Langkah dan Semangat Baru Sumbagsel
27/05/2016
Tahap Pengajuan Beasiswa LPDP
01/06/2016

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengklaim bahwa tulisan ini adalah yang paling lengkap dalam memberi tips and tricks seputar personal statement. Tulisan ini hanya ingin mencoba untuk merangkum intisari dari segala sumber mengenai how to make a good personal statement.

Sebelum kita masuk ke poin pembahasan, sedikit akan kita ulas apa itu “Personal Statement”. Personal Statement atau yang biasa disebut sebagai Statement of Purpose atau Motivation Letter adalah sebuah tulisan dengan sudut pandang orang pertama. Seperti namanya yang menggunakan bahasa Inggris, Personal Statement haruslah ditulis dalam bahasa Inggris yang baku, baik, dan benar. Biasanya Personal Statement ditulis dalam batas 4000 karakter (termasuk spasi dan tanda baca), tetapi dalam beberapa kasus, ada universitas yang membatasi hingga 5000 karakter (Pada kasus saya dalam mendapatkan LoA conditional dari dua universitas terkemuka di Inggris, saya menulis Personal Statement dengan karakter lebih dari 4000. Dan saya bisa mendapatkan LoA conditional tersebut). Alasan mengapa Personal Statement hanya dibatasi hingga 4000 karakter adalah karena Anda dituntut untuk membuat sebuah tulisan singkat, padat, dan jelas yang merangkum segalanya dan yang tidak membuat pembacanya bosan karena pembaca Personal Statement Anda sesungguhnya adalah admissions team. Dan faktanya, mereka tidak hanya memeriksa Personal Statement milik Anda. Mereka bahkan harus memeriksa ribuan hingga ratusan ribu Personal Statement sehingga mereka tidak memiliki waktu hanya untuk wasting time membaca Personal Statement Anda. Kemudian, Personal Statement bertujuan untuk menguji beberapa hal dari applicant (pelamar). Pertama, layaknya seperti melamar sebuah pekerjaan, dengan Personal Statement, applicant diberi keleluasaan untuk ‘menjual’ dirinya di hadapan admissions team dari sebuah universitas dan meyakinkan mereka bahwa ia sangat kompeten dan layak sehingga mereka memilih ia dan menyisihkan ratusan bahkan ribuan pelamar lainnya. Kedua, lewat Personal Statement, applicant diuji kemampuannya dalam writing skill. Karena merupakan hal yang biasa dan lumrah berkutat dengan esai, makalah, dsb di perkuliahan di tingkat lanjut, academic writing skill menjadi sebuah kewajiban. Selain melalui uji writing di IELTS maupun iBT, di Personal Statement, writing skill juga diuji. Di Personal Statement, applicant harus bisa membuat tulisan dengan menggunakan kaidah dan tata bahasa Inggris yang baik dan benar. Ketiga, dengan menggunakan Personal Statement, admissions team ingin mengetahui layak atau tidaknya applicant untuk diterima di jurusan atau program yang ia lamar.

Setelah mengetahui apa itu Personal Statement, sekarang kita masuk ke poin utama. Mengingat pentingnya Personal Statement dalam proses pendaftaran ke suatu universitas, membuat Personal Statement berkualitas yang gue banget menjadi keharusan. Okay, saya akan sedikit cerita racikan seperti apa saja yang telah saya bubuhkan pada Personal Statement saya.

Tentukan Universitas Tujuan

Yang paling pertama, sebelum memulai membuat Personal Statement, yakinkan bahwa Anda telah menentukan tujuan hidup dan jurusan serta universitas tujuan Anda. Setelah yakin 100% dengan pilihan tersebut, sekarang coba Anda periksa website universitas tujuan Anda tersebut, terutama website jurusannya. Di website tersebut, coba cari persyaratan apa saja yang dibutuhkan dalam melamar menjadi mahasiswa Master di universitas tersebut; cari lebih detail informasi mengenai persyaratan Personal Statement. Biasanya, rata-rata kampus akan memberikan penjelasan lebih detail mengenai poin-poin wajib apa yang wajib Anda cantumkan di Personal Statement. Untuk kasus beberapa kampus yang menggunakan application form berbasis online, informasi mengenai poin-poin pada Personal Statement bisa didapatkan pada website application form tersebut. Setelah Anda mendapatkan informasi tersebut (jika memang informasi tersebut dicantumkan oleh pihak universitas. Jika tidak, Anda tidak perlu berkecil hati. Cukup buat Personal Statement dengan mengikuti aturan-aturan yang berlaku), silakan catat baik-baik informasi tersebut. Poin-poin tersebutlah yang akan Anda gunakan sebagai acuan dalam membuat Personal Statement yang sesuai dengan yang diminta oleh admissions team dari universitas tujuan Anda.

