Pengumuman Final MITI Paper Challenge (MPC) 2015
14/04/2015
Pengumuman Peserta Lolos Seleksi Youth Connection
03/05/2015

“Membangun Jiwa Enterpreneur Muda Berbasis Teknologi untuk Menuju Indonesia Madani dalam Menghadapi MEA 2015”

Yogyakarta, 12 April 2015 penyelenggaraan seminar Nasional yang bertemakan Technopreuneurship dimulai pukul 09.30 WIB bertepatan dengan Grand Launching UKM Laboratorium Mahasiswa (LABMA) UII. Seminar Nasional ini dihadiri oleh bapak Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo Handoko M.Si., bapak Wakil Rektor I Dr. Ing Ilya Fajar Mahardika, M.A., bapak Direktur Direktorat Pengembangan Minat/Bakat dan Kesejahteraan Mahasiswa Bapak Beni Suranto, ST., M.SoftEng, dan Ketua Umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia Kluster Mahasiswa (MITI KM) Achmad Fahmi Basyaiban, S.S.

Pada kesempatan ini LABMA UII bekerjasama dengan MITI KM dalam penyelenggaraan Seminar Nasional yang bertepatan dengan agenda Temu Wilayah Kelompok Studi Universitas (KSU) dan Kelompok Studi Fakultas (KSF) se-Jawa Tengah dan DIY yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 12 April 2015. Tema Seminar Nasional Technopreneur 2015 yaitu “Membangun Jiwa Enterpreneur Muda Berbasis Teknologi untuk Menuju Indonesia Madani dalam Menghadapi MEA 2015”. Seminar Nasional ini dihadiri oleh tiga narasumber, yaitu Dr. Ing Ilya Fajar Mahardika M.A., Dr. Dwi Handoko, M.Eng, dan Dr. Ir. Gembong Priyatmo Danudiningrat M.Sc. Pembicara pertama Dr. Ing Ilya Fajar Mahardika M.A. menyampaikan seminar dengan tema “Bersama Perguruan Tinggi Membentuk Technopreneur Muda Untuk Indonesia”. Berpikir kreatif, kerja keras, belajar mandiri dan kreatif dalam merespon. Pembicara yang ke dua adalah Dr. Dwi Handoko, M.Eng degan tema “Peran Technopreneur dalam Mewujudkan Indonesia Madani” dan pembicara ke tiga dengan tema “Prospek Technopreneur dalam Menghadapi MEA 2015”.

Alasan internal dan eksternal dapat melatar belakangi perguruan tinggi untuk mencetak generasi technopreneur Indonesia. Seperti halnya tantangan dan persaingan global serta retivikasi Indonesia dalam berbagai konvensi. Pernyataan kualitas juga patut diperhitungkan seperti kesenjangan mutu, jumlah dan kemampuan. Relevansi penghasil terhadap pengguna dan pengangguran, aturan kualifikasi hingga pendidikan merupakan alsan internal yang dapat melatarbelakangi kualitas SDM yang ada. Sehingga pernyataan kualitas SDM dan pengakuan kualifikasi mendapat nilai yang setara antara SDM asing dan SDM Indonesia. Dalam pernyataan kesetaraan ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti pengalaman atau belajar mandiri, peningkatan profesionalitas, pendidikan formal serta peningkatan karir di dunia kerja.

 

Jika dilihat kondisi Indonesia saat ini terjadi sebuah kesenjangan antara upah nominal dan upah rill yang ada. Upah nominal adalah nilai aktual dari upah yang diterima oleh para buruh tani, sedangkan upah riil adalah nilai aktual dari upah yang diterima buruh tani dibandingkan dengan harga barang-barang yang ada di pasar. Upah nominal dan upah riil terdapat kesenjangan, bahkan apabila upah nominal naik, bisa jadi upah riil sebenarnya turun, bergantung pada situasi harga barang yang dipengaruhi inflasi dan faktor-faktor lainnya. Data BPS menyebutkan bahwa perjanuari 2014-2015 upah rill mengalami penurunan yang cukup drastis hingga Pebruari 2015. Dari perubahan harga beras dan perubahan PDB perkapita juga tidak berjalan berimbang. BPS menyebutkan pada tahun 2014 ke 2015 terjadi perubahan yang signifikan, harga beras mengalami kenaikan sebesar 28% dari tahun sebelumnya sedangkan perubahan PDB perkapita hanya sekitar 4%. Kondisi ini harus segera diatasi dengan berbagai inovasi technopreneur dan proses berpikir kreatif serta penemuan penemuan baru yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Profesionalitas dan inovasi adalah hal mutlak yang harus dilakukan dalam mewujudkan technopreneur dan menangani kondisi Indonesia sekarang. Dengan memanfaatkan informasi yang ada, dapat dilakukan sebuah pengembangan produk. Mengamati dari sebuah produk yang ada, kemudian menciptakan ulang produk hingga melakukan modifikasi dari produk yang ada. Yang ke dua adalah ide, dimana ide ini harus terus berkembang sesuai kondisi zamannya yang dapat dan harus berubah setiap waktu. Selanjutnya adalah inovasi, untuk menciptakan pasar perlu adanya inovasi inovasi baru yang dapat bersaing dengan produk produk yang sudah ada.(rfq/ysf)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now