Talkshow Teknologi Pangan Lokal “Pemanfaatan Teknologi dalam Mendukung Pangan Lokal Sebagai Daya Saing Bangsa”
12/10/2015
Sekretaris Umum MITI, Dr. Edi Sukur, M.Eng Berbagi Ilmu di UNTIRTA
12/10/2015

7

Semarang [MITI KM News] – Dalam rangka menunjukkan sikap kepedulian terhadap kedaulatanpangan Nasional, Masyarakat Ilmuan dan Teknolog Indonesia Klaster Mahasiswa (MITI KM) bersama UKM RnB Universitas Diponegoro menyelenggarakan edukasi terhadap mahasiswa Semarang melalui talkshow di Gedung FPIK Undip yang bertema “Peluang dan Ancaman Ekspor Impor dalam Arus Masyarakat Ekonomi ASEAN”. Talkshow ini merupakan salah satu agenda darirangkaian kegiatan yang serentak dilaksanakan  di 10 Kota Besar Indonesia. Di Semarang, kegiatan ini juga disiarkan secara on air oleh mitra media yaitu Elshinta.

Menurut Koordinator kegiatan Go Pangan Lokal wilayah Semarang, Reza DwiUtomo, S.T,  pangan local menjadi isu yang hangat dibahas, bahkan bagian dari MDGs PBB. Talkshow Go Pangan Lokal menjadi salah satu aksi nyata dari pengurus MITI KM bersama para mahasiswa  di Semarang dan sekitarnya. Harapannya,  melalui talkshow ini, mahasiswa bisa lebih tercerahkan dan tercerdaskan untuk mendukung pangan lokal Indonesia

Dalam talkshow yang diikuti oleh 100-an peserta ini banyak mendiskusikan mengenai tantangan yang  dihadapi dan usaha yang harus dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan oleh berbagai sektor. Menurut salah satu narasumber, Prof Arifin, dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro menyampaikan bahwa yang menjadi salah satu tantangan mewujudkan ketahanan pangan adalah bagaimana Indonesia mampu memasok makanan yang memenuhi kebutuhan semua umur. Selain itu, produsen pangan harus mampu mengikuti trend konsumsi pangan, memenuhi aspek keterjangkauan harga dan mampu menyandingkan pangan lokal sejajar dengan pangan sehat bergizi sesuai tuntutan konsumen modern.

CRAKyekUcAEPv5U

Dari pihak pemerintahan, Ir. Sadi, M.Si, Kabid Ketersediaan Pangan Badan Ketahanan Pangan Jateng mengawali paparannya dengan menunjukkan data-data kekayaan akan produk yang dihasilkan Indonesia. Indonesia memiliki banyak sekali cadangan makanan pokok non beras, yaitu Ubi, singkong, sagu dan makanan pokok lainnya yang  tersebar di seluruh pulau.

“Dukungan dari Badan Ketahanan Pangan Jawa Tengah berupa penyediaan penyuluh bagi produsen pangan lokal”ungkap beliau. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dalam mendampingi produsen pangan sehingga mampu meningkatkan kualitas dari produk pangan lokal. Ekspor Impor Indonesia  selalu meningkat  trend nya, namun tetap ada pembatasan ekspor untuk menjaga ketahanan pangan, ungkap narasumber ketiga, Haryanta, S.H., M.M., Kepala Seksi Dokumen Ekspor Impor Disperindag Jateng.

Pada akhirnya, sinergi antara pihak pemerintahan, akademisi, mahasiswa dan praktisi pangan menjadi sebuah keniscayaan  yang menjadi PR dan harus dijadikan fokus garapan. Hal tersebut  semata-mata demi mewujudkan ketahanan pangan Nasional. Semua harus selalu mendukung, kedaulatan pangan bisa diwujudkan dari hal-hal terkecil di sekitar, termasuk bagaimana memulai untuk peduli dan bangga mengkonsumsi pangan lokal asli Indonesia, karena pangan local tidak kalah dengan pangan-pangan impor. [AST/MIF]

Comments are closed.

Buy now