Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng., Pakar Desain Kapal Laut dalam Jejaring MITI
Dr. Kaharuddin Djenod Yakinkan Mahasiswa, Indonesia Mampu Menahkodai Negaranya Sendiri di Bidang Kemaritiman
June 14, 2016
Dr. Edi Hilmawan
Dr. Edi Hilmawan, M.Eng., Kobarkan Semangat Ilmuwan Muda Malang Untuk Bangun Indonesia
September 23, 2016

BTIC MITI Meresmikan Kerjasamanya dengan Inkubator Lokal Cilegon, PIWKU

Cilegon (miti.or.id) — Business Technology and Innovation Center (BTIC) MITI melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam pengembangan teknologi produk tenant PIWKU (Pusat Inkubator Wirausaha dan Klinik UKM) Kota Cilegon, Kamis (18/8) siang tadi. Acara yang dimulai pukul 10:45 WIB ini, dilaksanakan di ruang rapat lantai tiga Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Cilegon.

Acara Penandatanganan MoU PIWKU dengan BTIC MITI - Kamis, 18 Agustus 2016

Acara Penandatanganan MoU PIWKU dengan BTIC MITI – Kamis, 18 Agustus 2016

 

Ibu Laura Irawati, S.Sos., Direktur PIWKU, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai follow up dari undangan MITI dalam acara Networking Workshop II GIT kepada PIWKU pada bulan Februari 2016, BTIC MITI menjadi salah satu exit strategy permasalahan UKM (Usaha Kecil Menengah) di Kota Cilegon. “PIWKU sebagai inkubator di Kota Cilegon saat ini hanya dapat melakukan pendampingan UKM dalam wilayah non-teknis. Padahal dalam konteks teknis juga menjadi masalah krusial dalam mengembangkan UKM..”, ujar Ibu Laura, “Oleh karena itu PIWKU menginisiasi MoU ini sehingga permasalahan UKM dapat terselesaikan secara simultan..”.

Penandatangana Nota Kesepahaman oleh Direktur BTIC dan Direktur PIWKU

Penandatangana Nota Kesepahaman oleh Direktur BTIC dan Direktur PIWKU

Tahap pertama yang dilakukan adalah ditelaahnya 20 UKM terkait dengan kebutuhan akan teknologi. Dalam penandatangana n MoU hari ini, dipilihlah Ibu Hj. Meutia, Dr., SE., MP. (staf pengajar di Fakultas Pertanian Untirta) sebagai ketua tim pengembangan UKM yang nantinya terdiri dari PIWKU, UNTIRTA (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) dan BTIC.

 

Kegiatan ini merupakan awal kerjasama antara PIWKU sebagai inkubator lokal di Kota Cilegon, yang berada di bawah Disperindagkop Kota Cilegon dengan BTIC MITI. Kerja sama ini dimulai dengan ditandatanganinya MoU antara PIWKU dan BTIC MITI yang berisi kerjasa sama dalam kegiatan intermediasi dan pengembangan teknologi produk bagi para tenant PIWKU Kota Cilegon.

Dokumen Nota Kesepahaman PIWKU - BTIC MITI

Dokumen Nota Kesepahaman PIWKU – BTIC MITI

“Dengan ditandatanginya MoU antara PIWKU dan BTIC MITI, maka satu langkah lagi pelaksanaan kegiatan pendampingan UKM di Kota Cilegon dilakukan. UKM tidak akan berkembang apabila tidak ada backup teknologi..”, ucap Dr. Fauji Sanusi, Drs., MM., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untirta. Ia mengatakan bahwa banyak contoh peran penting teknologi bagi pengembangan produk lokal. Di lain pihak, di Indonesia sendiri sebenarnya banyak sekali produk yang lebih spesifik, yang tidak ada di negara lain. Dan terbukti bahwa kreativitas masyarakat sangatlah tinggi. Beliau juga sepakat dengan adanya linkage antara industri di Kota Cilegon dengan UKM sehingga muncul konektivitas secara berkelanjutan.

 

Acara penandatanganan ini dihadiri oleh 19 peserta yang terdiri atas Bapak Tb. Dikrie M., SE., MM. (Kepala Dinas Perindagkop Kota Cilegon), Ibu Laura Irawati, S.Sos. (Direktur PIWKU), Bapak Dr. Ir. Sri Harjanto (Direktur BTIC MITI), Bapak Dr. Fauji Sanusi, Drs., MM. (Dekan FEB Untirta), Ibu Hj. Meutia, Dr., SE., MP. (staf pengajar di Fakultas Pertanian Untirta dan Tim Ahli PIWKU), beberapa staf PIWKU, BTIC dan Disperindagkop Kota Cilegon.

Dari kiri ke kanan: Staf BTIC, Tim Ahli PIWKU, Tim Ahli PIWKU, Pak Tb. Dikrie M., SE., MM., Pak Dr. Ir. Sri Harjanto, Ibu Laura Irawati, S.Sos., Tim Ahli PIWKU, Pak Dr. Fauji Sanusi, Drs., MM.

Dari kiri ke kanan: Staf BTIC, Tim Ahli PIWKU, Tim Ahli PIWKU, Pak Tb. Dikrie M., SE., MM., Pak Dr. Ir. Sri Harjanto, Ibu Laura Irawati, S.Sos., Tim Ahli PIWKU, Pak Dr. Fauji Sanusi, Drs., MM.

Terdapat 15.000 UKM di Kota Cilegon meskipun apabila divalidasi, jumlah UKM kurang dari 90% yang sebenarnya ada. UKM ini dapat menyuplai industri besar, sehingga lebih membutuhkan teknologi. “PIWKU sebagai bentuk konsen Dinas terhadap UKM dan ditargetkan akan dimandirikan pada tahun 2020. Ke depan PIWKU dijadikan sebagai lembaga trading house sehingga dapat ke depan PIWKU dapat mandiri. Harapannya ke depan dengan kerja sama ini, BTIC MITI dapat memberikan masukan demi kemaslahatan UKM ke depan.”, ujar Bapak Tb. Dikrie M., SE., MM. (Kepala Dinas Perindagkop Kota Cilegon). [RTS/UH]