Menggali Potensi Diri untuk Menghadapi Kompetisi Global
15/04/2017
Leadership and Entrepreneurship Short Course (Membentuk 40 Pemuda Penggerak)
23/04/2017

IDM (Internal Discussion for MITI KM) #3

Tanggal: 16 April 2017

Pemateri: Wakhyu Budi Utami (Awardee LPDP di Bidang TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages) Monash University ,Australia

Pembicara IDM pada hari ahad 16 april 2017 adalah Sdri Wakhyu Budi Utami, beliau adalah lulusan S1 prodi Bahasa inggris di Universitas Negeri Semarang dan sekarang merupakan mahasiswa master di Monash University Australia pada jurusan TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages). Sdri Wakhyu menjelaskan mengenai TOEFL dan tips-tips dalam menghadapinya.

TOEFL sendiri adalah kepanjangan dari Test of English as A Foreign Language, kalau dibahasa indonesiakan jd tes bahasa inggris utuk penutur asing. TOEFL diadakan oleh ETS (Educational Testing Service) yg markasnya di Amerika. Sementara kalau IELTS produknya UK.

Kapan sih kita butuh TOEFL?
1. Placement test atau tes evaluasi lembaga
2. Bagian dr program pelatihan
3. Persyaratan masuk ke univ DN n LN
4. Persyaratan aplikasi beasiswa seperti LPDP, Prestasi, DAAD, StuNed.

TOEFL terdiri atas 3 macam:
1. TOEFL PBT (Paper-based Test)
Media: kertas
Skill yang diujikan: Listening, Structure&written expression, Reading
Durasi: 2-2,5 jam
Skala nilai: 310-677

2. TOEFL CBT (Computer-based Test)
Media : sofware komputer dari ETS
Skill yang diujikan : Listening, Structure, Reading, Writing
Durasi : 2-2,5 jam
Skala nilai: 0-330

3. TOEFL iBT (internet-based Test)
Media: online dari ETS via komputer
Skill yang diujikan: Listening, , Reading, Speaking, Writing
Durasi: 4 jam
Skala nilai: 0-120

Dari ketiga tipe TOEFL diatas, di Indonesia yang paling populer adalah TOEFL PBT atau yang biasanya kita kenal sebagai TOEFL ITP dan TOEFL IBT. Namun harus dicatat, TOEFL ITP yang diakui secara nasional hanya bisa didapatkan dari lembaga-lembaga yang terdaftar di ETS, misal TOEFL ITP di UGM, atau UI. Beberapa universitas juga biasanya mengadakan tes TOEFL namun tipenya sebagai prediction saja. Untuk menentukan mau menggunakan TOEFL yang tipe apa, teman-teman harus tahu dulu tujuan ambil TOEFL. Bagi para pemburu beasiswa, untuk universitas dalam negeri TOEFL ITP cukup, tapi buat teman-teman yang mengincar univ.LN sebaiknya ambil TOEFL IBT. TOEFL IBT juga bisa digunakan untuk mencari pekerjaan di peruasahaan di LN.

Untuk diskusi ini, kita fokus ke TOEFL ITP dan IBT. Salah satu tips sebelum kita test, kita harus tahu tipe soalnya, jadi disini akan sedikit merinci tipe soal di TOEFL ITP dan IBT.

1. TOEFL ITP
Seperti yang disebutkan tadi, TOEFL itp ada 3 skills yang diujikan:

a) listening 50 soal, 30 min:
-short conversation, biasanya yang ditanyakan adalah meaning, idiommatic expression, suggestion, asumsi, prediksi, implikasi, problem, dan topik.
longer conversation, biasanya disini kita diminta untuk memahami poin-poin pentingnya dr percakapan tsb.
talks and lecture, biasanya kiamendengarkan percakapan atau kuliah publik kemudian yang ditanyakan WH+H questions, seperti; why, where, who, how.

b) Structure & written expression: 40 soal, skala nilai 25 min
ada dua tipe soal
-incomplete sentence, 15 soal, kit amilih satu dari 4 options
-underlined sentence, 25 soal, pilih yang scr grammar salah dan ada 4 pilihan juga.

c)Reading: 50 soal, 55 min
-ada 50 pertanyaan
-ada 5 sampai 7 bacaan
-yang ditanyakan biasanya tentang topik, ide pokok, vocabulary, kesimpulan, atau pengecualian.

2. TOEFL IBT
yang diujikan ada speaking, listening, reading, writing.

A. Reading
-Ada 4-5 bacaan,sama seperti TOEFL itp
-Pertanyaan yang berkaitan dengan ide utama bacaan, kesimpulan, kosakata, dan informasi penting yang ada dalam bacaan.

B.Listening
Ada 2 tipe, percakapan dan pembicaraan yang agak panjang misal kuliah atau diskusi akademik. Pertanyaan biasanya mengenai ide pokok, maksud tersirat, menarik kesimpulan.

C.Speaking
ada 6 soal, 2 soal tentang hal-hal yang bersifat familiar atau opini kita. Yang kedua, adalah diminta bicara mengenai topik yang diberikan. Mirip dengan tema yang di reading dan listening. Suara akan direkam. Jadi kita bicara dengan komputer.

D.Writing
ada 2 part,yaitu:
-Menyimpulkan sebuah bacaan
-Menuliskan opini tentang topik yang ditentukan.

Ada beberapa tips sebelum tes:
??Daftar tesnya segera, agar termotivasi
??Buat komitmen belajar, apalagi yang belajar secara independen. Misal 6 hari dalam seminggu, sehari min. 5 jam
??Kenali soal dengan latihan soal berulang-ulang.
??Beli buku2 penunjang. Misal TOEFL Longman & Baron.
??Untuk yang ambil TOEFL ITP dan belum pede dengan grammar. Bisa coba buku Betty Azzar yang Fundamental Grammar.
??Untuk yang TOEFL banyak simulasi online. Kata kuncinya toefl IBT simulation online free.
??Untuk listening jangan grogi, kebanyakan lewat karena grogi, kita fokus apa yang ditanyakan. Sering-sering latihan listening.

Masalah tingkat kesusahan soal antara TOEFL ITP dan IBT adalah untuk tingkat kesulitan subjektif tiap orang. Tapi kebanyakan menganggap TOEFL IBT lebih sulit karena sistemnya online. Jadi tidak bisa bolak-balik seperti pakai kertas dan TOEFL IBT lebih academic. Silahkan kunjungi laman tersebut untuk simulasi TOEFL IBT https://www.4tests.com/toefl ;https://www.testden.com/jasaibtdemo/demohome.htm .

Sekian IDM # kali ini. Semoga bermanfaat.
Disadur oleh Jeffry Darmawan – Kadept HLN 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now