Tuangkan semua ide yang Anda miliki

Poin berikutnya adalah langsung mulailah menulis. Jika Anda merasa bingung dan tidak leluasa dengan langsung menulis dalam bahasa Inggris, cobalah menulisnya dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu. Baru setelah itu, Anda bisa menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Untuk permulaan dalam menulis Personal Statement, cobalah untuk tidak melihat karya milik orang lain terlebih dahulu. First of all, make your own Personal Statement. Jangan terkekang 4000 atau 5000 karakter. Tulis saja apapun yang ada di benak Anda. Cantumkan dan ceritakan ke dalam Personal Statement Anda segala hal yang berkaitan dengan Anda, mulai dari motivasi studi, relevansi studi S1 dengan S2, relevansi pengalaman kerja dengan rencana studi S2, aktivitas-aktivitas pendukung lainnya, alasan mengapa memilih studi di jurusan dan universitas tersebut, rencana dan impian Anda setelah lulus dari studi S2, poin-poin penting penyampaian yang tertera pada website universitas (jika ada. Coba baca paragraf sebelumnya), bagaimana keterkaitan semua pengalaman dan aktivitas Anda dalam menunjukkan kepada admissions team bahwa Anda layak untuk dipilih, dan tutup dengan conclusion yang mengena. Keluarkan dan tumpahkan unek-unek Anda, tak peduli Anda telah melewati 4000 atau 5000 karakter. Yang penting, menulis saja terlebih dahulu.

Perhatikan Batasan essay

Setelah menulis semua isi curahan hati Anda tanpa ada batasan karakter, sekarang saatnya kita membahas beberapa constraints untuk Personal Statement Anda agar Personal Statement tersebut berisi tulisan yang singkat, padat, dan jelas dan tidak melebihi batas 4000 karakter. Setelah Anda selesai menulis, Anda juga bisa mencoba mencari beragam contoh Personal Statement yang banyak bertebaran di Google. Cukup ketikkan “personal statement example”. Saya sarankan Anda untuk mencari contoh Personal Statement yang masih satu rumpun, atau lebih baik satu bidang ilmu, dengan jurusan atau program tujuan Anda studi S2.

Ceritakan Latar Belakang Motivasi

Sebuah Personal Statement harus bisa menceritakan bahwa Anda memiliki latar belakang motivasi yang kuat mengapa Anda ingin studi di jurusan atau program tersebut. Kalau Anda menyatakan bahwa Anda ingin studi di jurusan atau program tersebut karena berada di universitas terkemuka dunia, siap-siaplah Personal Statement Anda akan dimasukkan ke keranjang sampah oleh admissions team. Biasanya, kebanyakan orang menuliskan motivasi masa kecilnya, seperti kecintaan terhadap bidang tertentu, sebagai pembuka Personal Statement tersebut. Namun, hanya mengatakan “saya cinta dengan bidang komputer” tidaklah cukup. Anda harus memiliki alasan yang lebih fundamental, seperti “Komputer pertama saya didapatkan saat saya masih duduk di kelas 3 SD. Sejak saat itu, kecintaan saya terhadap komputer muncul. Saya sering kali menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengeksplorasi komputer. Bahkan, saat kuliah, saya memutuskan untuk mengambil bidang komputer sehingga saya bisa lebih menambah ilmu saya tentang komputer. Komputer telah menjadi bagian dari hidup saya yang tak terpisahkan” lalu setelah itu, coba kaitkan juga dengan pengalaman kerja Anda (jika ada), impian Anda, dan pengalaman-pengalaman Anda yang berkaitan dengan jurusan atau program tujuan studi Anda.

Jangan menyatakan ulang apa yang ada di Curriculum Vitae (CV)

