CARA MEMBUAT VISA UK Tier 4 (General) Student
08/12/2016
Nunc a pretium velit
03/02/2017

Berbicara soal Budaya, menurut KBBI, budaya adalah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sulit di ubah. Ketika kita sedang belajar di luar negeri, terutama di negara barat, sering kali kita mempelajari budaya-budaya positif baru yang mungkin di negara kita sendiri masih terlihat asing, namun di negara lain sudah menjadi budaya yang mengakar yang menjadi alasan dibalik kesuksesan pendidikan di negara tersebut. Alangkah baiknya kalau kita bisa belajar dari budaya-budaya belajar positif yang ada di negara-negara barat. Pada kesempatan kali ini penulis ingin sedikit berbagi pengalaman dalam merasakan atmosfer budaya kegiatan belajar-mengajar di Inggris lebih tepatnya di The University of Nottingham.

Gemar membaca dan membuat essay

Membaca merupakan hal yang sangat esensial apabila ingin kuliah di inggris. Hampir semua mata kuliah menuntut kita untuk banyak membaca literature agar dapat lulus dalam ujian. Dosen benar-benar hanya berlaku sebagai fasilitator yang mengenalkan materi di awal dan menyerahkan sissanya kepada mahasiswa untuk mendalami materi secara mandiri. Namun para dosen juga cukup adil, apabila mahasiswa menemui kesulitan, sang dosen dengan senang hati akan menawarkan waktu untuk berdiskusi mengenai materi yang masih dibingungkan, biasanya pada saat office hours yang mana dosen akan stand by menunggu mahasiswa yang ingin bertanya. Fasilitas yang ada di kampus juga sangat mendukung mahasiswanya untuk belajar mandiri. Hampir setiap sudut terdapat komputer yang siap pakai dengan software-software esensial yang sudah terinstal, printer pun tersedia di setiap gedung yang mana bisa kita pakai sendiri, ditambah lagi perpustakaan sangat nyaman dan lengkap. Setiap peminjaman buku, mahasiswa diberikan waktu 2 bulan peminjaman. Sehingga dengan fasilitas dan system yang matang ini, beban mahasiswa untuk belajar secara mandiri akan lebih ringan.

Disisi lain, dosen-dosen di inggris juga sangat gemar untuk memberikan tugas yang berupa essay. Banyak juga yang memberikan nilai keseluruhan hanya dari essay-essay yang di buat menggantikan ujian tertulis. Hal tersebut terjadi karena, system pembelajaran di sana menuntut mahasiswa untuk dapat berpikir kritis sehingga diharapkan dapat mengembangkan keilmuan yang sedang dipelajarinya, bukannya hanya menghapal dan menuliskannya kembali di lembar ujian.

Seimbang antara pekerjaan dan kehidupan sosial

Kebanyakan dari mahasiswa-mahasiswa dari eropa sangat menghargai waktu. Apabila mereka berada dalam waktu bekerja, mereka akan berusaha untuk menfokuskan seluruh perhatiannya kepada pekerjaannya supaya dapat menyelesaikan pekerjaan mereka dalam waktu yang ditargetkan sehingga mereka dapat menggunakan waktu luang mereka dengan maksimal, baik untuk keluarga atau bersosialisasi dengan teman yang lain. Dosen saya pernah menyarankan bahwa hidup itu harus seimbang antara pekerjaan dan kehidupan sosial.  Jadi alih-alih bekerja dari pagi sampai larut malam namun diselingi dengan nonton youtube, facebook, atau drama korea ada baiknya kita bisa mencoba untuk menfokuskan ke pekerjaan dalam interval waktu tertentu, guna melatih keefektifan pekerjaan kita.

On time

Mungkin tidak jarang orang yang sudah mengetahui bahwa salah satu budaya yang patut kita contoh dari orang-orang barat adalah on time. Di inggris, semua kegiatan dimulai dengan on time, karena mereka menyadari bahwa dengan cara itulah mereka bisa menghargai waktu orang-orang yang sudah datang terlebih dahulu. Acarapun dapat selesai tepat sesuai dengan waktu yang diprediksikan sehingga orang-orang bisa dengan leluasa mengatur jadwal kegiatan mereka pada hari itu.

