Tips Menguasai Bahasa Asing
26/03/2016
Tips Lolos Beasiswa Tesis & Disertasi LPDP
31/03/2016

Beasiswa LPDP

Disini saya akan bercerita tentang proses beasiswa yang pernah saya jalani. Bermula dari semangat untuk melanjutkan studi di luar negeri, saya mendaftar 5 beasiswa semenjak semester 7 (Turkiye Burslari, Mombuga, Tubitak, Beasiswa Brunei, dan AAS) semuannya menolak. Saya juga bingung mengapa dari 5 percobaan ga ada yang nyantel satu aja. Saya juga pernah mencoba untuk mendaftar program USINTEC, namun harapan itu pun pupus jua karena nilai TOEFL iBT saya yang tidak bisa mencapai angka minimal persyaratan disana padahal udah coba sampai 4 kali. Akhirnya saya mulai melirik beasiswa LPDP yang katanya susah dapetnya dan kriteria penerimanya agak sulit ditebak. Agak minder juga sih daftar LPDP, tapi kita ga akan tau sampai kita mencoba. Kalaupun gagal saya bisa coba lagi tahun depan.

 

Dalam seleksi beasiswa LPDP ini ada beberapa tahapan yang perlu di dilewati yaitu seleksi Administrasi, dan seleksi substansi yang terdiri atas wawancara, LGD dan essay on the spot, namun pada saat saya mendaftar beasiswa LPDP pada tahun 2014, tahapan seleksi essay on the spot belum diberlakukan. Di bulan awal november 2014 Saya mulai melengkapi semua persyaratan yang diminta oleh LPDP dan menguploadnya tanggal 18 November 2014. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai ada dokumen yang kurang walau satu lembar, usahakan lengkap semua dan pastikan ada dokumen aslinya karena pas wawancara akan dicek keabsahannya. Pada awal bulan desember saya lolos seleksi pemberkasan, yang saya tau kalau berkas temen2 semua lengkap insya Allah pasti lolos karena tahap seleksi yang sebenarnya adalah wawancara dan Leaderless Group Discussion (LGD). Akhirnya saya tanya semua orang yang saya kenal yang pernah daftar LPDP tentang list pertanyaan-pertanyaan yang keluar pada saat wawancara karena saya tau kalau wawancara itu merupakan bagian seleksi yang paling ketat dari semua seleksi yang ada. Akhirnya setelah dapat daftar pertanyaan dari 5 orang yang pernah mencoba, saya mencoba memetakan pertanyaan mana yang pasti keluar dalam proses wawancara dan mana yang situasional. Namun pada saat wawancara yang keluar hanya dua yaitu “kenapa kamu memilih untuk kuliah di kampus A?” dan “Kedepannya kamu mau jadi apa?” mungkin kedua pertanyaan tersebut sering keluar di wawancara tapi jangan dijadikan patokan pasti keluar karena pertanyaan pada saat wawancara semua tergantung interviewersnya. Secara general hal-hal yang ditanyakan pada saat wawancara adalah mengenai pengalaman kita tentang wirausaha, kepemimpinan, dan rasa cinta kepada indonesia, bagaimana peran dan pengabdian kita ketika kita lulus kuliah nantinya dan juga INTEGRITAS pada saat wawancara saya sempat bingung makna dari integritas yang membuat proses wawancara terdiam selama 30 detik, akhirnya saya jawab sebisanya saja dengan menggabungkan makna kesetiaan dan keistiiqomahan. Hehe.. ada sedikit tips dari saya bahwa ketika berhadapan dengan pewawancara tataplah matanya, yakinkan mereka bahwa kita memiliki konsep perubahan yang berguna bagi indonesia kedepan (contoh: tim sepak bola indonesia kan kalahan tuh, bagi lulusan jurusan olahraga bisa minta disekolahkan kepelatihan ke Inggris, atau spanyol yang tim sepakbolanya keren2 supaya bisa mengangkat kualitas sepakbola di Indonesia). Pokoknya perubahan yang nantinya dapat dirasakan dan diukur.

 

Setelah tahapan wawancara selesai, di hari kedua saya mengikuti LGD. Disitu saya dikumpulkan dengan 8 pelamar yang lainnya untuk berdiskusi mengenai sebuah topik yang sedang hot. Waktu itu saya mendapatkan tema mengenai UU export Migas. Sebelum berdiskusi saya diberikan selembar kertas yang beriisi info2 yang berkaitan dengan tema yang diberikan. Ada dua psikolog yang bakal menilai proses diskusi, masing2 dari kita harus bisa menyampaikan pendapatnya dan menghargai pendapat orang lain sehingga dicapai suatu kesimpulan dari hasil diskusi yang nantinya disampaikan oleh notulen dan dikumpulkan ke salah satu psikolog. Dalam tahapan LGD ini akan ada dua orang yang bertugas, satu sebagai moderator dan satu lagi sebagai notulen jadi tidak ada pemimpin diskusi dalam kelompok itu. Saran saya ketika menjalani LGD adalah tetaplah tenang dan jangan terlalu mendominasi diskusi. Berilah kesempatan kepada yang lain untuk berpendapat, hargailah setiap pendapat yang disampaikan dengan cara mendengarkannya baik2. Hal tersebut mencerminkan pemimpin yang baik yang dapat menghargai hak bicara masing2 orang.

 

Demikianlah sharing saya mengenai proses saya mendapatkan beasiswa LPDP. Semoga bisa membantu memberikan gambaran mengenai pelaksanaan seleksi beasiswa LPDP.

Ditulis oleh: Jeffry Darmawan (HLN, MITI-KM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now