Perlu diingat bahwa di Personal Statement, Anda tidak boleh menyebutkan kembali segala hal yang telah Anda cantumkan di Curriculum Vitae (CV). Saya sering menemukan orang-orang yang baru memulai menulis Personal Statement bahwa mereka memulai tulisannya dengan kalimat “Saya Andi Marandi dan saya adalah alumnus dari Universitas XXX jurusan Teknik Industri. Saya kuliah S1 selama 4 tahun dan saya berhasil mendapatkan GPA 3.8”. Pertanyaan saya adalah untuk apa Anda menyatakan ulang apa yang telah Anda tulis di CV? Itu redundant namanya. Bahkan nama Anda pun tidak perlu Anda tulis di Personal Statement. Langsung saja buat tulisan yang to the point. Ingat, Anda hanya punya 4000 karakter. Jangan wasting spaces dengan menulis hal-hal mubazir. Pun, jika Anda ingin mencantumkan kembali beberapa pengalaman Anda yang Anda rasa itu sangat relevan dengan rencana studi S2 Anda, Anda masih dapat menuliskannya, tetapi tulislah pengalaman tersebut tidak hanya being mentioned. Cobalah untuk menceritakan dan menjelaskannya lebih detail yang tidak Anda jelaskan di CV Anda bahwa pengalaman tersebut sangat inline dengan rencana studi Anda bahkan mendukung Anda untuk menggapai rencana studi Anda. Misalkan, Anda adalah seorang aktivis di sebuah NGO yang melindungi peran dan hak anak-anak, dan Anda berniat untuk melanjutkan studi di program Child Development, maka saya sangat menyarankan Anda untuk menceritakan dan menjabarkan dengan detail (tetapi singkat dan padat) tentang pengalaman kerja Anda tersebut yang sangat mendukung rencana studi Anda. Pun, jika saat mendaftar ke universitas tersebut, posisi Anda adalah sebagai seorang penerima beasiswa, Anda juga bisa menceritakan hal-hal positif yang Anda dapatkan sebagai penerima beasiswa tersebut.

Perhatikan apakah jurusan yang Anda pilih linier dengan studi Anda sebelumnya atau tidak

Tuliskan pula mengenai studi S1 Anda jika masih linier dengan rencana studi S2 Anda. Jika saat kuliah S1, Anda mengambil jurusan Hukum dan Anda memfokuskan diri pada konsentrasi Hukum Internasional bahkan Anda juga mengambil topik skripsi pada kajian Hukum Internasional, lalu Anda berniat untuk meneruskan studi di bidang Hukum Internasional pula, maka Anda wajib menceritakan dan menjelaskan bagaimana studi S1 Anda sangat mendukung Anda untuk melanjutkan ke jenjang S2 karena sangat inline. Jelaskan mata kuliah-mata kuliah apa yang telah Anda ambil dan bagaimana mata kuliah-mata kuliah tersebut sangat mendukung Anda. Dan jelaskan pula bahwa skripsi Anda sangat berkaitan dengan rencana studi S2 Anda. Namun, ada juga kasus saat rencana studi S2 applicant tidak linier dengan studinya saat S1. Untuk kasus seperti ini, di Personal Statement, cobalah untuk tidak memberi penekanan pada studi S1 Anda, atau Anda tidak perlu menceritakan sama sekali tentang studi S1 Anda karena memang tidak ada sangkut pautnya sama sekali. Untuk menutupinya, Anda bisa menceritakan pengalaman kerja Anda yang mendasari Anda mengapa mengambil rencana studi S2 tersebut. Saya memiliki dua orang kawan yang studi S1-nya di bidang  teknik, tetapi mereka mengambil studi S2 MBA. Namun, perlu diketahui bahwa jika Anda berniat untuk mengambil studi S2 yang tidak linier dengan studi S1 Anda, Anda harus memiliki pengalaman kerja yang mendukung Anda dalam mengambil studi S2 tersebut. Jika setelah lulus S1 lalu Anda langsung ingin mengambil studi S2 yang tidak inline dengan studi S1 Anda bahkan Anda belum memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan rencana studi S2 Anda, bersiaplah Personal Statement Anda akan masuk keranjang sampah.