Tidak malu bertanya

Salah satu cara manusia untuk menggali ilmu pengetahuan adalah dengan cara bertanya. Albert Einstein pernah mengatakan “belajarlah dari hari kemarin, hiduplah untuk sekarang, dan berharaplah akan esok, dan yang terpenting adalah JANGAN BERHENTI BERTANYA”. Seperti juga peribahasa yang pernah kita pelajari pada saat sekolah dasar yaitu “MALU BERTANYA SESAT DI JALAN”. Yap jangan malu untuk bertanya. salah satu nilai yang saya kagumi dari suasana belajar di inggris adalah pengajar/dosen selalu meminta mahasiswanya untuk tidak ragu-ragu memotong ceramahnya apabila ada pertanyaan.  Para mahasiswanya pun tidak sungkan-sungkan mengangkat tangan mereka untuk bertanya apabila ada hal yang tidak jelas di tengah-tengah proses perkuliahan. Seusai kuliah pun banyak mahasiswa yang mendekati dosen (termasuk saya. hehe) walau hanya untuk mengkonfirmasi pengetahuan yang baru mereka dapatkan atau sekedar jujur bahwa mereka tidak memahami materi perkuliahan yang baru diajarkan. Namun karena kejujuran mereka, dosen pun memahami dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar secara private di kantornya. Para mahasiswa sudah memahami bahwa apabila mereka tertutup kepada dosen dan berpura-pura untuk memahami materi maka mereka hanya akan mendapatkan masalah nantinya. Jadi kata kuncinya adalah percaya diri dan tidak malu untuk bertanya.

Kehidupan sehari-hari

Disamping budaya belajar yang ada di kampus, banyak juga budaya-budaya orang UK yang menurut saya perlu kita contoh, seperti selalu mengucapkan tiga kata ajaib (thank you, sorry, dan please). Ketiga kata ini adalah kata yang sering saya dengar ketika bersosialisasi dengan orang-orang British. Saya memiliki pengalaman ketika berada di kereta, pernah ada orang mabuk yang sangat menyebalkan, mereka berteriak-teriak sesuka hati mereka sampai-sampai mengganggu penumpang yang lain termasuk saya. Namun anehnya setelah berteriak-teriak dalam keadaan masih mabuk mereka mohon maaf atas apa yang telah mereka perbuat. Mungkin kata “sorry” sudah tertanam di alam bawah sadar orang tersebut sehingga dalam keadaan mabukpun masih bisa meminta maaf. Saya juga tidak jarang melihat orang menyampaikan kata “Thank you”/ “cheers” kepada supir bus ketika mereka turun dari bus. Selalu menambahkan kata “please” ketika ingin membeli sesuatu seperti “ can I have a cup of coffee please?”, selalu antri apabila datang belakangan, ketika memasuki suatu ruangan orang yang pertama kali masuk selalu menahankan pintu untuk mempersilahkan orang yang dibelakangnya lewat, membuang sampah pada tempatnya, dll. Memang hal-hal yang tersebut diatas merupakan hal-hal yang sepele, namun apabila kita benar-benar menjaga dan mempraktekannya dengan sepenuh hati maka hal-hal tersebut dapat mengubah kita menjadi orang yang lebih baik.

Ada juga budaya-budaya yang unik yang perlu kita diketahui apabila mengunjungi UK. Apabila kita diundang makan malam di sebuah restoran katakanlah dalam rangka ulang tahun. Janganlah kepedean karena kita sebenarnya harus membayar sendiri makanan yang kita makan. Orang yang mengundang seringnya tidak akan menteraktir kita walaupun dia yang mengundang. Namun apabila mereka benar-benar ingin mentraktir kita biasanya mereka akan menyampaikannya secara explisit. Jadi yang penting selalu siap bawa uang yang cukup apabila diajak makan oleh teman. hehe

Sekian sedikit sharing saya mengenai pengalaman merasakan budaya-budaya di UK, semoga dapat memberikan inspirasi kepada pembacanya. Terima kasih.

-by Jeffry Darmawan (Staff HLN MITI-KM)

2 Comments

  1. Rumah dengan budaya banyak. itu membuat saya sangat menarik

  2. manajemen waktu yang baik untuk kehidupan yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now