Upgrading dan Rakornas MITI KM 2018: Mengatur Nafas, Menata Irama, Membakar Semangat yang Bergelora
04/03/2018
Merajut semangat kontributif dari kota pelajar
09/04/2018

Farida Nur Aziza (Alumni UGM) dan Mutia Elviani (Alumni UIN Arraniry Aceh) merupakan Awardee Australia Award Scholarship (AAS) tahun 2017. Beasiswa AAS adalah salah satu beasiswa prestigious yang ada di Indonesia, di mana beasiswa tersebut merupakan mitra kerja sama antara Australia dan Indonesia. Setiap tahunnya ada ribuan applicants dari seluruh Indonesia. Beasiswa ini adalah beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Australia dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) yang merupakan platform beasiswa yang sebelumnya dikenal dengan ADS. Beasiswa ini diberikan oleh pemerintah Australia kepada negara-negara berkembang di area pacific termasuk Indonesia dan beberapa negara di kawasan Afrika, India, Pacific. Setiap tahunnya kuota beasiswa untuk Indonesia sendiri kurang lebih 300 orang, baik untuk priority area maupun non priority area. Fyi, tahun 2016, ada 3300 participants, tahun 2017 sekitar 5300 participants seluruh Indonesia. Berdasarkan info, hanya 300 awardees yang terpilih setelah melalui rangkaian tes. Beasiswa AAS itu dibuka setiap tahun, jadi harus dicoba dan jangan pernah takut gagal. Beasiswa AAS ini adalah bagian dari long term awards yang diberikan oleh DFAT, yang berarti durasinya panjang , berbeda dengan short term awards, yang banyak diberikan dalam bntuk short course.

Yang dimaksud priority area disini adalah untuk bidang prioritas dan wilayah prioritas. Untuk bidang prioritas, terdapat 4 pilar utama yaitu:

  • Sustainable growth and economic challenge, bidangnya meliputi natural resource, mining, agriculture, forestry, economics, climate change, rural growth, etc.
  • Democracy justice and good governance, bidangnya meliputi public governance, law, environmental law, public admin.
  • Investing in people, bidangnya meliputi health, education, HR, wonen, materbal child, etc.
  • Safety and peace, bidangnya meliputi transport safety, international studies, disaster, etc.

Mungkin sedikit berbagi, hal yang menjadi highlight dari AAS adalah seberapa strong essay kita, dan berdasarkan pengalaman pemateri, saat itu beliau terlibat beberapa project di kampus. Di dalam project itu, beliau lihat ada beberapa hal yang bisa menjadi problem dan dari problem tersebut beliau mulai nulis essay. karena kalau essay nya kuat, maka pada saat interview itu bakalan mudah karena saat interview, interviewer hanya menconfirm apa yang sudah kita tulis di aplikasi dan sedikit menanyakan tentang curriculum vitae (CV).

Adapun tips menulis essay menurut pemateri adalah sebagai berikut: Bisa mulai by stating problem yang ada di sekitaran teman-teman dan mungkin relates dengan keadaan di seputaran tempat kerja /lingkungan temen-teman. Terus kira-kira kenapa problem itu perlu di higlight, apakah signifikan, statement yang ini bisa membantu kita menjawab essay nomor 1, Why did you choose your proposed course and institution?. Intinya kita milih mata kuliah/kampus yang ada di Australia karena kita merasa ada hal yang harus diimprove dan isu tersebut penting untuk di-higlight. Salah satu contohnya adalah, saat itu pemateri sempat terlibat project jadi asisten peneliti di salah satu Universitas, dan merasa ilmunya dalam menjalankan project ini terbatas sekali, yaitu harus jadi penerjemah dibidang kesehatan, sedangkan beliau adalah lulusan pendidikan bahasa inggris, jadi pemateri kurang paham yang kadang ada term2 yang kurang dipahami. Contohnya kata dispenser dalam dunia kedokteran. Beliau menerjemahkan dispenser adalah tempat air, akan tetapi dalam dunia kesehatan, dispenser itu artinya orang yang prescribe medicine, menurutnya ini masalah dan dari salah satu contoh tersebut beliau jelaskan pada saat wawancara.