Pahami jurusan atau program yang akan diambil

Selain itu, Anda juga perlu mencantumkan alasan mengapa Anda mengambil studi di jurusan atau program tersebut. Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, terkait hal ini, Anda dilarang memberikan alasan bahwa Anda memilih jurusan atau program tersebut karena nama universitas yang menaunginya adalah (misal) universitas top 10 dunia. Memang bagus jika Anda bisa berkuliah di one of top 10 universities, tetapi admissions team tidak mencari applicant yang hanya mencari reputasi dari universitas. Mereka mencari applicant yang memang dengan sadar dan yakin bahwa jurusan dan program yang ia pilih, terlepas dari universitasnya, adalah pilihan paling tepat dan sesuai baginya. Applicant seperti inilah yang menjadi idaman admissions team. Untuk bisa menuliskan alasan Anda mengapa mengambil jurusan atau program tersebut, Anda harus bisa memahami jurusan atau program yang ingin Anda ambil. Jika Anda berencana kuliah Master by coursework, Anda harus pahami betul-betul program yang ingin Anda ambil. Pelajari baik-baik kualitas program tersebut dan mata kuliah-mata kuliah apa yang ditawarkan. Dan kenali juga akreditasi apa saja yang dimiliki oleh program tujuan Anda tersebut. Semakin banyak dan berkualitas akreditasi yang program tersebut miliki, semakin bagus dan berkualitas pula program tersebut. Jika Anda mengambil kuliah Master by research dan seperti tipe perkuliahan di negara-negara Asia Timur, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, bukanlah mata kuliah dan akreditasi yang Anda perhatikan, melainkan Anda harus mengetahui kualitas profesor yang akan menjadi pembimbing Anda selama studi S2. Dan tidak selamanya profesor yang ahli dan terkenal di bidang tertentu berada di universitas besar. Seperti kasus saya, saya mendapati profesor yang expert di bidang yang saya tuju tidak berada di universitas utama, seperti University of Tokyo dan Kyoto University, melainkan berada di Kyushu University. Selain itu, menjadi nilai tambah di Personal Statement jika Anda menerangkan bahwa Anda telah mengontak calon pembimbing dan beliau sangat merekomendasikan Anda untuk begabung. Setelah Anda memahami mata kuliah yang ditawarkan dan akreditasi yang dimiliki oleh program tersebut (jika Anda mengambil Master by coursework) atau memahami kualitas profesor yang akan menjadi calon pembimbing Anda, Anda bisa menyatakan poin-poin utama terkait kelebihan-kelebihan jurusan atau program tersebut di Personal Statement dan sangkut pautkan dengan rencana studi S2 Anda. Namun, perlu diingat bahwa Anda tidak perlu menuliskan segala hal yang berkaitan dengan ranking jurusan maupun universitas tersebut karena pada dasarnya admissions team pasti mengetahui seputar ranking tersebut sehingga Anda tidak diminta untuk memberi tahu mereka tentang ranking tersebut. Tugas Anda adalah menyampaikan alasan Anda mengapa Anda harus dipilih, bukan memberi tahu mereka ranking kampus mereka sendiri.

Sampaikan Visi Anda yang terukur

Poin penyampaian yang tidak kalah krusial adalah visi Anda. Di Personal Statement, Anda harus menjelaskan rencana Anda setelah lulus. Anda harus memaparkan rencana pascalulus yang tidak statis, tetapi juga tidak bombastis dan realistis. Anda harus membuat tulisan rencana yang terukur, berdampak luas, dan memiliki rentang waktu yang jelas. Misalkan, Anda berniat untuk kuliah tentang spacecraft dan bercita-cita ingin membuat pesawat ulang alik made in Indonesia; saya pikir impian ini agak bombastis tidak terukur, namun bukan berarti saya mengatakan bahwa impian tersebut mustahil direalisasikan. Mungkin sebelum Anda bisa mencapai impian raksasa tersebut, alangkah lebih baik, di Personal Statement, Anda tuliskan bahwa pascalulus studi S2, Anda berniat untuk mengaplikasikan ilmu Anda di lembaga antariksa, seperti NASA, dalam rangka mengembangkan jumlah eksplorasi manusia ke luar angkasa mengingat jumlah eksplorasi manusia ke luar angkasa yang masih sedikit (misalkan). Contoh cita-cita yang terukur adalah, misal, Anda mendapati bahwa keanekaragaman hayati laut Indonesia sangat tinggi, tetapi di lain sisi, Anda mendapati bahwa pemanfaatan keanekaragaman hayati tersebut masih minim, terutama pada pemanfaatan produk konsumsi makanan dan minuman, padahal nilai gizi dan nilai jual darinya sangatlah tinggi. Dan atas dasar tersebutlah Anda memutuskan untuk mengambil studi S2 di bidang Biodiversity dan setelah lulus, Anda berniat bergabung di lembaga penelitian di bidang biodiversitas.

Buatlah penekanan pada bagian konklusi

Dan poin terakhir adalah konklusi. Konklusi berisi pernyataan ulang terhadap paragraf-paragraf yang telah Anda tulis sebelumnya. Di konklusi ini, Anda harus memaparkan dan memberi penekanan bahwa dengan segudang pengalaman dan aktivitas, latar belakang, dan impian tersebut, Anda menjadi pribadi yang lebih intelektual dsb dan Anda yakin bahwa Anda layak dan mampu untuk studi di jurusan atau program tersebut. Anda pun harus menyampaikan bahwa semua hal tersebut memiliki dampak positif terhadap pribadi Anda dan rencana studi S2 Anda.

