JUKNIS dan Template Lomba Inovasi Pangan Lokal 2016
17/10/2016
Cara Mendaftar Postgraduate Master (S2) di United Kingdom: Contoh untuk Pendaftaran di The University of Nottingham
23/10/2016

10570439_911509008915518_6845070165034455741_nSetelah dinyatakan lulus seleksi substansi, calon awardee  LPDP diharuskan untuk mengikuti persiapan keberangkatan (PK). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa nasionalisme kepada calon awardee supaya ketika lulus dari pendidikan yang akan ditempuh dapat dengan ikhlas kembali untuk memberikan kontribusi positif kepada tanah air. PK juga merupakan sarana untuk mengenal sesama calon awardee yang akan menempuh pendidikan lanjut baik di dalam negeri maupun luar negeri sehingga kelak dapat bersinergi satu sama lain untuk membangun bangsa Indonesia. Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan sedikit cerita mengenai bagaimana proses PK berlangsung untuk dapat menjadi gambaran kepada calon awardee yang akan melaksanakan PK nantinya.

Persiapan Keberangkatan biasanya dilaksanakan 1-4 bulan setelah pendaftar dinyatakan lolos seleksi substansial tergantung slot yang tersedia. Pada persiapan keberangkatan yang saya alami, saya dinyatakan lolos seleksi substansial kira-kira pada bulan desember 2014, dan selanjutnya saya diundang untuk menjalani proses persiapan keberangkatan angkatan 31 (PK-31) pada bulan maret 2015. Memang cukup lama dari pengumuman lolos seleksi substansi namun tidak apa-apa karena sebelum melaksanakan persiapan keberangkatan, kami, tim PK-31, diberikan berbagai macam tugas seperti membuat akun linked in yang minimal memiliki 200 jaringan, membuat gerakan flash mob, membuat konsep pembukaan dan penutupan PK, dan lain-lain yang memang membutuhkan waktu. Kegiatan-kagiatan ini sering disebut dengan pra-PK. Hal ini bertujuan untuk mempererat pertemanan kita dalam satu angkatan sebelum persiapan keberangkatan dimulai dan juga melatih kita untuk berkerja sama. Disamping itu, kami juga di bagi kembali kedalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tugas yang berbeda yang tidak kalah banyak dengan tugas angkatan seperti membuat konsep pertunjukan per kelompok (pantomime, Stand-up Comedy, orasi, dll).

PK-31 dilaksanakan di Wisma Hijau Depok pada tanggal 22-27 maret 2015. Disana saya banyak mengenal penerima beasiswa dari segala penjuru nusantara baik yang akan kuliah di dalam negeri maupun luar negeri. Pada hari-hari awal PK kami diberi kesempatan untuk berkenalan satu sama lain yang sebelumnya hanya berkomunikasi melalui email dan whatsapp. Kami jadi tau wujud asli dari orang-orang luar biasa yang banyak menyumbangkan ide-idenya ke dalam angkatan. Di hari-hari selanjutnya, PK diisi oleh materi-materi yang berkualitas yang menghadirkan pembicara-pembicara tingkat nasional seperti mentri, wirausahawan sukses, dan artis ibu kota. Para peserta PK relatif aktif dan antusias dalam mengikuti PK ini. Banyak hal-hal baru yang saya pelajari di PK ini dari para pembicara yang mengisi acara PK.

Kedisiplinan merupakan hal yang harus dipegang teguh ketika mengikuti acara PK. Banyak aturan-aturan yang perlu diperhatikan disini. Hal ini baik karena dapat melatih kedisiplinan calon-calon mahasiswa yang akan melanjutkan kuliahnya. Acarapun terbilang sangat padat, kami memulai kegiatan dengan senam pagi pada pukul 05.00 WIB dan diakhiri dengan membuat resume pada malam hari sampai pukul 23.00 WIB. Terlebih lagi kami juga harus berlatih untuk flash mob dan penampilan-penampilan untuk kegiatan penutupan PK nantinya. Cukup menguras tenaga memang, namun apabila dijalani dengan ikhlas hal itu akan menjadi berkah dan akan sangat berkesan nantinya. Di hari ke 3 pada pukul 12 malam kami mendapat kejutan dari pak kamil (PIC PK), bahwa kami akan di ajak untuk bermain outbond di bandung. Sontak kami sangat gembira mendengar hal itu, kami diberi informasi bahwa kami harus siap di lapangan pukul 04.00 dini hari untuk melakukan perjalanan ke bandung. Banyak diantara kami yang tidak tidur malam itu karena waktunya yang mepet dan takut kalau bangun kesiangan. Kebanyakan dari kami menghabiskan malam itu untuk berlatih performance closing PK dan membuat resume harian.