Oh iya, sedikit informasi penyemangat, kalian jangan takut dengan keterbatasan bahasa inggris, karena jika terpilih jadi awardee akan ada pembekalan bahasa di Bali/Jakarta, itu luar biasa trainingnya dari pagi sampai sore dengan fasilitas luar biasa dan mentor langsung dari Aussie atau UK. Ada lagi, kita tidak harus ngurus-ngurus kampus, semuanya diurusin sama AAI (Australia award Indonesia) dari mulai visa, oshc (insurance) bahkan penjemputan di bandara. Banyangin coba, nikmat mana lagi yang engkau dustakan!!.

Untuk persyaratan dan informasi lebih lanjut, silakan kunjungi website Australia Awards: www.australiaawardsindonesia.org atau download brosur di link berikut: http://australiaawardsindonesia.org/content/12/long-term-awards

 

QUESTION AND ANSWER

Q: Mau bertanya kan kata kakak, hal yang menjadi highlight dari AAS adalah seberapa strong essay kita. Nah, aku mau tanya Kak, Apakah essay-nya itu harus isinya menggunakan bahasa inggris dan apakah isi dari essay nya itu tentang apa saja? Apakah ditentukan judul essay nya atau bagaimana kak?  Karena banyak macam untuk tulis essay.

A: Benar sekali essay kita itu harus menggunakan bahasa inggris, saat aku apply tahun 2016, ada 4 point yang harus dijawab.

  1. How will the proposed study contribute to your career
  2. Why did you choose your proposed course and institution
  3. How have you contribute to solving a challenge and and to implementing change or reform?
  4. Please give 3 practical examples how u intend to use the knowledge from scholarship and list any possible constrain that might prevent you from achieving these task.

Q: Bagaimanakah contoh pertanyaan pada saat wawancara?

A: Untuk contoh wawancara itu simple, pertanyaan satu tapi padat, ada dua interviewer. Saat wawancara,     professor yang dari Australia menanyakan, (a) Why do you want to study in Australia; (b) What do you want to learn; (c) How this relate to your background and future career and how do you see yourself in the next ten years? Pertanyaannya simple, dan pewawancaranya juga baik sekali, mereka itu welcome kita pas kita masuk ke ruangan, membuat kita relax dan nyaman. Mereka juga menanyakan dan sesekali mengkonfirm apa yang kita sudah tulis di aplikasi/essay dan CV kita. Jadi, sebagai saran nanti kalo teman-teman apply, jangan lupa state di CV-nya point-point yang relate dengan kegiatan teman-teman, menurutku itu bisa jadi nilai plus dan apa aja kegiatannya yang relate dan bermanfaat, walaupun sekecil apapun itu state aja di CV, no worries! yang penting relevant.

Q:

  1. Karakter apa yg dicari oleh aas dalam diri awardee? Misal LPDP kan pengabdian dan kepemimpinan.
  2. Tips khusus lolos seleksi administrasi?
  3. Surat rekomendasi apakah harus berbahasa inggris? Bagaimana jika orang yg menuliskan rekomendasi mengisi template dalam bhs Indonesia?Apakah perlu di terjemahkan?

A:

  1. Untuk semua beasiswa, menurutku leadership skill, communication skill, adalah hal utama.
  2. Tips khusus lolos seleksi administrasi adalah lengkapi seluruh persyaratan administrasinya. Usahakan semua berkas sudah selesai seminggu sebelum deadline, dan sent aplikasinya. Jangan submit dokumennya mendekati deadline itu bahaya. Contohnya, saya mempunyai teman yang mengirim aplikasi satu jam sebelum closing time, terus tiba-tiba web. nya crush sehingga aplikasinya tidak terkirim padahal sudah ngabisin tenaga untuk nyiapin dan cuma gara-gara hal teknis saja aplikasinya tidak terkirim.
  3. Surat rekomendasi harus menggunakan Bahasa inggris.

Q: Terkait dengan praktek lapangan, apakah boleh dimasukkan ke CV?

A: Boleh saja asal itu relevant dengan apa yang kita mau apply, tapi itu bagian dari volunteering, kalo work experience itu ada institusinya, lebih bagus dibuat description dan durasinya.

Q: Apply AAS harus ada LoA dulu dari kampus yang dituju atau tidak? Kalau tidak, apakah kita harus cari kampus sendiri dulu atau bisa sekalian apply ke kampus bersamaan dgn apply AAS ?

