Beberapa Kelebihan Kuliah di Luar Negeri
01/06/2016
MITI Klaster Mahasiswa Ikuti Expo Karya di Universitas Brawijaya Malang
10/06/2016

gre gmat

IDM (Internal Discussion for MITI KM) yang keempat kali ini membahas tentang GRE dan GMAT yang merupakan syarat untuk mendaftar S2 di USA. GRE (Graduate Record Examination) dan GMAT (Graduate Management Admission Test) adalah tes untuk mengukur kemampuan diri kita di bidang matematika dan bahasa inggris. Hasil dari GRE dan GMAT tes ini dipakai oleh universitas sebagai komponen seleksi dan kompetisi untuk jenjang Master (S2). Untuk jenjang Doctor (S3), hanya sedikit program yang mensyaratkan untuk mengambil GRE ataupun GMAT.

Tidak semua universitas di dunia mensyaratkan tes GRE ataupun GMAT, namun bagi teman-teman yang ingin mendaftar ke universitas di USA, kebanyakan universitas di sana akan meminta kita untuk mengambil tes GRE atau GMAT. Akan tetapi, sebaiknya kita tetap melihat syarat pendaftaran program yang ingin diambil, apakah GRE merupakan suatu keharusan ataukah GRE tersebut bisa waived (dihilangkan).

Pada intinya, GRE merupakan tes yang dilakukan oleh pihak ketiga. Universitas akan menggunakan hasil dari tes itu untuk menyeleksi apakah kita pantas untuk masuk program mereka atau tidak. Di Indonesia, belum ada lembaga yang pede untuk memberi latihan GRE/GMAT. Jadi, banyak orang yang masih belajar sendiri.

Perbedaan GRE dan GMAT antara lain adalah tes GMAT dirancang lebih untuk mereka yang akan apply ke sekolah bisnis atau manajemen (MBA), sedangkan tes GRE lebih umum untuk jurusan apa saja. Harga tes untuk GRE adalah $190, sedangkan GMAT adalah $250. Bagi mereka yang lolos beasiswa LPDP, ada fasilitas khusus bagi awardee untuk mendapatkan voucher gratis untuk tes GRE/GMAT.

Lalu, bagaimanakah caranya untuk mendaftar GRE? GRE dikelola oleh perusahaan bernama Educational Testing Service (ETS www.ets.org), sedangkan GMAT dikelola oleh perusahaan bernama Graduate Management Admission Council (GMAC www.mba.com/global). Sama seperti TOEFL iBT, semua pendaftaran dan pembayaran GRE dan GMAT dilakukan secara online melalui websitenya ETS dan GMAC.

Melalui website tersebut, teman-teman bisa melihat di mana dan kapan saja jadwal pelaksanaan GRE di Indonesia. GRE test dilaksanakan melalui komputer (PC) yang disediakan di lokasi tes. Tesnya dibagi menjadi 3 bagian:

  1. Analytical Writing (Esai)

– Analyze an Issue (30 menit)

– Analyze an Argument (30 menit)

  1. Verbal Reasoning (Bahasa Inggris)

– 2 sections, 20 questions per section, 30 menit per section

  1. Quantitative Reasoning (Matematika)

– 2 sections, 20 questions per section, 35 menit per section

  1. Research Question (bisa Bahasa Inggris, bisa juga Matematika)

– bagian research question ini tidak dinilai.

Contoh soal Verbal Reasoning: https://www.ets.org/gre/institutions/about/general/verbal_reasoning_sample_questions/

Contoh soal Quantitative Reasoning:

https://www.ets.org/gre/institutions/about/general/quantitative_reasoning_sample_questions/

Nilai GRE itu berkisar dari

130-170 untuk Verbal dan Quantitative dan 0-7 untuk Analytical Writing

Verbal: 160-170=excellent, 155-159=good

Quantitative: 163-170=excellent, 155-163=good

Analytical writing: >=5 good, >=6 excellent.

Overall, GRE test memakan waktu at least 3 jam 10 menit, sehingga cukup melelahkan dan menguras pikiran.

Untuk GMAT:

Analytical Writing Assessment           30m

Integrated Reasoning                          30m

Quantitative                                        75m

Verbal                                                 75m

Overall, GMAT test memakan waktu at least 3 jam 30 menit.