Setelah menempuh perjalanan selama 1.5 jam, kami akhirnya sampai di bandung pada pukul 5.30 dan segera melaksanakan sholat subuh. Pada saat itu saya cukup panik karena saya kehilangan kartu pengenal saya. Saya lupa meletakannya, tapi alhamdulillah ada salah satu teman saya yang menemukannya di bangku bus yang lain. Saya agak bingung karena pada saat perjalanan ke bandung saya berada pada bus nomer 2 namun tanda pengenal saya di temukan pada bus nomer 3. Ya sudah lah yang penting saya lega karena tanda pengenal saya sudah ditemukan. Alasan kenapa saya sangat khawatir kehilangan kartu tanda pengenal saya adalah karena kehilangan kartu pengenal merupakan pelanggaran berat yang bisa merugikan bukan hanya saya namun anggota kelompok yang lain. Karena ada peraturan yang sudah disepakati bersama bahwa apabila terdapat 5 kali kesalahan yang dilakukan oleh ketua atau anggota kelompok maka ketua kelompok tersebut harus diganti dan apabila ada 5 ketua kelompok yang diganti maka ketua angkatan juga harus diganti. Waah cukup ketat bukan peraturannya. hehe

Udara di lembang, bandung, pada saat itu sangat sejuk dan dingin, cuaca yang cerah memberikan semangat kepada kami untuk bermain outbound. Outbound dimulai dengan pembagian kaos berlogo LPDP dan makan pagi. Kami masih terbagi kedalam kelompok-kelompok PK yang sama dengan hari-hari sebelumnya dan diharuskan menyelesaikan outbound bersama-sama. Permainan-permaian yang kami mainkan pada saat itu diantaranya adalah paint ball, flying fox, arum jeram dll. Adanya outbound ini sangatlah bermanfaat bagi peserta PK, hal ini bagaikan oase di tengah padatnya jadwal PK.

Di hari terakhir kami harus memberikan persembahan penampilan kepada masyarakat di sekitar depok dan juga kepada pejabat-pajabat LPDP. Sejak pagi dini hari kami sudah sibuk mempersiapkan segala hal terkait acara penutupan ini. Pada acara ini kami mempersembahkan tarian-tarian dari berbagai daerah di nusantara yang dikemas dengan cerita patih gajah mada yang sedang berkeliling Indonesia. Ada juga pameran makanan tradisional yang berasal dari berbagai daerah dan mainan anak-anak. Kami mendapatkan sumbangan performance dari masyarakat sekitar depok. Pelaksanaan acara penutupan PK pada saat itu berjalan cukup lancar. Pada akhir acara penutupan kami melakukan flash mod yang sudah lama kami latih dan pada hari itu juga kamipun berpisah untuk kembali ke daerah masing-masing.

Mengikuti Persiapan Keberangkatan memang melelahkan, namun banyak hal-hal yang berkesan dan pelajaran yang dipetik ketika di sana. Saya juga berkesempatan untuk berkenalan dengan banyak orang-orang luar biasa dari berbagai penjuru nusantara. Ada sebuah ungkapan yang disampaikan oleh pak kamil sebagai PIC dari program persiapan keberangkatan, yaitu “Persiapan Keberangkatan (PK) memang jahat. Kita dipertemukan sebagai orang asing untuk kemudian dipisahkan sebagai keluarga”. Ya PK memanglah jahat, namun saya senang berkat kejahatan PK saya bisa mendapatkan keluarga baru yang selalu saya nanti untuk bisa berkumpul bersama lagi untuk membangun Indonesia.

Jeffry Darmawan- Staff HLN MITI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now