A: 

AAS untuk master degree tidak harus punya LoA dulu,  karena aplikasi kampus akan dilakukan nanti saat proses pre departure training setelah diterima jadi awardee, sekedar info ada awardee kemarin juga yang meskipun sudah mempunyai LoA, dianggap tidak berlaku, karena aplikasi ke kampus tetap diulang oleh AAS nya. Akan tetapi, saat aplikasi online hanya mencantumkan preference saja kampus tujuan kita dan harus di back up dengan alasan yang kuat berhubungan dengan essay aplikasi kita. Sedangkan untuk PhD program dan master by research, komunikasi ke kampus dan profesor menjadi salah satu pertimbangan karena terkait dengan proposal penelitian yang diusulkan nantinya. Pemilihan kampus di beasiswa AAS ini baru akan ditetapkan di akhir periode Pre Departure Training,    dengan mengajukan pilihan 1 dan 2 ke pihak AAS, dan aplikasi sudah akan diproses oleh mereka, kita hanya tinggal menunggu.

Q:

  1. Bagaimana caranya kita untuk lolos tes IELTS dan tahap interview untuk program AAS?
  2. Selain pengalaman kerja, selama ini point penting apa yang menjadi acuan diterimanya calon AAS itu?

A:

  1. Untuk tahap test IELTS, tidak ada kiat khusus selain pelajari IELTS. Sebenarnya nilai tes ini bukan yang menentukan banget karena saya pas tes IELTS awal juga cuman 6.0 dan alhamdulillah tetap lolos jadi lebih besar porsinya di JST interviewnya. IELTS jalani saja enjoy karena tidak ada kiat lain selain itu, jangan menyerah untuk IELTS.
  2. Untuk JST, intinya pelajari dalam-dalam apa yang sudah kita tulis di aplikasi. Pelajari alasan kenapa kita pengen sekolah di kampus dan jurusan itu, bahkan jika perlu ada alasan kenapa plih kota itu. Cari keterkaitan pekerjaan dan pengalaman kita dengan jurusan yang kita tuju, kenapa kampus nya pilih itu, ada profesornya kah yang    mendukung? Atau bahkan detail ke subject mata kuliahnya. Tulis dan pelajari info-info itu karena bisa jadi interviewer akan menanyakannya serta hubungkan ke semua itu ke rencana ke depan kita. Sering-sering latihan untuk persiapan JST ini, ajak temanmu untuk simulasi sesering mungkin tapi ingat jangan menghafal kalimat kita tapi perdalam. Interviewer ada 2 orang, 1 akademisi dari Indonesia biasanya dosen univ dari Indonesia yang merupakan lulusan dari Australia atau alumni AAS, dan 1 lagi akademisi dari Australia biasanya proffesor dari salah satu universitas di Ausralia. Jika ada kendala Bahasa, bisa menjelaskan dalam bahasa Indonesia karena bisa dibantu oleh interviewer dari Indonesia nya tapi tetap usahakan dalam english semua. Yakin saja untuk JST ini karena jika sudah masuk ke tahap interview itu berarti potensi kita lolos sudah 50:50     karena dari 600 an kandidat tinggal dipilih 300 untuk akhir. Jangan terlalu banyak intro pas jawab karena mereka dibatasi waktu dan kita tidak bisa membawa portofolio jadi pure hanya dari penjelasan kita saja (bedakan dengan interview LPDP yang kita bisa membawa karya-karya kita ke dalam ruang interview). Fokusnya optimis dengan rencana kita ke depan tapi tetap realistis dan applicable. Perhatikan juga bidang prioritas nya AAS karena sepertinya itu lumayan berpengaruh. Pilih jurusan-jurusan yang masuk ke bidang yang diprioritaskan.

Q:

  1. Untuk biaya tes IELTS ditanggung pribadi atau bagaimana?
  2. Menurut mbak, belajar dari kegagalan apply tahun 2015, kira-kira apakah penyebab kegagalannya?

A:

  1. Untuk semua rangkaian tes ditanggung dan di arrange oleh AAS, jadi kita tinggal ikut arahan dari AAS saja. Termasuk untuk penggantian transport dan akomodasi selama tes. Tes IELTS awal saat JST maupun di akhir PDT di jakarta atau bali, ditanggung oleh AAS full.
  2. Kalau belajar dari kegagalan, menurut saya dari bidang atau jurusan yang saya ambil di tahun 2015 bukan bidang prioritas (farmasi murni-sciences), dan saya mengalihkan ke bidang prioritas di tahun 2017 (public health).

Q:

  1. Menurut kakak dibagian manakah yang mendapat poin penilaian tertinggi oleh Panitia AAS?
  2. Untuk persiapan IELTS sendiri kakak les atau belajar otodidak?

