Hasil Seleksi Tahap 1 HIBAH P2M MITI Klaster Mahasiswa Tahun 2014
19/02/2014
Temwil Sumbagsel MITI Mahasiswa & Rangkaian Agenda U-Green Tea
25/02/2014

Bogor [MITI KM NEWS] – Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (HIMMPAS) IPB kembali menyelenggarakan kegiatan Islamic Science Forum (ISF) untuk yang ke enam kali terhitung sejak 2 periode kepengurusan. Pada kesempatan ini kegiatan ISF 6 diselenggarakan atas kerja sama dengan Masyarakat Ilmuan dan Teknologi Indonesia  (MITI) mengambil yang bertemakan ““Science – Policy Interface:  Islamic Perspektive”, pada tanggal 22 Februari 2014, di Auditorium Fakultasi Peternakan, Institut Pertanian Bogor yang dihadiri oleh 50 peserta.

Edwin Jefri, selaku ketua pelaksana ISF 6, dalam laporan pelaksanaan mengatakan bahwa kegiatan ISF 6 dengan tema tersebut dilaksanakan untuk  memberikan pencerahan kepada mahasiswa khususnya dan masyarakat umum tentang pentingnya kebijakan-kebijakan yang memasukkan ilmu pengetahuan di dalamnya, bagaimana penentuan kebijakan agar dapat membantu pengembangan ilmu pengetahuan, serta mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan pada masa kejayaan islam.

Kegiatan seminar ISF-6 diawali dengan pemaparan Dr. Andhika Fajar selaku pemateri dari kalangan akademisi yang aktif di MITI, menjelaskan tentang fakta perkembangan ilmu pengetahuan dan hasil riset di Indonesia serta upaya pemerintah menghubungkan antara kebijakan dengan hasil riset yang telah dilakukan. Beliau mengatakan bahwa informasi ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga pengembang IPTEK  tidak sampai ke penggunanya (sesuai kebutuhan masyarakat). Sehingga perlu dicari cara agar hasil informasi ilmu pengetahuan tersebut sampai kepada pengguna teknologi. Pengguna teknologi mencangkup seluruh industri atau pemerintah itu sendiri dalam bidang strategis tertentu.  Selain itu, juga diperlukan adanya aliran informasi dari pengguna teknologi kepada pengembang teknologi. Pengguna teknologi  menginformasikan kepada pengembang teknologi tentang teknologi apa yang menjadi kebutuhan mereka serta permasalahan-permasalahan yang terjadi sehingga perlu adanya teknologi yang dikembangkan oleh pengembang teknologi.  Dalam hal ini pemerintah harus membuat kebijakan untuk membangun panggung inovasi yaitu interaksi antara pengembang dan pengguna teknologi dengan membangun komunikasi dengan steckholder yang ada.

Pemaparan Seminar ISF 6

Pemaparan materi selanjutnya yang lebih membahas ke islamic prespektif, perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Islam serta kebijakan pemerintah Islam dalam mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dijelaskan oleh Dr. Hasim Dahuri. Dr. Hasyim, yang menjabat Staf Khusus Menteri Pertanian RI, Bidang Efisiensi Pembangunan Pertanian dan dosen IPB, menjelaskan  bahwa para ilmuan islam terdahulu mengembangkan ilmu pengetahuan berdasarkan Al Qur’an karena Al Qur’an adalah sumber Ilmu pengetahuan. Sehingga sudah selayaknya sebagai seorang muslim kita mengembangkan ilmu pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini dan masa depan. Akan tetapi ilmu pengetahuan saja tidak cukup, sehingga perlu dilandasi oleh niat karena Allah. Dengan begitu akan tercipta para Ulil Albab (Manusia berkualitas) yang dapat membuat kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Acara diakhiri dengan diskusi tanya jawab dari peserta seminar. Dr. Andhika Fajar menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah yang dipimpin orang mukmin haruslah tidak berpihak kepada siapapun, melaikan dapat mengayomi semua pihak. Dengan begitu beruntunglah orang mukmin tersebut. Sedangkan Dr. Hasim Dahuri dalam penutupannya menyampaikan bahwa aqidah adalah aspek pertama yang harus diperbaiki agar kebijakan-kebijakan yang dilahirkan berorientasi terhadap kemaslahatan umat, karena aqidah merupakan aspek foundamental (basic science). [SCL/MIF]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now