediksi 10 tahun lagi akan mulai dikembangkan artificial intelligent, dimana robot akan diatur sedemikian rupa sehingga mampu memperlakukan siswa berbeda beda dan merespon sesuai dengan kemampuan anak. Kita harus siap menghadapi masa itu.”

Materi dari Prof. (HC) Dahlan Iskan

Menjelang tengah hari, acara dilanjutkan dengan kelas parallel yang dibagi menjadi 4 kelas, diantaranya Desain, Website, Jaringan dan Kemitraan, serta Kelas Inspirasi. Kelas desain diisi oleh Auliya Nusyura Al-Islami, S.T, kelas website diisi oleh Chairul Anam Nasrudin (Mahasiswa UTM) dan kelas jaringan dan kemitraan diisi oleh Nurcahyono, S.E. Adapun kelas inspirasi yang diikuti oleh mitra, peserta call for paper dan beberapa peserta semnas diisi oleh Dr. Edi Sukur, M.Eng bertema “Student Action for Sustainable Development”. Kelas ini lebih banyak membahas tentang apa yang harus dipersiapkan agar Indonesia mampu bersaing di bidang teknologi dengan Negara lain. Malam harinya, acara dilanjutkan oleh rakorwil antara mitra dengan MITI KM yang membahas tentang rencana kegiatan Go Pangan Lokal.

Kelas inspirasi bersama Dr. Edi Sukur, M.Eng

Foto bersama MITI KM, Mitra, dan peserta Call for Paper

Banyak manfaat yang diperoleh dari acara Youth Summit ini utamanya adanya kerjasama antara mitra dengan MITI dapat membantu memperluas jaringan untuk memperlancar acara. Menurut Akhmad Fakhrur Rozi , Ketua Pelaksana Youth Summit 2017 acara Youth Summit berlangsung dengan sukses. “Acara yang kami desain 2-3 bulan yang lalu berlangsung cukup sukses. 9 dari 10 peserta call for paper dapat berpartisipasi dan kami dapat menarik lebih dari 400 peserta seminar nasional. Kerjasama antara UKM FP Penalaran UTM dengan MITI juga banyak memberi manfaat utamanya bisa bertemu dan memperluas jaringan dengan mitra mitra Jabalnusra.” Tutupnya. (r&r)

 

PS: Dokumentasi acara bisa dilihat di bit.ly/YSjabalnusra2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now