A:

  1. Tidak tahu pasti penilaian apa yang paling tinggi, tapi kalau porsi kelulusan akhir, pihak AAS pernah menginfokan jika porsi terbesar adalah interview JST nya, tapi kalau untuk kelolosan berkas awal sepertinya itu rahasia mereka, tapi pastinya yang sesuai dengan visi AAS dan prioritas bidang serta daerah targetnya. Usahakan saja essay yang kita tulis komprehensif, realistis, dan fokus pada social atau organizational development yang berimpact pada indonesia dan atau Australia.
  2. Saya dulu awalnya belajar otodidak sampai ambil real test pertama IELTS, tapi setelah melihat hasilnya masih kurang, saya ambil privat dan sempat juga les intensif di Pare, meski pada akhirnya tetap belum cukup, tapi alhamdulillahnya nilai 6.0 masih tetp bisa untuk daftar AAS, jadi saya pakai nilai itu, sampai tes IELTS dari AAS pun nilai saya masih 6.0, tapi alhamdulilah masih dikasih rejeki sama Allah untuk bisa lolos seleksi. So, jangan khawatirkan masalah IELTS, jalani saja, fokus dengan essay dan kalau lolos ke interview, totalitas disana dan banyak-banyak berdoa serta minta didoakan orang lain.

Q: Tes IELTS yang diadakan oleh AAS peruntukannya untuk apa yah? Kalau seumpama pas kita daftar belum ada score IELTS atau tes Bahasa inggris lainnya apakah bisa?

A: Score IELTS ini setahu saya digunakan untuk menentukan kandidat nanti saat penentuan berapa lama kandidat harus menjalani kelas pre departure training, jika sudah di atas 6.5 dengan tidak ada nilai di bawah 6, awardee akan lebih singkat pre departure training (PDT), begitu sebaliknya saat mendaftar syarat bahasa harus dipenuhi, seperti yang trtulis di requirement, baik IELTS atau toefl dan yang masih berlaku, dan jika score IELTS nya sudah 6.5 dengan tidak ada nilai di bawah 6 dan diambil kurang dari 3 bulan maka bisa mengajukan untuk tidak mengikuti tes IELTS saat JST interview.

Q: Apakah score IELTS berpengaruh dalam pengambilan keputusan akhir apabila 2 orang lulus admin serta wawancara bagus namun yang satu score IELTS nya 5,5 dan yang lain 7?

A: Kalau untuk keputusan akhir saya kurang tahu karena itu mutlak kebijakan AAS nya, dan pastinya itu rahasia, tapi sepengetahuan saya dilihat dari pengalaman saya dan teman-teman itu sepertinya tidak begitu berpengaruh, ada applicant yang score IELTS nya bagus banget tapi tidak lolos juga, dan teman yang IELTS nya masih di bawah 6 pun ada yang lolos, jadi sepertinya poin terbesar ada di interview JST nya.

 

Buat teman-teman yang sedang berjuang mencari beasiswa, memang proses itu sulit, lelah, bosan dan capek, memang tidak mudah, tapi ingatlah hasil dari itu semuanya akan manis. Teman-teman semua masih punya banyak sekali waktu tepatnya sebulan lagi hingga closing date beasiswa ini, tidak ada salahnya jika mulai mempersiapkannya dari sekarang, persiapkan essay sebaik mungkin, karena itu core dari beasiswa ini, targetnya itu terpilih masuk join selection team karena nanti pada saat wawancara, teman-teman bisa expresikan semuanya ke interviewer dan bisa diskusi juga dengan mereka. Kami yakin ada banyak anak muda potensial yang inshaallah juga bakalan jadi awardee AAS tahun ini.

Teruslah berjuang, tetap semangat!!! berlelah-lelahlah, inshaallah usaha tidak akan pernah menghianati hasil. Memang usaha tak akan pernah menghianati hasil, siapa yang bersungguh-sungguh dia yang dapat memang, tapi ada factor lain terkadang yang juga menjadi indicator salah satunyaa do’a. Minta didoakan sama ayah, ibu dan teman-teman terdekat, dan biasanya kalau memang berkeinginan sekali, selain usaha sungguh–sungguh bisa tahajud malam dan banyak-banyak bersedekah, selebihnya Allah yang maha menentukan.

Oleh Jamaluddin (Staff HLN MITI KM)

#ScholarshipDiscussion#Australia#AAS#EdisiMaret#HubunganLuarNegeri#MITIKM

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now