Tips dan Trick dalam membuat Personal Statement

Kemudian, ada beberapa tips and tricks yang perlu Anda perhatikan dalam menulis sebuah Personal Statement. Berikut ini tips and tricks-nya:

  • Anda harus menggunakan bahasa yang positif. Jangan pula mencantumkan hal-hal negatif tentang diri Anda. Yakinkan admissions team bahwa Anda memiliki kepercayaan diri dan tidak berpikiran negatif;
  • Jangan menggunakan bahasa yang superior. Walaupun percaya diri, Anda tidak boleh angkuh dengan kalimat-kalimat Anda. Anda memang sedang ‘menjual’ diri, tetapi ‘juallah’ dengan bahasa yang santun;
  • Kata-kata “I think”, “I feel”, dsb lebih baik ditiadakan dan ganti dengan kata “I believe”;
  • Jangan menulis kalimat terlalu panjang. Penggallah kalimat panjang tersebut menjadi beberapa bagian;
  • Anda boleh menulis dengan menggunakan advanced vocabularies, tetapi jangan jadikan hal tersebut sebagai ajang untuk memamerkan diri Anda;
  • Jangan pernah melakukan plagiarism. Buatlah Personal Statement murni dan asli karya Anda. Admissions team dilatih dan telah terbiasa dengan ribuan Personal Statement sehingga akan sangat mudah bagi mereka untuk melacak plagiarism. Selain itu, isu plagiarism adalah isu sensitif di kalangan akademisi;
  • Jangan melampirkan kutipan dari orang lain walaupun Anda mencantumkan sumbernya. Admission team ingin mengetahui pemikiran Anda lewat kalimat-kalimat Anda, bukan kalimat orang lain;
  • Anda tidak perlu menyebutkan satu-satu segudang pengalaman organisasi dan kepanitiaan yang pernah Anda lakukan. Cukup pilih yang terbaik dan paling relevan dengan rencana studi Anda, lalu ceritakan bagaimana pengalaman tersebut mendukung rencana studi S2 Anda;
  • Hindari menggunakan kata-kata puitis. Anda diminta untuk membuat Personal Statement, bukan sebuah poem maupun poetry;
  • Coba gunakan vocabulary secara luas. Misalkan, untuk kata “get”, cobalah untuk menggunakan sinonim dari kata tersebut;
  • Jangan sekali-kali mencoba untuk melawak di Personal Statement;
  • Usahakan untuk tidak mencantumkan hal-hal yang tidak berkaitan dengan rencana studi S2 Anda;
  • Dalam menceritakan pengalaman Anda yang relevan dengan rencana studi, tuliskan cerita pengalaman tersebut secara singkat dan padat. Jangan membuatnya menjadi dramatisir dan berlebihan. Keep strict to the point;
  • Jika universitas yang Anda tuju memiliki poin-poin penyampaian tertentu pada Personal Statement, jangan lupa untuk memenuhi poin-poin tersebut pada Personal Statement Anda;
  • Baca kembali Personal Statement Anda lalu cek kembali ejaan atau tanda baca karena barangkali terdapat kesalahan. Kesalahan dalam tata bahasa adalah hal fatal dalam Personal Statement;
  • Sisihkan waktu yang banyak dalam menulis Personal Statement karena menulis Personal Statement tidaklah mungkin diselesaikan hanya dalam waktu satu hari;
  • Coba periksa kembali berulang-ulang Personal Statement yang telah Anda buat. Apakah kurang dari 4000 karakter? Apakah telah memiliki tata bahasa dan kaidah bahasa Inggris yang baik dan benar? Apakah Personal Statement Anda sudah berisi ringkasan kelebihan-kelebihan Anda? Apakah Personal Statement Anda tidak bertele-tele?
  • Coba minta tolong orang lain yang Anda yakin kemampuan bahasa Inggrisnya lebih baik dari Anda. Untuk kasus saya, saya meminta tolong tiga orang untuk mengoreksi tata bahasa pada Personal Statement saya. Selain bahasa Inggris, minta tolong juga kepada senior/kawan Anda yang telah sukses dalam membuat Personal Statement untuk mengoreksi konten Personal Statement yang telah Anda buat;
  • Jangan malas-malas googling untuk mencari berbagai tips and tricks dan contoh dalam Personal Statement;

Setelah Anda 100% yakin terhadap Personal Statement tersebut, tahap terakhir adalah men-submit Personal Statement tersebut di website pendaftaran universitas tujuan Anda. Camkan pula jadwal pendaftaran di universitas tujuan Anda. Jangan sampai Anda telah membuat Personal Statement tetapi ternyata pendaftaran telah ditutup.

Demikianlah tulisan mengenai Personal Statement ini. Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan Anda dalam membuat Personal Statement yang baik yang dapat tembus universitas tujuan Anda. Selamat menulis Personal Statement dan selamat berjuang!

 

Reza Dwi Utomo

Semarang, 27th May 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now