Kelompok Studi Mahasiswa se Jabalnusra sepakati bekerjasama dengan MITI KM
31/05/2015
Pengumuman Kelulusan Seleksi Administrasi
05/06/2015
Peserta AIC Vi 2015

Peserta AIC Vi 2015

MITI KM, Surabaya, 31 Mei 2015. Bertempat di Aula Garuda Mukti, Universitas Airlangga, gelaran rangkaian Airlangga International Education diadakan. Acara ini diselenggarakan oleh BEM Universitas Airlangga bekerjasama dengan International Office and Partnership Unair, dan Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia-Klaster Mahasiswa.

Rangkaian acara dimulai dengan acara Seminar Nasional bertajuk “International Education for a Brighter Indonesia“.  Hadir sebagai pembicara pertama adalah Dr. Mahfudz Al Huda, M.Eng., Kepala Laboratorium Teknik Produksi – Balai MEPPO – BPPT; dan juga Kepala Deputi Pembinaan Ilmuwan, Teknolog, Mahasiwa, dan pelajar Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia. Dr. Mahfudz Al-Huda memaparkan potensi lokal pengembangan inovasi teknologi di Indonesia sangat besar. “Sumber daya manusia kita sudah sanggup mengembangkan inovasi dan teknologi produksi anak negeri”.

Dr. Mahfudz Al Huda menyampaikan Inovasi teknologi dengan potensi lokal

Dr. Mahfudz Al Huda menyampaikan Inovasi teknologi dengan potensi lokal

Lebih lanjut Dr. Mahfudz mengungkapkan pengembangan inovasi technology di Indonesia mempunyai tantangan yang cukup besar, dan inilah yang membuat banyak orang tidak sabar dalam menjalaninya. “Pembinaan SDM unggul memang harus terus dilakukan, salah satunya adalah dengan mengirimkan mahasiswa kita keluar negeri untuk belajar. Kedepan sebaiknya kita juga melakukan terobosan dengan tidak lagi hanya mengirimkan mahasiswa ke luar negeri, tapi mendatangkan professor dan dosen dr universitas terbaik di luar negeri untuk mengajar tetap di Indonesia” tukas doktor lulusan Jepang ini.

 

Pembicara kedua dari seminar Indonesia  adalah Dr. Kaharudin Djenod, M.Eng., CEO PT Terafulk Megantara, sebuah perusahaan desain kapal terbesar di Indonesia. Dr. Kaharudin Djenod menyampaikan, “kondisi yang tidak ideal dalam pengembangan industri yg berbasis inovasi dan teknologi di Indonesia banyak membuat orang berhenti hanya pada mengeluh dan menyalahkan pemerintah saja. lakukanlah sesuatu yg bisa mengangkat bangsa Indonesia dengan ilmu yg dititipkan pada anda” tegas doktor lulusan Naval Architecture, Hiroshima University tersebut.

IMG_20150531_100825

Dr. Kaharuddin Djenod menyampaikan membangun peradaban Indonesia melalui penguatan sektor maritim

 

Semua peradaban besar di dunia, semuanya berawal dari kemajuan penguasaan dalam industri kemaritiman. Semua teknologi yg ada hari ini seperti mobil, gadjet, heavy construction itu adalah derivasi dari industri berbasis kemaritiman. Hal itu bisa terjadi karena industri perkapalan adalah industri yg menggabungkan semua disiplin ilmu.  Berbekal ilmu yg dia peroleh selama di Jepang, Dr Kaharudin Djenod bersama 5 orang temannya membuat perusahaan swasta dalam bidang desain kapal di tahun 2005. Hari ini perusahaan tersebut sudah menjadi perusahaan terbesar kedua di ASEAN, dan akan terus berkembang menjadi yang terbesar di Asia. “Pengalaman selama saya belajar di Jepang dan bertemu dengan banyak akademisi dan praktisi, menjadikan saya yakin bahwa SDM dari Indonesia jauh bisa lebih unggul dari SDM negara lain. Potensi kita jauh lebih besar dari apa yang kita bayangkan “.

 

Pembicara ketiga adalah Dewi Sartika, M. Ed., manager kerjasama IOUP Unair. Dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kesempatan untuk mengembangkan di ke luar negeri dengan shotlrt course, students exchange, beasiswa studi lanjut itu sangat terbuka hari ini. Unair dan banyak universitas di Indonesia sudah menggandeng mitra di luar negeri dalam mengembangkan potensi SDM Indonesia.

Ketiga pembicara tersebut di akhir acara menyampaikan kepada sekitar lima ratus peserta yg hadir untuk mengembangkan diri dengan mengakses saluran pengembangan diri keluar negeri, dengan catatan harus kembali ke Indonesia lagi untuk berkontribusi di dalam negeri secara langsung.

Pasca rangkaian seminar tersebut, seluruh peserta masih mengikuti lanjutan acara AIC IV 2015 berupa workshop studi luar negeri ke empat benua. [AFB]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buy now