MITI KLASTER MAHASISWA IKUTI SIMPOSIUM DAN EXPO NASIONAL DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA
29/05/2017
Step by Step Studi di Jepang
11/06/2017

Pemateri: Retno Widyastuti, S.IP.,M.Si.,M.A

(Alumnus International Master’s Program in Asia Pacific Studies, National Chengchi University, Taipei)

CV adalah singkatan dari Curriculum Vitae. Yang bisa dikatakan sebagai senjata utama untuk mendaftar beasiswa atau suatu pekerjaan karena dari CV inilah kita dapat digambarkan  tentang diri kita dan kualifikasi yang kita miliki. Saat menulis CV, sebaiknya kita memberikan informasi semenarik mungkin secara singkat dan jelas.

Nah, untuk struktur CV baik bahasa indonesia maupun bahasa inggris kurang lebih sama , akan tetapi yang perlu menjadi perhatian adalah tujuan CV ini untuk apa. Membuat CV harus dengan berbagai format misal ada 1 master CV yang berisi hal-hal penting dan pengalaman yang signifikan yang tidak boleh terlewati dalam hidup.

Untuk membuat CV itu gampang-gampang sumpah. Karena kadang terhambat dalam menentukan yang mana yang perlu dimasukkan, mana yang tidak perlu atau lebih simple adalah kontennya yang  masih membingungkan. Selain itu, CV itu terkadang dianggap sepele (*baru diupdate kalau sudah mepet mau digunakan ) sehingga untuk membuat kontent CV yang baik kadang terlewat.

Ada bebarapa hal yang perlu ditonjolkan kontennya terutama buat CV akademik yang ingin apply beasiswa , strukturnya adalah sbb:

  • Informasi pribadi
  • Latar belakang pendidikan (formal)
  • Pengalaman Kerja (terutama yang terkait dengan latar belakang keilmuan)
  • Prestasi (bisa lomba-lomba, beasiswa, grant riset, dll)
  • Pengalaman Penelitian (jika ada)
  • Publikasi (bisa paper, buku, tulisan artikel di majalah/ koran, dll jika ada)
  • Konferensi atau seminar yang pernah diikuti baik nasional maupun internasional (diutamakan yang kita menjadi pembicara/ speaker atau pemakalahnya, bukan sekedar jadi peserta aja)
  • Kegiatan organisasi
  • Minat
  • Kemampuan/ Keterampilan (bahasa, dll)

Kembali lagi tujuan kita membuat CV-nya untuk apa  karena dalam beberapa kasus, untuk studi lanjut, dari pihak penyelenggara sudah ada format CV-nya sendiri. Misalnya kalau untuk di Eropa, ada yang namanya format Euro Pass (http://europass.cedefop.europa.eu/documents/curriculum-vitae) contoh Europass: http://europass.cedefop.europa.eu/sites/default/files/cv-example-1-en-gb.pdf dan ada juga yang menentukan batas maksimal jumlah halamannya (misal 1-2 halaman). jadi ya itu, macam-macam sebenarnya kalau terkait format dan struktur CV-nya. Selain itu yang perlu diperhatikan juga adalah buatlah 1 CV master yang berisi semuanya hal -hal penting (terutama yang paling update dalam 5 tahun terakhir serta signifikan). Usahakan kalau untuk CV akademik, jangan terlalu “nyeni”, maksudnya warna-warni, dan terlalu keriting font hurufnya. Pakailah font yang standar aja, dan formatnya bisa pakai euro pass, CV tabel, atau lainnya. Yang perlu dibayangkan adalah orang yang baca CV kita tidak pusing dan bingung, serta gampang membacanya.

Kalau untuk LPDP dan beasiswa turkit, format CV-nya dalam bentuk isian online di formulir onlinenya. Jadi kita tinggal input data saja. Nah, klo misalnya yang diminta CV-nya tidak ada standar khususnya (bisa apa saja), di sini kita bisa mengikuti mau menggunakan format dan struktur yang mana

Untuk konten aktivitas, masukkan kegiatan yang paling signifikan baik skala, dampak dan peranan kita di sana. Paling lama 5 tahun terakhir. Misalnya: Menjadi koordinator/ ketua/ tim inti kepanitiaan kegiatan seminar tingkat nasional, dll.

Subtitle setiap bagian harus jelas. Misal pendidikan, perlu ada sub-title untuk memperjelas. Kalau untuk pendidikan non-formal, disesuaikan saja dengan keperluan CVnya, apakah ada kaitannya atau tidak. Seminar bisa dimasukkan, terutama kalau dalam kegiatan tsb kita menjadi speaker/ pemakalah. Kemudian, buatlah CV urut berdasarkan waktu yang paling terkini, baru kemudian yang paling lama. Misalnya: Untkk pendidikan, yang paling terkini adalah kuliah. baru kemudian di bawahnya info SMA, SMP, dan SD. Dalam beberapa case, cukup sampe SMA saja. Tidak perlu SMP, SD apalagi TK.

Professional experience dan achievement sangat penting untuk dimasukkan. Namun apabila belum ada, juga tidak apa-apa. Yang penting jangan di-ada-ada-kan (dipalsukan). Perlu menjadi perhatian, kalau membuat CV itu harus JUJUR, tidak  boleh BOHONG, apalagi TIPU-TIPU. Karena setiap yang ditulis di CV akan diminta pertanggung-jawabannya. Dan dalam beberapa kasus, akan diminta buktinya (misal: menang lomba apa dan  akan ditanya sertifikatnya).

Penulisan aktifivitas 5 tahun terakhir tidak ada aturan baku. tapi idealnya kalau di dunia kerja, yang namanya pengalaman ada masa expirednya. Bisa disesuaikan saja dengan keperluan CVnya. Karena kadang mungkin ada pengalaman yang sesuai banget dan mendukung CV, tapi usia pengalamannya lebih dari 5 tahun. Misalnya, sekarang saya sudah hampir 10 tahun lulus dari S1, tapi karena terkait dengan akademik, maka segala pengalaman saat S1 yang menunjang saya untuk studi lanjut, tetap saya masukkan yang perlu dibatasi 5 tahun biasanya terkait pengalaman organisasi atau kepanitiaan.

Dalam CV terkadang ada penilaian dari penulis seperti pada kolom kemampuan. Misal, mengelola Komputer 85%, Interpersonal 80% dan itu biasanya kalau harus ada penilaian, harus minta sama yang paham dengan kemampuan kita biasanya ini kalau di formulirnya perlu rekomendasi dari atasan atau supervisor kita terkait skill.

Salah satu point penilaian dari sponsor scholarship or supervisor dari CV calon mahasiswa S2/ S3 terutama kalau mau lanjut di LN biasanya track record akademik, pengalaman riset atau kesesuaian minat akademik dengan rencana penelitiannya serta keaktifan atau kegiatan yang menunjang dengan studinya. Somehow, terlalu nge-akademik itu kurang baik, jadi perlu yang namanya pengalaman organisasi . karena saat kuliah itu, tidak melulu belajar saja. ada yang namanya kerja tim, dll.

Supaya CV semakin baik, maka perbanyaklah menambah pengalaman dan juga tingkatkan kualitas skillsnya.  Bismillah, semoga barokah dengan apa yang dihimpun dalam CV tersebut …

#IDM5

#Dep. HLN

#MITIKM2017

 

–Disadur oleh:

Jamaluddin (Staff Dep. HLN MITI KM 2017)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now