Sedangkan score GMAT itu rentang antara 200-800.

Setelah kita melaksanakan tes GRE, hasil untuk Verbal dan Quantitative akan keluar saat itu juga. Lalu, dari komputer tersebut, kita akan mendapatkan opsi untuk mengirimkan hasil ke universitas tujuan. Kalau kita memilih untuk mengirimkan nilai saat itu juga, biaya pengiriman akan gratis, sedangkan jika kita memilih untuk mengirimkannya nanti setelah tes saja, semua pengiriman skor ke universitas akan dikenakan biaya. Universitas tidak akan menerima hasil printscreen atau pdf scan dari hasil GRE kita. Kita dapat melihat skor kita dan melakukan pengiriman skor melalui website ETS.

Yang harus diperhatikan adalah biasanya universitas-universitas akan menentukan berapa minimum skor GRE yang diperlukan untuk masuk ke program mereka. Namun, banyak juga universitas yang tidak mencantumkan skor minimum. Artinya, yang penting kamu kirimkan dulu hasil GRE kamu berapa pun skornya, dan nanti mereka, pihak admission universitas, yang akan review sendiri apakah skor kamu layak untuk masuk ke program mereka atau tidak.

Ingat! GRE hanyalah satu komponen untuk seleksi. Mereka akan tetap meminta dan menilai  IPK kamu saat S1, nilai TOEFL/IEITS, pengalaman kerja/organisasi, dan Personal Statement (surat motivasi kenapa kamu ingin masuk ke program tersebut). Jadi, yang penting  adalah kamu tes GRE terlebih dahulu saja, dan berapapun skornya, kamu kirimkan ke universitas yang mau kamu tuju. Namun, kalau universitas tujuan kamu membutuhkan skor dengan standar sekian, berarti kamu harus mencapai GRE sampai melewati batas minimal tersebut.

Kita ketahui bahwa TOEFL/IELTS adalah syarat wajib untuk S2 di luar negeri, sedangkan kalau GRE, ini adalah syarat khusus ke Amerika. Namun, ada juga beberapa program di universitas di Eropa dan Jepang yang mempersyaratkan GRE atau GMAT, Namun, mayoritas universitas-universitas selain di Amerika tidak butuh GRE atau GMAT, bahkan sebenarnya di Amerika pun jika kita bisa bernegosiasi, kita bisa minta waiver GRE test.

Kesimpulannya:

GRE/GMAT adalah tes yang harus kita ambil apabila kita mau lanjut S2 di Amerika (kecuali jika jurusan-jurusan yang dituju tidak membutuhkannya). Ada banyak buku referensi untuk belajar GRE/GMAT, dan bahkan di toko buku juga banyak. Selain buku dalam bentuk fisik, di internet juga banyak contoh-contoh soal. Lalu, banyak juga aplikasi smartphone (khususnya untuk bagian bahasa Inggris) untuk belajar vocabularies untuk GRE. Pada pengalaman saya, di bagian matematika GRE, tidaklah terlalu susah; hampir semua materi di-cover saat kita SMA/S1. Justru yang butuh banyak perhatian itu di bagian bahasa Inggris dan esai.

Sekian sharing saya mengenai GRE/GMAT. Semoga bermanfaat.

 

IDM (Internal Discussion for MITI KM) #4

Tanggal: 27 Mei  2016

Pemateri: Adiguna Bahari, B.Sc (Awardee LPDP, Master Candidate at University of Georgia, USA)

Tema: GRE and GMAT

Disadur oleh Fitria Dewi Larassuci, staf HLN MITI KM 2016

1 Comment

  1. fergie says:

    Cara agar kita bisa mengirimkan hasil GRE kita setelah test bagaimana ya? Login di akun GRE kita, lalu minta dikirim ke insitusi yang kita inginkan ya? Begitu?

    Apakah sama seperti my.ieltsessential.com ya?

    Jadi begini, beberapa univs yang saya ingin apply baru membuka admission online tahun 2018.

    Sedangkan saya baru test ielts dan GRE nanti mei dan juli 2017

    Jika saya meminta dikirimkan data ielts dan GRE saya lebih dulu daripada membuat admission online, apakah nanti tidak membuat bingung admission commitee?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now